Showing posts with label TIK. Show all posts
Showing posts with label TIK. Show all posts

Monday, June 15, 2009

Workshop OPTIMALISASI IT untuk PEMBELAJARAN di SMK Negeri 4 Jakarta

Suatu kepuasan yang tak hingga Saya rasakan ketika setelah training mendapat sapa dari peserta ... ini terjadi setelah saya melakukan training optimalisasi pemanfaatan IT untuk pembelajjaran di SMK Negeri 4 Jakarta, hari ini Senin, 15 Juni 2009.

Ibu Zainita dan Bp/Ibu Reza menuliskan catatan di blog saya http://dedidwitagama.wordpress.com, begini:

Terima kasih Pak Dedi, kunjungan bapak ke sekolah kami sangat bermanfaat sekali bagi kami. Membuka cakrawala berfikir bahwa kita sangat perlu menggunakan teknologi IT.

zainita
smk 4 jkt


pelajaran yang bapak dedi sajikan tadi di smkn 4 jkt sangat menarik sekali. Sebelumnya saya sudah pernah membuat blog di bloger hasilnya bisa bapak lihat,yang ingin saya tanyakan bagaimana cara membuat fitur-fitur kiri-kanan supaya lebih menarik lagi. Pertanyaan kedua pak dedi,banyak saya baca di internet mengenai bisnis internet,bagaimana pula caranya pak ?
mohon penjelasannya pak dedi !
Terimakasih

reza


Terima kasih kepada Bapak Wahidin Ganev, MM, Kepala SMK Negeri 4 Jakarta dan Bapak H. Abdul Basit yang berkenan mengundang Saya bersilaturahmi ke Sekolah Bertaraf Internasional/SBI di Jakarta Utara ... semoga bermanfaat

Read More......

Wednesday, April 15, 2009

Inovasi Dalam Edukasi - TIK topiknya, 100 Guru SD se Bandung targetnya

berlokasi di Hotel Royal Corner Jl. Wastukencana Bandung saya sharring topik Teknologi Informasi dan Komunikasi/TIK, Rabu & Kamis 15 & 16 April 2009 ... pesertanya 100 guru SD se Bandung ... setelah presentasi diharapkan peserta mampu menerapkan pembelajaran dengan menerapkan TIK untuk peserta didik ... tak hanya guru yang menggunakan TIK ... murid-murid juga didorong untuk menggunakan TIK.

Saya sangat terkesan dengan perhatian dan partisipasi peserta yang sangat hebat ... sehingga interaksi hampir lima jam tak terasa ... terima kasih kepada bapak ibu guru SD di Bandung juga teman-teman dari IDE yang support saya ... shg kegiatan bisa terselenggara ... maju terus guru-guru SD se Bandung

Read More......

Saturday, March 21, 2009

Dedi Dwitagama di Program Inovasi Dalam Pembelajaran

Kini menjangkau 1.000 Sekolah Dasar, melibatkan 300.000 murid dan 15.000 guru di empat provinsi

IDE (Inovasi Dalam Edukasi) adalah program berkesinambungan dalam Pembelajaran-Interaktif-Menyenangkan dengan mempergunakan alat peraga, yang ditujukan kepada murid Sekolah Dasar (SD). Kehadiran program IDE sejak 5 tahun belakangan ini juga dimaksudkan agar memperbesar arti dan peranan para guru sebagai duta pendidikan. Menurut Seto Mulyadi, ketua Dewan Penasihat IDE, untuk tahun ajaran 2006-2007, program IDE kini telah menjangkau 300.000 murid, 15.000 guru pada 1.000 SD yang tersebar di empat provinsi di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.



Kegiatan Hari ke-2 di Surabaya, 18 Maret 2009. "Teknologi ada untuk mempermudah" materinya

Program IDE yang bergulir sejak awal 2002, diprakarsai oleh PT Unilever Indonesia, Tbk yang kemudian menunjuk Interact Carlson Marketing Group (ICMG) sebagai mitra. Program ini dimulai dengan sebuah pilot project yang bersifat non-komersial, dan didukung oleh para praktisi dunia pendidikan termasuk Dinas Pendidikan, serta disponsori oleh Unilever. "Program IDE adalah sebuah terobosan yang perlu diapresiasi dan menunjukkan kepedulian yang tinggi dari dunia usaha mengenai pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia," tutur Seto Mulyadi, Ketua Dewan Penasihat program IDE.

Pada awalnya, 13 SD diseleksi dan proses pembelajaran baru yaitu "interactive, fun learning" diperkenalkan. Materi pembelajarannya tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku, namun telah dirancang sedemikian rupa sehingga tampil lebih menarik dalam bentuk alat bantu pembelajaran seperti misalnya poster atau flip chart.

Setelah setahun berjalan yang diikuti dengan pemantauan yang ketat, maka dilakukan evaluasi, baik dari manfaat dari proses pembelajaran interaktif menyenangkan serta penggunaan alat bantu mengajarnya. Studi banding juga dilakukan, antara sekolah peserta program IDE dan non-peserta. Hasilnya sangat menggembirakan. Program bernuansa pendidikan ini dapat diterima dan disukai, dan mendorong pilot project ini dikembangkan lebih meluas ke lebih banyak sekolah di kota-kota lainnya pada tahun-tahun berikutnya.

Seiring perkembangan program IDE yang melibatkan lebih banyak sekolah, Dewan Penasihat program ini melihat bahwa proses pemantauan dan pengukuran efektivitas program IDE perlu lebih ditingkatkan, sehingga ditunjuk biro riset untuk melaksanakan survei berskala besar pada sekolah peserta dan non-peserta. Berdasarkan hasil riset independen dari AcCis pada 2006, mayoritas responden memberikan persepsi positif terhadap metode baru yang dilakukan program IDE, diantaranya pemahaman yang lebih mudah terhadap materi pelajaran; belajar lebih menyenangkan dan menarik; para siswa dapat lebih menikmati aktivitas di sekolah; proses mengajar dapat lebih aktif karena peran gambar; dan membuat para siswa lebih mudah menyerap topik yang dibahas. Riset tersebut melibatkan responden sebanyak 650 siswa, 100 guru dan 100 orang tua murid.

"Kini yang menjadi tantangan bagi kami adalah bagaimana mengajak semua pihak untuk ikut peduli pada pendidikan dan mengoptimalkan program IDE sesuai dengan kapasitas yang ada, dengan harapan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak Indonesia, khususnya murid-murid SD," jelas Esti Sofwan, Project Manager Program IDE. "Untuk itu kami ingin mendapatkan berbagai masukan dari semua pihak demi pengembangan program IDE. Kami percaya bahwa berbagai lapisan masyarakat akan mendukung program ini agar mencapai hasil yang maksimal dengan menjangkau lebih banyak murid di Indonesia", tambah Esti.

Dukungan dari mitra koalisi
Unilever, sebagai penggagas utama dalam program ini, telah mengikutsertakan beberapa brand guna mendukung pembelajaran di dalam kelas yaitu: Rinso, Kotex, Lifebuoy, Pepsodent, Wall's dan Sariwangi. Beberapa brand lain dari Unilever yang mendukung program aktivasi di luar kelas (ekstrakurikuler) adalah Taro dengan story telling 'Dewi Bumi' - untuk cinta lingkungan; Lifebuoy - 'Berbagi Sehat' cuci tangan; Komik 'Aji Pemboros' - mendidik untuk rajin menabung dan tidak boros.

Untuk tahun ini, Unilever memperkenalkan subyek lingkungan yang berkonsep 'Green and Clean'. Konsep ini lebih menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan praktik dan implementasi secara langsung. Diawali dengan sosialisasi pemisahan sampah organik & anorganik, proses pembuatan kompos dan proses lebih lanjut. Dalam implementasi tersebut melibatkan seluruh stakeholder yang terdiri dari pihak donor, dinas pendidikan wilayah, dewan penasehat, pihak sekolah (kepala sekolah, guru, siswa, komite dan pihak-pihak pendukung sekolah) serta program manajemen program IDE. "Melalui 'Green and Clean' sebagai bagian dari Program IDE, kami ingin mengajarkan anak-anak untuk peduli lingkungan sejak usia dini. Tidak hanya berhenti di sekolah, anak-anak juga akan menjadi agen perubahan dengan membawa kesadaran lingkungan tersebut ke rumah dan lingkungan tempat tinggalnya," ujar Okti Damayanti, General Manager Unilever Peduli.

Pada tahun ajaran 2006 - 2007 ini, IDE menggandeng mitra koalisi baru yaitu Frisian Flag Indonesia (FFI) - pemimpin pasar industri susu di Indonesia yang ahli di bidang nutrisi - dengan konsep Get Ready for Life! Konsep ini menitik-beratkan pada kesiapan anak untuk menyongsong masa depan. HR & General Affairs Director FFI Hendro Harijogi Poedjono menyatakan, keterlibatan FFI juga merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk turut serta membantu meningkatkan tingkat kesehatan dan gizi di Indonesia melalui berbagai aktivitas termasuk pendidikan terhadap stakeholders dan konsumen pada umumnya.

Sekilas tentang Interact Carlson Marketing Group (ICMG)
Interact Carlson Marketing Group (ICMG), sebagai bagian dari Carlson Marketing Worldwide, adalah perusahaan spesialis yang berkiprah di dalam bidang usaha "membangun kemitraan antara korporasi dengan para stakeholder" melalui program khusus. Salah satu keunggulannya adalah merencanakan dan merealisasikan berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR). ICMG merupakan perintis dalam bidang Relationship Marketing di Indonesia. Bermarkas di Minneapolis (Amerika Serikat), Carlson Marketing Worldwide adalah perusahaan pemasaran utama yang telah sukses selama 70 tahun membangun kemitraan bagi beberapa perusahaan ternama di dunia. Kini jaringan bisnisnya mencakup 37 cabang di 21 negara, mulai dari Amerika, Kanada, EMEA dan Asia Tenggara, hingga Australia.

Sumber: Antara

Read More......

Saturday, February 28, 2009

"C-Generation" Generasi Berbasis TIK Masa Depan


Kemajuan informasi teknologi telah mengubah sendi-sendi kehidupan masyarakat. Dari sini muncul C-Generation, yaitu generasi baru melek teknologi yang sangat peka akan konektivitas, konvergensi, konten kreatif, kolaborasi, dan kontekstual. Nasib bangsa ini ke depan bergantung kepada mereka ini.

Untuk itu, selain upaya struktural melalui berbagai peraturan, diperlukan langkah strategis melalui berbagai pendekatan kultural untuk mengantarkan potensi generasi masa depan ke kelompok masyarakat yang bernilai dan kompetitif.

”Kalau generasi ini justru banyak mengambil sisi negatif (dari teknologi informasi komunikasi/TIK), yang terjadi justru kebangkrutan, inefisiensi, dan lost generation,” tutur Suhono Harso Supangkat, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika di sela-sela pengukuhan jabatannya sebagai guru besar bidang teknologi infokom dari ITB.

Ia mengatakan, di masa depan, dengan makin maraknya pemanfaatan broadband (internet berpita lebar), internet dan teknologi semakin berpengaruh terhadap perilaku sosial dan ekonomi masyarakat mulai dari anak-anak, pelajar, ibu-ibu rumah tangga, hingga birokrat pemerintahan.

Dalam orasinya, ia memperlihatkan dahsyatnya pengaruh internet dan produk turunannya, seperti situs jejaring sosial Facebook dan Friendster atau Youtube, yang memengaruhi hidup manusia—C Generation itu.

”Generasi ini menjadi bekal kemajuan bangsa di masa depan yang perlu dikelola, difasilitasi, dan diarahkan sehingga mampu bertransformasi menjadi masyarakat yang bernilai,” tutur Kepala Inkubator Industri dan Bisnis ITB ini.

Ia memandang pendekatan kultural melalui sarana pendidikan atau kompetisi pembuatan konten pendidikan ataupun kreasi seni perlu lebih digalakkan untuk bisa mengimbangi dampak negatif TIK. Ia pun mengusulkan dibentuknya suatu forum C-Generation yang terdiri atas berbagai unsur masyarakat untuk memformulasikan nilai-nilai itu.

Tulang punggung ekonomi

Jika berhasil dilakukan, ia melihat perkembangan TIK, khususnya broadband, bisa jadi tulang punggung ekonomi bahkan pengantar kemajuan bangsa ini.

”Dalam 10 tahun ke depan, kebutuhan akan akses broadband mencapai 120 juta pelanggan. Nilai ekonomi dari ekosistem ini Rp 300 triliun,” ujar Suhono.

Era broadband yang saat ini tengah dirintis melalui teknologi Wimax lalu menyusul LTE dan Serat Optik, menurut dia, adalah gelombang industri TIK generasi ketiga.

Berbeda dengan dua generasi sebelumnya, yaitu era satelit dan telepon seluler, ia optimistis Indonesia mampu berperan lebih banyak sebagai pemain ataupun tuan rumah di negeri sendiri. Apalagi, aturan yang tengah dirumuskan mendorong penggunaan konten dan kandungan lokal. ”Jika 30-40 persen industri dalam negeri bisa bermain, ini bisa menjadi hal yang menggembirakan,” tuturnya. (jon)

Sumber: Kompas

Berjudul: "5K", Generasi Berbasis TIK Masa Depan

Sabtu, 28 Februari 2009

Read More......

Monday, January 26, 2009

belajar tak henti



Banyak hal yang masih harus kita pelajari merespon perubahan yang terjadi, saat ini Saya sedang belajar Open Source; setelah copy puluhan giga beraneka ilmu, kami terlibat perbincangan seru yang endingnya menguatkan diri ini untuk terus berbuat membantu republik yang banyak penghuninya tapi minim resources yang konsern dan bersedia berbuat tanpa harus menunggu SK, penyandang “segala rupa”, dan pengakuan sana-sini atau lainnya.

Trm kasih Bp Onno, juga Ibu Onno yang berkenan temani kami bincang-binang seru, bahkan beri oleh-oleh banyak buku IGOS - Indonesia Goes to Open Source, semoga Bp, Ibu dan keluarga dalam sehat senantiasa … keep fight ya

Read More......

Friday, November 14, 2008

Training Motivasi ICT di SMK Negeri 38 Jakarta


Information Communication Technologi atau Teknologi Informasi dan Komunikasi sangat penting untuk Guru dan tenaga kependidikan di Sekolah. Sehubungan dengan itu Saya diundang oleh Ibu Nurhasnah, M.Pd, Kepala SMK Negeri 38 Jakarta untuk memotivasi guru dan karyawan disana.

Bertempat di lab komputer interaksi berlangsung, Saya mengungkap betapa ICT bisa membantu proses belajar mengajar, memperluas wawasan guru dan murid, berbisnis hingga ke lintas benua dan sebagainya. Rupanya mereka tertarik untuk blogging dan memanfaatkan untuk kegiatan belajar. Saya memberi contoh betapa mudahnya menemukan ide, dari apa yang kita loihat dan kita rasakan.

Saya membagikan potongan kertas kecil, lalu setiap peserta Saya minta untuk menulis tentang apa saja secara spontan ... hebat, semua mampu menemukan minimal satu paragraf tentang berbagai hal, begitulah salah satu cara menemukan ide menulis posting di blog. Terima kasih teman-teman atas kepercayaan dan semangat yang hebat.

Info lainnya tentang kegiatan ini silahkan klik disana

Read More......