Saturday, June 28, 2008

hukuman mati di HANI (Hari Anti Narkoba Internasional) 2008

Selamat untuk Indonesia, dua narapidana kasus Narkoba akhirnya dieksekusi dengan ditembak ... selamat untuk BNN, Kejaksaaan, Kepolisian, dan semua fihak yang dukung proses ini ... sayang sekali, kenapa harus menunggu tgl 26 Juni untuk eksekusi ... apakah hanya bagian dari seremonial Hari Anti Narkoba Internasional? ... Saya, mungkin Anda juga berharap ini merupakan suatu pertanda pemerintah makin serius ... tapi jangan setahun sekali, coba ditingkatkan jadi sebulan sekali, sehingga 62 narapidana yang sudah bervonis bisa segera habis, agar para pelaku dan calon pelaku kapok edarkan barang haram di negeri tercinta ...


Gemuruh suara ombak laut Selatan Pulau Nusakambangan Cilacap menjadi saksi bisu kepergian Samuel Iwuchukwu Okeye dan Hansen Anthony Nwaolisa ke tempat peristirahatan terakhir. Tepat pukul 23.30, Kamis (26/6), dua terpidana mati kasus narkoba menghadapi eksekusi mati di hadapan regu tembak.

Sebanyak 28 orang polisi dari Kesatuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Jateng, dilaporkan mengeksekusi dua warga negara Nigeria itu di kawasan Nirbaya, Pulau Nusakambangan --sekiar 10 km selatan LP Batu. Lokasi eksekusi merupakan reruntuhan bekas penjara pada zaman penjajahan Belanda.

Di tempat tersebut dulu pernah dilakukan eksekusi mati terhadap tahanan politik eks PKI pada tahun 1985 dan narapidana kasus subversi pada tahun 1987. Kepala Satuan Brimob Polda Jateng, Kombes Pol Dicky Atotoy yang dihubungi Jumat (27/6) dinihari menyatakan kedua terpidana mati tersebut dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 24.00 oleh dokter yang melakukan otopsi. Keduanya meninggal setelah sebutir peluru menembus jantungnya. ''Setelah dieksekusi, kedua terpidana langsung menjalani otopsi oleh tim dokter,'' kata Dicky.

Menurutnya, kedua terpidana mati menjalani eksekusi di depan dua regu tembak dari Brimob Polda Jateng yang terdiri 14 orang setiap regunya. Sebelum menjalani eksekusi, salah seorang pejabat Kejaksaan menceritakan detik-detik terakhir kedua terpidana mati. Sekitar pukul 22.30, kedua terpidana tersebut dibimbing doa oleh Romo Carolus dari Paroki Stefanus Cilacap sesuai agama mereka.

Setelah itu kedua terpidana dibawa ke tempat eksekusi yang berada di kawasan Nirbaya. Dengan kepala tertutup dan tangan terbogol di tiang eksekusi, kedua terpidana mati kemudian ditembak oleh dua regu tembak secar bersamaan. Sehari sebelumnya, Samuel dan Hansen mendapat kunjungan istri dan anaknya. ''Jenasah kedua terpidana langsung dimakamkan di Pulau Nusakambangan,'' kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap, M Yamin RS, Jumat (27/6).

Sementara itu, pengacara dari dua terpidana mati tersebut, Bambang Sri Wahono mengatakan, para istri dua kliennya menghendaki jasad suami mereka tidak dikebumikan di Nusakambangan. Dia juga mengatakan, pihaknya belum mendapat pemberitahuan resmi dari kejaksaan terkait pelaksanaan eksekusi tersebut. ''Para istri klien kami menghendaki jasad suaminya bisa dibawa pulang keluarganya, apalagi salah satu istri klien kami sedang mengandung dan yang lainnya memiliki seorang anak kecil,'' katanya.

Bambang mengatakan, Sri Lestari (istri Samuel) menginginkan jenazah suaminya dimakamkan di pemakaman Katolik Cilacap, sedangkan Tri Yatmi (istri Hansen) akan membawa jasad suaminya untuk dimakamkan di Jakarta.

Menurut dia, pihaknya akan mengajukan permohonan pemindahan pemakaman tersebut kepada kejaksaaan. ''Disetujui atau tidak, permohonan ini akan kami ajukan. Namun jika tidak disetujui, berarti mereka melanggar Penetapan Presiden Nomor 2 Tahun 1964 pasal 15,'' katanya.

Menurut dia, pasal tersebut menyatakan penguburan terpidana diserahkan kepada keluarganya atau sahabat terpidana. Jika tidak disetujui, kata dia, pihaknya akan mengajukan gugatan karena penguburan jenazah dua terpidana mati tersebut tidak sah.

Kepala Divisi Lembaga Pemasyarakatan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM Provinsi Jawa Tengah, Bambang Winahyo mengaku heran jika kedua terpidana mempunyai istri. Pasalnya dalam surat keterangan yang ada, dikatakan keduanya lajang. ''Sebenarnya ini bukan kewenangan saya, silakan tanyakan kepada Kejati Banten. Saya tidak dapat laporan dari kejaksaan jika mereka telah beristri,'' tegasnya.

Menurut dia, kemungkinan perempuan yang disebut sebagai istri Samuel hanya mengaku hamil tiga bulan sedangkan terpidana mati tersebut telah menjalani hukuman yang cukup lama yakni sejak 2001 di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang hingga dipindahkan ke LP Pasir Putih Pulau Nusakambangan pada tahun 2007. ''Jadi sangat kecil perempuan itu hamil karena dia tidak bisa meninggalkan LP Pasir Putih yang penjagaannya super ketat,'' jelasnya.

Hansen dan Samuel merupakan dua terpidana kasus narkoba dari 62 orang napi narkoba yang saat ini sedang menunggu proses eksekusi. Jaksa Agung Hendarman Supandji usai peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Jakarta, Rabu (26/6) menyatakan dari 62 orang sebanyak 57 orang lagi akan segera menyusul untuk dieksekusi.
(ant/wab )

2 comments:

Anonymous said...

Negara kita yg tercinta ini, INDONESIA, tdk akan pernah menjadi negara yg dewasa,seperti seorang bodoh namun slalu membanggakan kebodohannya. Org2 patriotik pasti matinya cepat,tinggal orang2 yg berkedok patriotisme,kemunafikan menjadi kurikulum belajarnya,kebohongan menjadi ekstra kulikulernya. Alhasil sikap amoral yg semula hanya sbg pembawaan dari lahir kini tumbuh dewasa menjadi sebuah kebudayaan.
Coba Rasakan peluru yg menembus jantung antoni dan samuel itu menembus jantung anda, atas nama keadilan dan hukum,apa yg anda rasakan? Anda tidak tau mungkin,atau anda memang tidak mau tau, sama sajalah. sekali nyawa tercabut dari raga,ga mungkin bisa lg dikembalikan. Tuhan pun berduka, karena ada lg umatnya yg mendahului wewenangnya,org itu org indonesia, tuhan pun tdk lg percaya kpd org indonesia...jd segala anugrah dan berkah pun enggan DIA berikan. Tuhan kesal bukan hanya karena itu, dia jg kesal karena warna putih yg dia ciptakan sering dirubah menjadi hitam-dan sebaliknya, tuhan juga iri karena dirinya telah digeser oleh sesuatu yg disebut Uang. . .dan akhirnya Tuhan pun berkata dalam hati, "aku slalu mengampuni dosa2 manusia, knapa kalian sesama manusia gak saling mengampuni?"..lalu tuhan pun tidur siang untuk melupakan kegundahan hatinya. Slamat tidur siang TUHANKU YG AGUNG,..lupakan sejenak umat mu.

Dedi Dwitagama said...

Trm kasih ... semoga Allah dan pemimpin nenegri ini "tak tidur" ... dan kita makin sejahtera