Sunday, May 04, 2008

ANAKKU sayang, anakku MALANG

Ayah, Ibu dan Anak-anak berada pada satu ruangan yang sama tanpa interaksi, masing-masing sibuk dengan diri sendiri.
Apakah ada kebersamaan diantara mereka ?
Keluarga harus mampu menciptakan situasi
dimana terdapat kontak perasaan dengan anak-anaknya

Dr. P. Cunningham, University of South Carolina



PENGANTAR
Kehidupan kota besar menjadikan orang tua sibuk sepanjang hari, jika terjadi penyimpangan tingkah laku pada anak seperti penyalahgunaan Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat-zat Adiktif lainnya (NARKOBA) atau MADAT dalam Bahasa Indonesia, apakah itu karena kesibukkan orang tua ?.
Sebagian besar orang tua di Indonesia menjadi Ayah atau Ibu untuk anak-anaknya tanpa persiapan yang cukup, mungkin belum ada pendidikan/kurikulum di jenjang pendidikan manapun yang mempersiapkan seseorang menjadi orang tua. Pengalaman interaksi dengan orang tua sepanjang masa kecil, muda hingga dewasa adalah referensi utama yang digunakan untuk mendidik anak di kemudian hari.
Upaya Keluarga besar BPN menyelenggarakan kegiatan berkaitan dengan masalah NARKOBA adalah sangat tepat agar tidak membuat kita menyesali keadaan di kemudian hari dan berkata, “Anakku sayang, anakku malang” karena kecanduan atau over dosis hingga meninggal dunia.
Tulisan ini mencoba mengajukan suatu alternatif kepada orang tua tentang langkah-langkah atau strategi untuk berinteraksi dengan anak berkaitan dengan masalah penyalahgunaan NARKOBA.
Penyalahgunaan NARKOBA menimbulkan efek yang secara umum terbagi menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu : Depresan (membuat perasaan tenang, tidur, atau tidak sadar); Stimulan (membuat aktif, bergairah, meningkatkan kewaspadaan); Halusinogen (menimbulkan halusinasi, merubah perasaan atau fikiran). Jenis-jenisnya bisa berupa opioda, kokain, ganja, alkohol, amfetamin, sedativa, ecstasy, shabu, kafein, tembakau, LSD, steroid, dan lain-lain. Lebih lengkap mengenai hal ini dapat dibaca pada buku “Panduan Orang Tua, mengenai Penyalahgunaan Narkotika” (Gramedia, 2000) dan “NARKOBA dan Tubuh Kita” (Yayasan Jendela, 2000).
Betapa sering terlihat anak berusia sangat muda, kurang dari 10 tahun menikmati rokok di tempat umum, atau pengakuan dari gadis berusia 16 tahun yang menyatakan menggunakan putaw sejak usia 11 tahun. Kapan dan bagaimana mengkomunikasikan masalah NARKOBA kepada anak-anak.

MENGKOMUNIKASIKAN MASALAH NARKOBA
Mengkomunikasikan masalah NARKOBA bukan suatu yang mudah, minimnya pemahaman orang tua tentang hal itu dan berbagai faktor lain membuat anak kita mencari in formasi kepada fihak lain yang sering malah menyesatkan. Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengatasi masalah diatas.

1. Segera
Anak sebaiknya mengetahui informasi mengenai NARKOBA sesegera mungkin dari orangtua sehingga dia tak akan keliru mempercayai informasi yang menyesat-kan dari orang lain, terutama teman sepergaulannya. Jika dia mengetahui sesuatu berawal dari orang tua maka ketika menghadapi persoalan yang menyangkut NARKOBA dia akan menemui orang tuanya.
2. Manfaatkan Peluang Dialog
Ketika anak datang kepada orang tua untuk menanyakan sesuatu jawablah hingga memuaskan keingintahuannya, bahkan upayakan untuk dikembangkan menjadi dialog yang menarik tentang suatu persoalan. Misalnya ketika menonton televisi bersama dan melihat acara/berita yang menyangkut tentang NARKOBA, tanyakan pada anak anda pendapatnya berhubungan dengan tayangan tersebut, sehingga anda mengetahui pemahamannya dan mengarahkan jika terdapat kekeliruan.
3. Ciptakan Lingkungan yang Terbuka
Anak anda mengharapkan keluarganya dapat membicarakan masalah yang sulit dengan terbuka, tetapi anak kita hanya akan mencari kita jika mereka merasa kita akan terbuka terhadap pertanyaan
Mereka. Adalah menjadi keharusan bahwa orang tua menciptakan lingkungan yang terbuka untuk anaknya, dimana anak dapat menanyakan berbagai berbagai pertanyaan tentang berbagai persoalan tanpa akibat untuk dirinya.
Bagaimana di keluarga anda, ketika berlangsung makan malam dan anak bertanya tentang “Bagaimana rasa rokok?” atau “Bagaimana perasaan seseorang yang menggunakan NARKOBA?”. Usahakan untuk tidak menjawab dengan “Saya tidak tahu, ayo habiskan makanmu.” Bagaimanapun situasi anda coba katakan “Itu pertanyaan yang bagus, tapi Bapak/Ibu kurang tahu tentang itu.” Jangan khawatir bahwa anak anda akan menilai anda tak serba tahu, anda bisa menunda dengan mencari tahu jawaban pertanyaan anak anda. Atau katakan “Saya tidak tahu, ayo kita cari jawabnya setelah makan.” Lebih baik lagi jika dilanjutkan dengan mencari di Internet atau menjadwalkan kunjungan ke toko buku untuk mencari referensi yang sesuai.
4. Komunikasikan Peraturan Anda
Sebagai orang tua anda harus menjadi orang yang pertama mengkomunikasikan masalah NARKOBA kepada anak anda, walaupun dia bingung menemukan fakta yang berbeda di masyarakat. Ungkapkan peraturan di keluarga anda dan alasan mengapa peraturan itu diterapkan secara terbuka.
5. Dengarkan Anak Anda
Mendengar pembicaraan anak anda akan membuat anda mengetahui pemahaman anak anda tentang sesuatu dan apa yang ingin dia ketahui. Ketika dia bertanya tentang apa itu putaw, jangan langsung menjawab, tapi tanyakan dulu padanya, apa yang dia ketahui tentang itu, selanjutnya lengkapi pengetahuan yang dia miliki hingga keingintahuannya terpuaskan untuk saat iitu.
6. Jujur
Berapapun usia anak anda, mereka akan mengetahui jawaban atau ungkapan yang jujur dari orang tuanya sehingga dia akan mempercayai anda. Ketika dia tak mempercayai ucapan anda karena ketidakjujuran anda, maka dia akan merangkai kesan sendiri sesuai fantasi yang dipercayainya atau mencari teman sebaya yang sering menjerumuskan.
7. Sabar
Kadang anda sudah tahu apa yang akan diungkapkan oleh anak anda sebelum dia selesai bicara. Sebagai orang dewasa kita harus bersabar dan membiarkannya melengkapi kalimatnya agar anak memahami pandangan diri sendiri tentang sesuatu dan dia merasa orang tuanya menerima dan tak terganggu waktunya dengan kehadirannya.
8. Setiap Ada Kesempatan
Sulit sekali untuk duduk bersama mendiskusikan suatu persoalan secara formal. Televisi atau mass media bisa menjadi alat untuk memulai pembicaraan setiap hari tentang persoalan masyarakat. Sambil menonton TV atau membaca koran manfaatkan kesempatan untuk berdiskusi lebih jauh dengan anak anda.
9. Lagi, Lagi dan Lagi
Pemahaman anak tentang NARKOBA selalu berubah dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor lainnya, oleh sebab itu jangan jemu untuk mengkomunikasikan disetiap ada kesempatan

PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK
Sembilan tips diatas akan lebih berhasil dengan upaya pembentukan karakter anak, yang dapat dilakukan dengan banyak cara, diantaranya :
 Latihan berkata “TIDAK” terhadap NARKOBA. Lakukan sambil bermain di rumah, seperti suatu permainan. “Misalnya, kamu sedang main di rumah teman. Saat itu kedua orang tua temanmu tak ada di rumah, apa yang kamu lakukan jika temanmu menawarkan rokok?”. Jika cara yang dia lakukan sudah bagus, pujilah dia. Jika tidak setelah proses dialog sarankan ini, “Maaf, kita main play station saja yuk, saya tidak mau merokok. Saya ingin jadi atlit terkenal.”
 Jadilah contoh yang baik. Anak anda tak peduli tentang berbagai ucapan anda, dia lebih percaya pada contoh yang dilihatnya, tentang apa yang orang tuanya lakukan sehari-hari.
 Pembiasaan Mengambil Keputusan. Biasakan anak anda memutuskan sesuatu untuk dirinya sejak kecil, misalnya tentang warna sikat gigi yang dia inginkan, model sepatu atau lainnya, tentu dengan supervisi. Kalimat “Itu pilihan yang baik, tetapi mungkin lebih cocok jika kamu telah dewasa. Anak akan terbisa memutuskan yang terbaik untuk diri dan keluarganya.
 Lengkapi Informasi Sesuai Usia. Ketika anak anda yang berusia 6 tahun sedang menyikat gigi, anda bisa mengatakan, “Banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk merawat kesehatan selain menyikat gigi, mandi yang bersih. Tetapi kita jangan melakukan sesuatu yang menyakiti tubuh kita seperti merokok, dan makan obat ketika kita tidak sakit.”
 Rangsang Motivasi. Ketika anak anda melakukan kesalahan, katakan “Mungkin kamu keliru, ayo dicoba lagi.”
 Kebersamaan. Lakukan kegiatan khusus bersama seminggu sekali atau sekian waktu sekali, misalnya dengan berjalan bersama minggu pagi, atau makan keluar bersama yang memungkinkan anda bicara dan lebih dekat satu sama lain.
 Kesempatan Bicara. Lakukan pertemuan rutin keluarga secara reguler dimana setiap orang mendapat kesempatan berbicara tanpa interupsi dimana kemudian saling memberi umpan balik untuk perbaikan semua anggota keluarga.
 Makan Bersama. Gunakan sebagai kesempatan untuk diskusi tentang kegiatan terakhir anak anda, minat mereka, sekolah, pelajaran , musik, politik atau apa saja yang menarik minat anggota keluarga.
 Berdoalah Sebelum dan Sesudah Melakukan Pekerjaan.

PENUTUP
Karena manusia adalah unik sehingga upaya pencegahan penyalahgunaan merupakan upaya yang tak akan pernah berhenti, oleh sebab itu upaya pencegahan dan pelatihan untuk bersikap atau bertingkah laku yang tepat adalah menjadi suatu keharusan. Model pelatihan kepribadian seperti “John Robert Powers” untuk masalah etika/pergaulan bisa dijadikan model dengan modifikasi yang diperlukan untuk menghadapi masalah penyalahgunaan NARKOBA. Selamat merangkai hari-hari indah bersama keluarga. Semoga Allah SWT beserta kita, amien.

Menurut sejumlah penelitian pemberian label orang dewasa kepada anak
seperti “anak nakal”, “anak malas”, “anak jelek” … menyebabkan anak malah berperilaku dan bereaksi seperti yang diekspresikan orang tua kepadanya.

Monty. P. Satiadarma,
“Presepsi Orang Tua Membentuk Perilaku Anak, Dampak Pygmalion di dalam Keluarga“
Penerbit : Yayasan Obor, 2001


Jakarta, 3 Agustus 2001
Telp : 021 8509054 --- E-mail : dwitagama@hotmail.com

Catatan: Tulisan ini sebagai Pengantar Presentasi Multimedia (Slide, film/animasi, musik) Badan Pertanahan Nasional,di Hotel Millenium Jakarta, 8 Agustus 2001

2 comments:

Latihan Soal UNAS/UAN 2003-2007 said...

Bagus banget pencerahan Bapak buat kita kita yang enggak tahu Narkoba

Dedi Dwitagama said...

Trm ksh kunjungan dan komentarnya, smg bermanfaat