Musyawarah Guru Mata Pelajaran Matematika SMA Jakarta Barat mengundanng Saya untuk WORKSHOP bertajuk BLOG UNTUK PEMBELAJARAN hari ini Rabu 21 Oktober 2009 di SMA Negeri 112 Jakarta Barat.
Target workshop adalah memotivasi guru untuk memahami apa itu blog, manfaat dan bagaimana mengelola blog agar menarik dikunjungi pembaca... berlangsung di Lab Komputer SMA Negeri 112 Jakarta Barat antusiasme guru-guru matematika sangat terasa ... lalulintas pertanyaan bertubi ... permintaan trik ini itu mengalir deras ... diselingi bincang reuni, nostalgi masa-masa kuliah.
Terima kasih kepada Ibu Iis, Guru Matematika SMA Negeri 112 Jakarta yang mengontak Saya dan Bapak Sadono yang menjemput dan mengantar Saya, semoga bermanfaat.
Wednesday, October 21, 2009
BLOG UNTUK PEMBELAJARAN - MGMP Matematika SMA Jakarta Barat
Label: blog, ICT, pembelajaran, trainerpendidikan
Thursday, June 11, 2009
SMA Negeri 16 Jakarta sadar IT

Terima kasih kepada Ibu Kepala Sekolah semua guru dan karyawan yang serius simak presentasi saya dan bergairah merespon workshop hingga waktu makan siang, spesial thx buat bapak Budi yang telah berkenan mendokumentasikan kegiatan ini ... smg sukses selalu.
Ibu Budi Dwiyatna Guru SMA Negeri 16 Jakarta merespon status saya di Fesbuk seperti ini:
Terima kasih pak Dedi, salam dari semua Guru2 SMAN 16. Motifasi bapak tentang IT membuat para guru 16 jadi semangat... saya akan lanjutkan semua yang sudah dimulai ini, mohon dukungan dan bantuannya. Semua demi kemajuan Pendidikan di Indonesia. Sukses
Bapak Pamuji menulis begini:
Trima kasih pak Dedi Blog saya tambah lengkap ... Teman-teman dari SMA 16 sangat antusias, dilain waktu insya'Allah bisa ke SMAN 16 lagi. Terima kasihRead More......
Label: ICT, IT, motivator, SMA nEGERI 16 JAKARTA
Wednesday, April 15, 2009
sapa Ibu Guru Lia - SD MATHLA’UL KHOERIYAH BANDUNG
woooow … sangat cepat … saat kami sedang evaluasi … ibu lia pemilik blog gurulia dah berkunjung dan komentar di blog saya … nuhun … semoga bermanfaat
begini:
Read More......"Saya mengucapkan terima kasih atas informasi yang telah bapak berikan pada saat pelatihan TIK di Hotel Corner Bandung. Saya merasa lebih termotivasi untuk selalu terus belajar mengembangkan pengetahuan ilmu komputer"
Label: ICT, trainerICT, trainerpendidikan
Saturday, March 21, 2009
Dedi Dwitagama di Program Inovasi Dalam Pembelajaran
Kini menjangkau 1.000 Sekolah Dasar, melibatkan 300.000 murid dan 15.000 guru di empat provinsi
IDE (Inovasi Dalam Edukasi) adalah program berkesinambungan dalam Pembelajaran-Interaktif-Menyenangkan dengan mempergunakan alat peraga, yang ditujukan kepada murid Sekolah Dasar (SD). Kehadiran program IDE sejak 5 tahun belakangan ini juga dimaksudkan agar memperbesar arti dan peranan para guru sebagai duta pendidikan. Menurut Seto Mulyadi, ketua Dewan Penasihat IDE, untuk tahun ajaran 2006-2007, program IDE kini telah menjangkau 300.000 murid, 15.000 guru pada 1.000 SD yang tersebar di empat provinsi di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Pada awalnya, 13 SD diseleksi dan proses pembelajaran baru yaitu "interactive, fun learning" diperkenalkan. Materi pembelajarannya tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku, namun telah dirancang sedemikian rupa sehingga tampil lebih menarik dalam bentuk alat bantu pembelajaran seperti misalnya poster atau flip chart.
Setelah setahun berjalan yang diikuti dengan pemantauan yang ketat, maka dilakukan evaluasi, baik dari manfaat dari proses pembelajaran interaktif menyenangkan serta penggunaan alat bantu mengajarnya. Studi banding juga dilakukan, antara sekolah peserta program IDE dan non-peserta. Hasilnya sangat menggembirakan. Program bernuansa pendidikan ini dapat diterima dan disukai, dan mendorong pilot project ini dikembangkan lebih meluas ke lebih banyak sekolah di kota-kota lainnya pada tahun-tahun berikutnya.
Seiring perkembangan program IDE yang melibatkan lebih banyak sekolah, Dewan Penasihat program ini melihat bahwa proses pemantauan dan pengukuran efektivitas program IDE perlu lebih ditingkatkan, sehingga ditunjuk biro riset untuk melaksanakan survei berskala besar pada sekolah peserta dan non-peserta. Berdasarkan hasil riset independen dari AcCis pada 2006, mayoritas responden memberikan persepsi positif terhadap metode baru yang dilakukan program IDE, diantaranya pemahaman yang lebih mudah terhadap materi pelajaran; belajar lebih menyenangkan dan menarik; para siswa dapat lebih menikmati aktivitas di sekolah; proses mengajar dapat lebih aktif karena peran gambar; dan membuat para siswa lebih mudah menyerap topik yang dibahas. Riset tersebut melibatkan responden sebanyak 650 siswa, 100 guru dan 100 orang tua murid.
"Kini yang menjadi tantangan bagi kami adalah bagaimana mengajak semua pihak untuk ikut peduli pada pendidikan dan mengoptimalkan program IDE sesuai dengan kapasitas yang ada, dengan harapan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak Indonesia, khususnya murid-murid SD," jelas Esti Sofwan, Project Manager Program IDE. "Untuk itu kami ingin mendapatkan berbagai masukan dari semua pihak demi pengembangan program IDE. Kami percaya bahwa berbagai lapisan masyarakat akan mendukung program ini agar mencapai hasil yang maksimal dengan menjangkau lebih banyak murid di Indonesia", tambah Esti.
Dukungan dari mitra koalisi
Unilever, sebagai penggagas utama dalam program ini, telah mengikutsertakan beberapa brand guna mendukung pembelajaran di dalam kelas yaitu: Rinso, Kotex, Lifebuoy, Pepsodent, Wall's dan Sariwangi. Beberapa brand lain dari Unilever yang mendukung program aktivasi di luar kelas (ekstrakurikuler) adalah Taro dengan story telling 'Dewi Bumi' - untuk cinta lingkungan; Lifebuoy - 'Berbagi Sehat' cuci tangan; Komik 'Aji Pemboros' - mendidik untuk rajin menabung dan tidak boros.
Untuk tahun ini, Unilever memperkenalkan subyek lingkungan yang berkonsep 'Green and Clean'. Konsep ini lebih menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan praktik dan implementasi secara langsung. Diawali dengan sosialisasi pemisahan sampah organik & anorganik, proses pembuatan kompos dan proses lebih lanjut. Dalam implementasi tersebut melibatkan seluruh stakeholder yang terdiri dari pihak donor, dinas pendidikan wilayah, dewan penasehat, pihak sekolah (kepala sekolah, guru, siswa, komite dan pihak-pihak pendukung sekolah) serta program manajemen program IDE. "Melalui 'Green and Clean' sebagai bagian dari Program IDE, kami ingin mengajarkan anak-anak untuk peduli lingkungan sejak usia dini. Tidak hanya berhenti di sekolah, anak-anak juga akan menjadi agen perubahan dengan membawa kesadaran lingkungan tersebut ke rumah dan lingkungan tempat tinggalnya," ujar Okti Damayanti, General Manager Unilever Peduli.
Pada tahun ajaran 2006 - 2007 ini, IDE menggandeng mitra koalisi baru yaitu Frisian Flag Indonesia (FFI) - pemimpin pasar industri susu di Indonesia yang ahli di bidang nutrisi - dengan konsep Get Ready for Life! Konsep ini menitik-beratkan pada kesiapan anak untuk menyongsong masa depan. HR & General Affairs Director FFI Hendro Harijogi Poedjono menyatakan, keterlibatan FFI juga merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk turut serta membantu meningkatkan tingkat kesehatan dan gizi di Indonesia melalui berbagai aktivitas termasuk pendidikan terhadap stakeholders dan konsumen pada umumnya.
Sekilas tentang Interact Carlson Marketing Group (ICMG)
Interact Carlson Marketing Group (ICMG), sebagai bagian dari Carlson Marketing Worldwide, adalah perusahaan spesialis yang berkiprah di dalam bidang usaha "membangun kemitraan antara korporasi dengan para stakeholder" melalui program khusus. Salah satu keunggulannya adalah merencanakan dan merealisasikan berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR). ICMG merupakan perintis dalam bidang Relationship Marketing di Indonesia. Bermarkas di Minneapolis (Amerika Serikat), Carlson Marketing Worldwide adalah perusahaan pemasaran utama yang telah sukses selama 70 tahun membangun kemitraan bagi beberapa perusahaan ternama di dunia. Kini jaringan bisnisnya mencakup 37 cabang di 21 negara, mulai dari Amerika, Kanada, EMEA dan Asia Tenggara, hingga Australia.
Sumber: Antara
Label: ICT, IDE, kepalasekolah, TIK, trainerpendidikan
Sunday, March 15, 2009
trainer bertemu user
Label: ICT, trainer, trainerpendidikan
Motivasi Guru SDN Kalibaru 01 & 02 Jakarta Utara; ICT topiknya
Label: ICT, SDNKalibaru, trainer, trainerpendidikan
Saturday, February 28, 2009
"C-Generation" Generasi Berbasis TIK Masa Depan
Kemajuan informasi teknologi telah mengubah sendi-sendi kehidupan masyarakat. Dari sini muncul C-Generation, yaitu generasi baru melek teknologi yang sangat peka akan konektivitas, konvergensi, konten kreatif, kolaborasi, dan kontekstual. Nasib bangsa ini ke depan bergantung kepada mereka ini.
Untuk itu, selain upaya struktural melalui berbagai peraturan, diperlukan langkah strategis melalui berbagai pendekatan kultural untuk mengantarkan potensi generasi masa depan ke kelompok masyarakat yang bernilai dan kompetitif.
”Kalau generasi ini justru banyak mengambil sisi negatif (dari teknologi informasi komunikasi/TIK), yang terjadi justru kebangkrutan, inefisiensi, dan lost generation,” tutur Suhono Harso Supangkat, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika di sela-sela pengukuhan jabatannya sebagai guru besar bidang teknologi infokom dari ITB.
Ia mengatakan, di masa depan, dengan makin maraknya pemanfaatan broadband (internet berpita lebar), internet dan teknologi semakin berpengaruh terhadap perilaku sosial dan ekonomi masyarakat mulai dari anak-anak, pelajar, ibu-ibu rumah tangga, hingga birokrat pemerintahan.
Dalam orasinya, ia memperlihatkan dahsyatnya pengaruh internet dan produk turunannya, seperti situs jejaring sosial Facebook dan Friendster atau Youtube, yang memengaruhi hidup manusia—C Generation itu.
”Generasi ini menjadi bekal kemajuan bangsa di masa depan yang perlu dikelola, difasilitasi, dan diarahkan sehingga mampu bertransformasi menjadi masyarakat yang bernilai,” tutur Kepala Inkubator Industri dan Bisnis ITB ini.
Ia memandang pendekatan kultural melalui sarana pendidikan atau kompetisi pembuatan konten pendidikan ataupun kreasi seni perlu lebih digalakkan untuk bisa mengimbangi dampak negatif TIK. Ia pun mengusulkan dibentuknya suatu forum C-Generation yang terdiri atas berbagai unsur masyarakat untuk memformulasikan nilai-nilai itu.
Tulang punggung ekonomi
Jika berhasil dilakukan, ia melihat perkembangan TIK, khususnya broadband, bisa jadi tulang punggung ekonomi bahkan pengantar kemajuan bangsa ini.
”Dalam 10 tahun ke depan, kebutuhan akan akses broadband mencapai 120 juta pelanggan. Nilai ekonomi dari ekosistem ini Rp 300 triliun,” ujar Suhono.
Era broadband yang saat ini tengah dirintis melalui teknologi Wimax lalu menyusul LTE dan Serat Optik, menurut dia, adalah gelombang industri TIK generasi ketiga.
Berbeda dengan dua generasi sebelumnya, yaitu era satelit dan telepon seluler, ia optimistis Indonesia mampu berperan lebih banyak sebagai pemain ataupun tuan rumah di negeri sendiri. Apalagi, aturan yang tengah dirumuskan mendorong penggunaan konten dan kandungan lokal. ”Jika 30-40 persen industri dalam negeri bisa bermain, ini bisa menjadi hal yang menggembirakan,” tuturnya. (jon)
Sumber: Kompas
Berjudul: "5K", Generasi Berbasis TIK Masa Depan
Sabtu, 28 Februari 2009Read More......
Label: dedi dwitagama, e-learning, Education, ICT, pendidikan, TIK, trainerpendidikan
Friday, November 14, 2008
Training Motivasi ICT di SMK Negeri 38 Jakarta
Label: CURRICULUM VITAE, Education, ICT, motivasi, smk negeri 38 jakarta, TIK, Training, up grade




