Showing posts with label dedi dwitagama. Show all posts
Showing posts with label dedi dwitagama. Show all posts

Wednesday, January 20, 2010

Berpindah alamat



Terima kasih Anda telah mengunjungi blog Saya, Sejak 1 Januari 2010 dokumentasi kegiatan training Saya berpindah ke alamat http://trainerkita.wordpress.com, silahkan berkunjung kesana.

Terima kasih kepada semua Mitra Saya yang berkenan bekerjasama, kepada blogger yang menyediakan layanan ngeblog gratis yang Saya nikmati sejak 2005.

Read More......

Wednesday, November 25, 2009

till MIDNIGHT with OSIS SMA & SMK Jakarta Timur

Panitia LDK OSIS SMA & SMK Jakarta Timur mengundang Saya untuk sharring masalah pemberdayaan OSIS di Cibodas Jawa Barat Senin 23 Nopember 2009. Pesertanya hampir seratus orang.

Sejak awal saya melihat mereka bukan anak-anak biasa ... ternyata benar, mereka sangat bergairah merespon permainan-permainan yang saya berikan ... saat tanya jawab telunjuk mereka tak henti mengudara ... puluhan peserta ingin dipuaskan keingintahuannya ... hampir saja saya tak bisa pulang ... sementara, udara makin dingin ... saya masih harus mengemudi kembali jumpai orang-orang tercinta di Jakarta.

Terbayang ... bangsa ini makin maju dan hebat karena generasi mudanya seperti yang saya jumpai saat itu ... selamat berjuang jadi pmimpin besar anak-anakku ... saya bangga pernah berjumpa dengan anda.

(foto-foto menyusul)

Read More......

Saturday, August 22, 2009

Trainer pemula dan Michael Jackson


Pertengahan tahun sembilanpuluhan Saya sering menggunakan lagu Michael Jackson yang berjudul "Heal The World" .. beberapa teman trainer diantaranya Trisye "Nunun", Betty Kemal Taruc dan dr. Kusman Suria Kusumah mungkin ingat lagu itu biasa saya gunakan untuk menutup presentasi saya.

Kepergian penyanyi lagu itu membuat saya kembali teringat dan ingin berterima kasih kepada almarhum yang telah nyanika lagu itu begitu indah juga kepada pencipta lagu ... tentunya juga untuk Maha Pencipta yang atur semua ... mari kita buat dunia yang nyaman untuk anak cucu kita ... bebas dari narkoba

There’s a place, in your heart, and I know that it is love And this place, could be much brighter than tomorrow And if you, really try, you’ll find there’s no need to cry In this place, you’ll feel there’s no hurt or sorrow

There are, ways to get there
If you care enough for the living
Make a little space…
Make a better place…

[Chorus:]
Heal the world, make it a better place
For you and for me and the entire human race
There are, people dying, if you care enough for the living
Make a better place, for you and for me

If you want, to know why, there’s a love that cannot lie
Love is strong, it only cares for joyful giving
If we try, we shall see, in this bliss we cannot feel
Fear or dread, we stop existing and start living

Then it, feels that always, love’s enough for us growing
Make a better world,
And make a better world…

[Chorus]

[Bridge:]
And the dream we were conceived in will reveal a joyful face
And the world we once believed in will shine again in grace
Then why do we keep strangling life
Wound this earth crucify it’s soul
Though it’s plain to see, this world is heavenly,
be god’s glow

We could fly, so high, let our spirits never die
In my heart, I feel you are all my brothers
Create a world, with no fear, together we’ll cry happy tears
See the na – tions turn their swords into plowshares

We could, really get there, if you cared enough for the living
Make a little space, to make a better place…

[Chorus]

[Chorus] ^ (x2)

There are, people dying, if you care enough for the living
Make a better place, for you and for me
(x2)

You and for me (make a better place)
You and for me (make a better place)
You and for me (make a better place)
You and for me (heal the world we’re living)
You and for me (save it for our children)
You and for me (heal the world we’re living)
You and for me (save it for our children)
You and for me (heal the world we’re living)
You and for me (save it for our children)
You and for me (heal the world we’re living)
You and for me (save it for our children)

Read More......

Saturday, February 28, 2009

"C-Generation" Generasi Berbasis TIK Masa Depan


Kemajuan informasi teknologi telah mengubah sendi-sendi kehidupan masyarakat. Dari sini muncul C-Generation, yaitu generasi baru melek teknologi yang sangat peka akan konektivitas, konvergensi, konten kreatif, kolaborasi, dan kontekstual. Nasib bangsa ini ke depan bergantung kepada mereka ini.

Untuk itu, selain upaya struktural melalui berbagai peraturan, diperlukan langkah strategis melalui berbagai pendekatan kultural untuk mengantarkan potensi generasi masa depan ke kelompok masyarakat yang bernilai dan kompetitif.

”Kalau generasi ini justru banyak mengambil sisi negatif (dari teknologi informasi komunikasi/TIK), yang terjadi justru kebangkrutan, inefisiensi, dan lost generation,” tutur Suhono Harso Supangkat, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika di sela-sela pengukuhan jabatannya sebagai guru besar bidang teknologi infokom dari ITB.

Ia mengatakan, di masa depan, dengan makin maraknya pemanfaatan broadband (internet berpita lebar), internet dan teknologi semakin berpengaruh terhadap perilaku sosial dan ekonomi masyarakat mulai dari anak-anak, pelajar, ibu-ibu rumah tangga, hingga birokrat pemerintahan.

Dalam orasinya, ia memperlihatkan dahsyatnya pengaruh internet dan produk turunannya, seperti situs jejaring sosial Facebook dan Friendster atau Youtube, yang memengaruhi hidup manusia—C Generation itu.

”Generasi ini menjadi bekal kemajuan bangsa di masa depan yang perlu dikelola, difasilitasi, dan diarahkan sehingga mampu bertransformasi menjadi masyarakat yang bernilai,” tutur Kepala Inkubator Industri dan Bisnis ITB ini.

Ia memandang pendekatan kultural melalui sarana pendidikan atau kompetisi pembuatan konten pendidikan ataupun kreasi seni perlu lebih digalakkan untuk bisa mengimbangi dampak negatif TIK. Ia pun mengusulkan dibentuknya suatu forum C-Generation yang terdiri atas berbagai unsur masyarakat untuk memformulasikan nilai-nilai itu.

Tulang punggung ekonomi

Jika berhasil dilakukan, ia melihat perkembangan TIK, khususnya broadband, bisa jadi tulang punggung ekonomi bahkan pengantar kemajuan bangsa ini.

”Dalam 10 tahun ke depan, kebutuhan akan akses broadband mencapai 120 juta pelanggan. Nilai ekonomi dari ekosistem ini Rp 300 triliun,” ujar Suhono.

Era broadband yang saat ini tengah dirintis melalui teknologi Wimax lalu menyusul LTE dan Serat Optik, menurut dia, adalah gelombang industri TIK generasi ketiga.

Berbeda dengan dua generasi sebelumnya, yaitu era satelit dan telepon seluler, ia optimistis Indonesia mampu berperan lebih banyak sebagai pemain ataupun tuan rumah di negeri sendiri. Apalagi, aturan yang tengah dirumuskan mendorong penggunaan konten dan kandungan lokal. ”Jika 30-40 persen industri dalam negeri bisa bermain, ini bisa menjadi hal yang menggembirakan,” tuturnya. (jon)

Sumber: Kompas

Berjudul: "5K", Generasi Berbasis TIK Masa Depan

Sabtu, 28 Februari 2009

Read More......

Monday, January 26, 2009

belajar tak henti



Banyak hal yang masih harus kita pelajari merespon perubahan yang terjadi, saat ini Saya sedang belajar Open Source; setelah copy puluhan giga beraneka ilmu, kami terlibat perbincangan seru yang endingnya menguatkan diri ini untuk terus berbuat membantu republik yang banyak penghuninya tapi minim resources yang konsern dan bersedia berbuat tanpa harus menunggu SK, penyandang “segala rupa”, dan pengakuan sana-sini atau lainnya.

Trm kasih Bp Onno, juga Ibu Onno yang berkenan temani kami bincang-binang seru, bahkan beri oleh-oleh banyak buku IGOS - Indonesia Goes to Open Source, semoga Bp, Ibu dan keluarga dalam sehat senantiasa … keep fight ya

Read More......

Thursday, January 22, 2009

Dedi Dwitagama di Kalender BNN 2009






Trm Kasih BNN yang telah berkenan mencetak kalender tahun 2009 yang sertakan foto kegiatan Training Saya di Cisarua dengan audience Siswa/i SMA Negeri 68 Jakarta, topiknya Leadership pada kegiatan LDK yang mereka adakan.

Read More......

Sunday, December 07, 2008

Trainer Pendidikan; Sharring IT di SMK Negeri 30 Jakarta


Sharring masalah IT untuk optimalisasi pendidikan di SMK Negeri 30 Jakarta, Jumat 5 Desember 2008. Diikuti oleh staf inti dan pengelola IT di Sekolah Bertaraf Internasional yang berlokasi di Jl. Pakubuwono VI Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Berdasarkan pengelaman sharring topik sejenis di beberapa Sekolah, umumnya mereka mengeluhkan tentang minimnya waktu dan keterbatasan dalam menulis.

Tentang minimnya waktu, mungkin teman-teman guru kurang bisa mendelegasikan wewenang atau mengorganisir kegiatan sehingga bisa mencapai hasil yang optimal dengan energi yang minimal. Umumnya mereka mengerjakan sendiri berbagai pekerjaannya. Saya jadi terkenang dulu ... saat mengajar, Saya hampir selalu memiliki asisten yang membantu pekerjaan Saya; mengelola absen, koreksi, nilai (dengan menggunakan komputer), dan lainnya. Kontroversi memang ... banyak teman yang menilai itu tak benar ... Saya melihat sisi positifnya (berdasarkan pengalaman masa kecil Saya, ternyata Saya sering disuruh Guru mengerjakan  "ini - itu", dampaknya membuat Saya terlatih kerja yang baik dan serius). Asisten-asisten Saya kini hidup mandiri sebagai mekanik, guru, anggota KPU (dulu dia jadi Presiden BEM UNJ).

Tentang menulis, mungkin karena teman guru terbiasa menyampaikan laporan pada Kepala Sekolah secara lisandan jarang  melakukan aktifitas secara tertulis ... jadi barangkali kini saatnya dibiasakan laporan atau komunikasi lainnya dilakukan secara tertulis. Saat sharring Saya membagikan kertas kecil, lalu peserta menuliskan tentang apa saja yang terlintas di fikiranya, ternyata mereka bisa ... 

Read More......