Showing posts with label Education. Show all posts
Showing posts with label Education. Show all posts

Wednesday, April 15, 2009

Inovasi Dalam Edukasi - TIK topiknya, 100 Guru SD se Bandung targetnya

berlokasi di Hotel Royal Corner Jl. Wastukencana Bandung saya sharring topik Teknologi Informasi dan Komunikasi/TIK, Rabu & Kamis 15 & 16 April 2009 ... pesertanya 100 guru SD se Bandung ... setelah presentasi diharapkan peserta mampu menerapkan pembelajaran dengan menerapkan TIK untuk peserta didik ... tak hanya guru yang menggunakan TIK ... murid-murid juga didorong untuk menggunakan TIK.

Saya sangat terkesan dengan perhatian dan partisipasi peserta yang sangat hebat ... sehingga interaksi hampir lima jam tak terasa ... terima kasih kepada bapak ibu guru SD di Bandung juga teman-teman dari IDE yang support saya ... shg kegiatan bisa terselenggara ... maju terus guru-guru SD se Bandung

Read More......

Saturday, February 28, 2009

"C-Generation" Generasi Berbasis TIK Masa Depan


Kemajuan informasi teknologi telah mengubah sendi-sendi kehidupan masyarakat. Dari sini muncul C-Generation, yaitu generasi baru melek teknologi yang sangat peka akan konektivitas, konvergensi, konten kreatif, kolaborasi, dan kontekstual. Nasib bangsa ini ke depan bergantung kepada mereka ini.

Untuk itu, selain upaya struktural melalui berbagai peraturan, diperlukan langkah strategis melalui berbagai pendekatan kultural untuk mengantarkan potensi generasi masa depan ke kelompok masyarakat yang bernilai dan kompetitif.

”Kalau generasi ini justru banyak mengambil sisi negatif (dari teknologi informasi komunikasi/TIK), yang terjadi justru kebangkrutan, inefisiensi, dan lost generation,” tutur Suhono Harso Supangkat, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika di sela-sela pengukuhan jabatannya sebagai guru besar bidang teknologi infokom dari ITB.

Ia mengatakan, di masa depan, dengan makin maraknya pemanfaatan broadband (internet berpita lebar), internet dan teknologi semakin berpengaruh terhadap perilaku sosial dan ekonomi masyarakat mulai dari anak-anak, pelajar, ibu-ibu rumah tangga, hingga birokrat pemerintahan.

Dalam orasinya, ia memperlihatkan dahsyatnya pengaruh internet dan produk turunannya, seperti situs jejaring sosial Facebook dan Friendster atau Youtube, yang memengaruhi hidup manusia—C Generation itu.

”Generasi ini menjadi bekal kemajuan bangsa di masa depan yang perlu dikelola, difasilitasi, dan diarahkan sehingga mampu bertransformasi menjadi masyarakat yang bernilai,” tutur Kepala Inkubator Industri dan Bisnis ITB ini.

Ia memandang pendekatan kultural melalui sarana pendidikan atau kompetisi pembuatan konten pendidikan ataupun kreasi seni perlu lebih digalakkan untuk bisa mengimbangi dampak negatif TIK. Ia pun mengusulkan dibentuknya suatu forum C-Generation yang terdiri atas berbagai unsur masyarakat untuk memformulasikan nilai-nilai itu.

Tulang punggung ekonomi

Jika berhasil dilakukan, ia melihat perkembangan TIK, khususnya broadband, bisa jadi tulang punggung ekonomi bahkan pengantar kemajuan bangsa ini.

”Dalam 10 tahun ke depan, kebutuhan akan akses broadband mencapai 120 juta pelanggan. Nilai ekonomi dari ekosistem ini Rp 300 triliun,” ujar Suhono.

Era broadband yang saat ini tengah dirintis melalui teknologi Wimax lalu menyusul LTE dan Serat Optik, menurut dia, adalah gelombang industri TIK generasi ketiga.

Berbeda dengan dua generasi sebelumnya, yaitu era satelit dan telepon seluler, ia optimistis Indonesia mampu berperan lebih banyak sebagai pemain ataupun tuan rumah di negeri sendiri. Apalagi, aturan yang tengah dirumuskan mendorong penggunaan konten dan kandungan lokal. ”Jika 30-40 persen industri dalam negeri bisa bermain, ini bisa menjadi hal yang menggembirakan,” tuturnya. (jon)

Sumber: Kompas

Berjudul: "5K", Generasi Berbasis TIK Masa Depan

Sabtu, 28 Februari 2009

Read More......

Sunday, November 16, 2008

Satu gambar, berjuta kata

Jika Anda sering berkunjung ke blog ini tentunya melihat ada perubahan, Saya lebih sering berbicara dengan bahasa gambar, karena satu gambar bermakna banyak .... silahan memberi kesan melalui gambar yang Anda lihat.

Saya selalu berusaha menampilkan gambar suasana training ... jika training Saya berlangsung di Jakarta hingga Bandung, biasanya Saya dibantu Rochman, dulu dia murid Saya di SMK Negeri 39 Jakarta, kini menjadi asisten training Saya saat tak ada jadwal kuliah di jurusan Elektronika UNJ. Jika harus ke luar pulau Jawa, Saya memotret sendiri atau dibantu panitia mendokumentasikan suasana pelatihan. Terima kasih atas perhatian dan kunjungan Anda, semoga Anda sehat dan sejahtera senantiasa.

Read More......

Friday, November 14, 2008

Training Motivasi ICT di SMK Negeri 38 Jakarta


Information Communication Technologi atau Teknologi Informasi dan Komunikasi sangat penting untuk Guru dan tenaga kependidikan di Sekolah. Sehubungan dengan itu Saya diundang oleh Ibu Nurhasnah, M.Pd, Kepala SMK Negeri 38 Jakarta untuk memotivasi guru dan karyawan disana.

Bertempat di lab komputer interaksi berlangsung, Saya mengungkap betapa ICT bisa membantu proses belajar mengajar, memperluas wawasan guru dan murid, berbisnis hingga ke lintas benua dan sebagainya. Rupanya mereka tertarik untuk blogging dan memanfaatkan untuk kegiatan belajar. Saya memberi contoh betapa mudahnya menemukan ide, dari apa yang kita loihat dan kita rasakan.

Saya membagikan potongan kertas kecil, lalu setiap peserta Saya minta untuk menulis tentang apa saja secara spontan ... hebat, semua mampu menemukan minimal satu paragraf tentang berbagai hal, begitulah salah satu cara menemukan ide menulis posting di blog. Terima kasih teman-teman atas kepercayaan dan semangat yang hebat.

Info lainnya tentang kegiatan ini silahkan klik disana

Read More......

Saturday, September 20, 2008

LDK OSIS SMA & SMK Sudin Dikmenti Jakarta Utara



Latihan Dasar Kepemimpinan untuk OSIS SMA dan SMK se Jakarta Utara dilangsungkan di Pondok Pemuda Cibodas Jawa Barat, Jumat 18 September 2008, diikuti lebih dari 100 peserta. Saya menyajikan materi Manajemen Organisasi. Diawali dengan permainan mencari teman sambil beradaptasi dan bergerak cepat dalam bertindak, direspon sangat bergairah oleh peserta, menjadikan pagi yang dingin udara pegunungan berubah menjadi hangat dan bergairah.

Saya berusaha memberikan pemahaman kepada peserta bagaimana mengelola organisasi agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan, pertanyaan dan pendapat tentang materi Saya bertubi-tubi, hal ini menunjukkan kualitas peserta yang ikuti kegiatan itu memang tak biasa.

Training Saya ditutup dengan menyanyikan lagu Afgan "Terima kasih Cinta" bersama-sama

Tersadar di dalam sepiku
setelah jauh melangkah
Cahaya kasihmu menuntunku
kembali dalam dekap tanganmu

Terima kasih cinta untuk segalanya
kau berikan lagi kesempatan itu
Tak akan terulang lagi
semua kesalahanku yang pernah menyakitimu

Tanpamu tiada berarti
tak mampu lagi berdiri
Cahaya kasihmu menuntunku
kembali dalam dekapan tanganmu

Terimakasih cinta untuk segalanya
kau berikan lagi kesempatan itu
Tak akan terulang lagi
semua kesalahanku yang pernah menyakitimu

oho oo..

ooh oo..


Terima kasih kepada Bp Alpisahar Lewenussa, Bp Imron dan Bp/Ibu lainnya yang kembali memberi kepercayaan kepada Saya untuk menyajikan materi pada LDK tahun ini, semoga bermanfaat. Untuk peserta, semoga Anda bisa jadi pemimpin masa depan yang membawa negeri ini ke arah yang lebih baik.

Read More......

Wednesday, September 03, 2008

School Based Drug Prevention Program IASTP - Kendari

Akhir Agustus 2008 di Balai Diklat Sulawesi Tenggara, daerah Puwatu. Pesertanya mayoritas Guru SMP, SMA dan SMK di Sultra





Suasananya asik, peserta aktif, pohon kelapa di luar ruang hadirkan suasana romantis

Read More......

“Cegah Narkoba dengan Fun” - Media Coverage of SBDP Training in Surabaya


The School Based Drug Prevention (SBDP) Training in Surabaya was covered in Jawa Pos news paper, dated 05 August 2008, page 31 at the Metropolis Pendidikan rubric. In this rubric, the SBDP training news is placed in the Pelatihan (Training) Column of Article.

Under the title of “Cegah Narkoba dengan Fun” (Prevent Drug with Fun), iIt is said that there are many drug prevention applied at schools. For this purpose, BNN in collaboration with Government of Australia through the AusAID arranged a training named School Based Drug Prevention, located at Wisma Tamu BNP.
In this training, trainers assigned are from Indonesia Australia Specialized Training Projects (IASTP) and from Austraining International. IASTP trainers are Diah Setia Utami, Riza Sarasvita, Early Dewi and Dedi Dwitagama. From Australia are Donna Leigh, Madalena and Ian Smyth. Those trainers were jointly collaborated to deliver training materials based on appropriate “fun” approaches to be applied for school children.

Although the materials delivered by each trainer were different, they tried to deliver using attractive games.


Special thanks for Dody Budhiwaskito who send me media attachment.

Read More......

Trainer yang Kompak


Tim trainer school Based drug Prevention Program IASTP; Surabaya, Lombok dan Kendari, Juli agustus 2008, dari kiri: Indra Damanik (penerjemah), Ian Smyth, Dody (Austraining/Provider), Mia Hapsari (penerjemah), dr. Diah Sp.KJ (Wadir RSKO Jakarta), Saya, Donna (Master Trainer), Early Dewi, Madeline, Riza.

Read More......

Monday, August 18, 2008

Participant School Based Drug Prevention Program

Berbagai alat, cara, strategi diujicoba untuk membekali paserta agar siap melakukan berbagai Program Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba berbasis Sekolah. Many tools, instrument and strategy durring School Based Drug Abuse Prevention Program, prepare participant doing Action Plan




Dokumentasi Peserta, Guru-guru, Polisi, tenaga kesahatan Mataram NTB

Read More......

Saturday, August 09, 2008

HISTERIA calon pemimpin SMA Negeri 4 Jakarta




Suasananya heboh, ramai, bergairah, semangat, ... berkeringat. Walau jumlah mereka 190 orang ... suasananya kondusif, tnertib dan asyik, kami mendiskusikan Kepemimpinan sambil bermain "bola kolong", opini grup, dan tepuk "queen".

Terima kasih Ibu Diah yang kembali mengontak Saya untuk hadir di forum yang hebat ... semoga makin banyak pemimpin negeri yang bagus dan hantarkan kita lebih sejahtera ...

Inti dari pelatihan Saya untuk memberikan pemahaman dan pengalaman dari bermain bahwa
Kepemimpinan adalah Seni dan keterampilan seseorang untuk mempengaruhi dan mengerakkan orang lain agar dapat bekerja untuk mencapai suatu tujuan



Foto-foto: Omen

Read More......

Wednesday, August 06, 2008

Bicarakan OBAMA di SMA Negeri 103 Jakarta


Sabtu malam tanggal 2 Agustus Kami berdiskusi dengan asyik mengenai fenomena pemunculan calon presiden AS Barack Obama. Calon presiden Barrack Obama dikenal karena ajakannya kepada semua orang untuk berubah. Lihat saja semboyannya “Ï’M ASKING YOU TO BELIEVE. Not just in my ability to bring about real change in Washington … I’m asking you to believe in yours.” dan “Change We Can Believe In”. Namun diskusi ini menjadi lebih bermakna dikarenakan lawan diskusi yang beda dari biasanya, mereka adalah calon-calon pemimpin bangsa yang sekarang sedang masuk jajaran pengurus OSIS di SMAN 103 Jakarta Timur dan sedang menjalani Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).

Bersama Pak Agus Sampoerno, pengasuh blog ‘Guru Kreatif’ di sekolah yang sudah mendapat predikat ‘Anti Bullying’ ini saya mendapatkan kesempatan untuk berbagi , membuka wawasan, memberikan gambaran tantangan masa depan. Pada kesempatan pelatihan tersebut kami juga memberi motivasi kepada siswa-siswi yang hadir dalam pelatihan pengurus OSIS SMUN 103 Jakarta agar semakin mencintai organisasi dan mengambil manfaat dari kegiatan berorganisasi bagi pengembangan diri mereka di masa depan.

Seperti biasa hadir dengan ‘ramuan’pelatihan yang tidak biasa.Memulai pelatihan dengan mengajak peserta untuk bermain sambil melatih kerjasama. Setelah ice breaking usai saya tampil untuk berbagi mengenai hal-hal apa saja yang dibutuhkan untuk menjadikan organisasi siswa intra sekolah (OSIS) di SMAN 103 sebagai organisasai pembelajar. Organisasi pembelajar adalah sebuah sebutan baru bagi organisasi yang anggotanya didorong dan diberikan kesempatan untuk terus belajar dan memperluas kapasitas dirinya. Organisasi pembelajar dianggap berhasil bila siap menghadapi perubahan dengan mengelola perubahan itu sendiri.

Acara pelatihan yang berlangsung 2 jam menjadi terasa cepat dikarenakan peserta semuanya dituntut keaktifannya dalam mengemukakan pendapat dan tidak hanya mendengarkan ‘ceramah’ dari kami sebagai nara sumber. Dalam sebuah kesempatan peserta bahkan ditantang untuk ‘berbeda’ ketika diminta mengomentari pernyataan terbuka mengenai esensi kepemimpinan. Pernyataan seperti “Hanya orang yang berpengalaman yang bisa memimpin”, ditanggapai beragam oleh peserta yang hadir. Saya dan Pak Agus membagi respon mereka dalam 3 golongan, ‘setuju’, ‘sangat setuju’ dan ‘tidak setuju’. Semua peserta dibebaskan untuk bersikap dan mengemukakan pendapat. Saat mengemukakan pendapat inilah kami merasakan ‘aura’ mereka sebagai calon pemimpin masa depan sudah terbentuk.

Kesempatan untuk ‘tandem’ dengan Pak Agus adalah kesempatan yang langka bagi saya, karena dengan demikian terbuka banyak sekali kesempatan bagi saya untuk belajar dari beliau bagaimana mengoptimalkan sebuah pelatihan agar peserta aktif sambil tetap bisa mengambil manfaat dari topik yang dibawakan.

Akhirnya ucapan terima kasih kepada Pak Agus atas izin mengedit tulisannya dan diposting di blog ini, juga kepada seluruh civitas akademika SMAN 103 yang sudah menerima saya dan Pak Agus Sampurno dengan baik. Juga kepada Omen yang sibuk memastikan semua berjalan dengan baik.

Read More......

Sunday, June 22, 2008

Outbon tim LKS DKI Jakarta


Outbond team LKS DKI Jakarta untuk LKS tingkat Nasional ke-18 di Makasar

Read More......

Saturday, June 21, 2008

Pembinaan Keagamaan SUDIN DIKMENTI JAK UTARA





Cibodas, Jumat 20 Juli 2008

Type rest of the post here

Read More......

Thursday, June 19, 2008

Mencegah TAWURAN


Kegiatan Sudin Dikmenti Jakarta Utara, Musium Listrik TMII Jakarta, Rabu 18 Juni 2008, topiknya tentang Narkoba.
Image: Omen

Type rest of the post here

Read More......

Friday, June 06, 2008

bakat besar dan pikiran besar; HUDAN HIDAYAT

Seorang penyair yang baik bukan seorang yang besar niatnya untuk membuat puisi yang baik, tapi besar bakatnya untuk menyerap hidup dan membentuknya kembali ke dalam kata-kata.

Kata-katanya bukanlah sekedar keterampilan yang datang dari otak yang keras untuk merebut makna hidup ke dalam seni kata-katanya, tapi dari kedalaman sumur jiwanya. Sebab sekitarnya hanyalah sampiran belaka dari jiwanya yang ingin menemukan sesuatu yang belum hadir dalam kata-katanya, hidup yang ditemukan.

Hidup itu sendiri mungkin mengguncangkan. Tapi begitu sampai ke dalam kata-katanya, guncangan-guncangan itu bisa saja menjadi lemas tak berdaya - ibarat penis yang mati setelah bersetubuh pagi tadi. Atau wajah pucat karena kekurangan darah.



Sebab begitulah puisi: bukan terutama datang dari kerja otak tapi dari kerja hati - passion. Otak kita bisa sangat terampil membuat esai, atau menyatakan diri ke dalam pemikiran yang terbentang. Tapi puisi? Tunggu dulu.

Bacaan tak banyak menolong kalau bakat kita memang kecil. Bacaan tinggallah sesuatu yang berselang-seling dalam tempurung. sebagai mercusuar yang menjadi angan-angan - angan untuk membuat puisi.

Niat untuk membuat puisi yang berbeda dalam dan terutama dari tradisi kepenyairan kita. Atau tradisi kepenyairan dunia. Dirinya diangankannya telah menjelma menjadi sesuatu yang berbeda, tapi kerja puisinya tak menampakkan ciri-ciri yang berbeda itu. Bahkan tak sampai pada kedalaman apa pun kecuali sekedar sentuhan kata-kata apa adanya, yang hampa makna. Hampa pula dari misteri kata-kata. Misteri kata-kata yang mewujudkan teka-teki hidup.

Teka-teki hidup adalah makna benda dan makna kata - makna itu sendiri, yang bergesekan. Benda dan makna memang sesuatu yang berselang-seling, ibarat malam dan siang tetapi dalam perputaran dan pergerakan seperti bola pingpong: cepat, bukan sesuatu yang merambat.

Kecepatannya sering membingungkan, dan sang penyair menyusunnya kembali ke dalam kata-kata dalam puisi.

Bolehlah penyair menyusunnya dengan otaknya, tapi otak saja tidak cukup. Otak hanya sekedar pengikat - pembentuk susunan. Yang menentukan akhirnya adalah teka-teki jiwanya sendiri.

Jiwanya yang seolah gua gelap dalam alam purba. Kegelapan yang ingin menghendaki terang, bukan malah nyemplung kembali ke dalam kegelapan.

Ah, kita harus berhadapan dengan regu tembak dulu, para lelaki yang urung menembak dan melepaskan kita dari lubang maut, sebelum bisa membuat puisi yang sebenarnya puisi.

Puisi yang berdarah. Puisi yang terentang antara hidup dan mati. Ada dan tiada. Puisi dari keringat hidup penuh warna. Memancarkan kekosongan. Tempat di mana jiwa dan raga kita menemukan oasenya. Dari hidup yang kadang bermakna kadang terasa sia-sia: untuk apakah semua makna itu, kalau bayang-bayang kematian mengintip sejak kita mencelat dari rahim ibu.

Baik kukutip puisi Tagore saja, puisi yang berupa cerpen pen yang menyerakkan dirinya ke dalam bait-bait puisi, terjemahan Abdul Hadi:

Jika gong berdengung sepuluh kali di pagi hari dan aku berjalan menuju sekolah, bertemulah aku setiap hari dengan penjual kelontong yang berteriak, "Manik! Manik batu!"

Tak ada yang memburu dia, tak ada jalan yang harus ditempuh, tak ada tempat ke mana ia harus pergi.

Aku ingin jadi penjual kelontong yang menghabiskan hari-harinya di jalanan sambil berteriak, "Manik! Manik batu!"

Jika sore hari pukul empat aku pulang dari sekolah, kulihat dari gerbang masuk tukang kebun sedang menyabit rumput di halaman.

Ia bekerja sesuka hatinya, mengotori bajunya dengan debu, berjemur di bawah panas matahari, kehujanan tanpa seorang pun melarangnya.

Aku ingin jadi tukang kebun yang bekerja sesuka hati, dan tak seorang pun melarangku.

Jika malam tiba dan ibu menyuruhku tidur, kulihat lewat jendela, peronda malam bolak-balik di gang.

Jalanan gelap, dan sepi, dan lampu pasar tegak bagai raksasa bermata merah di tengah kepalanya.

Peronda itu berjalan membawa lampunya bersama bayang-bayangnya, dan ia tak pernah tidur selama hidupnya.

Aku ingin menjadi peronda dan berjalan di jalanan sepanjang malam sambil menghalau bayang-bayang dengan lampuku.

Sumber: Millis Kompas

Read More......

Tuesday, April 15, 2008

“The Power of ICT in Education” di UNJ


Sohib Saya yang hebat, Oom Wijaya (Guru SMP Lab School Jakarta) mengundang Saya untuk sharring pada kegiatan Seminar Nasional “The Power of ICT in Education”, hari ini di Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rawamangun, diikuti lebih dari 300 peserta. Kegiatan dilanjutkan dengan workshop pada dua hari yang berbeda dengan peserta lebih dari 150 orang.

Pembicara lain pada seminar itu adalah: DR. Onno W. Purbo, Agus Sampurno, Guru Sekolah Global Jaya Bintaro, Giri Suryatmana, Sekretaris Ditjen PMPTK



Presentasi Saya fokus pada pemanfaatan ICT di Sekolah dan kendala yang dihadapi. Agus Sampurno mengungkap tentang strategi pengelolaan proses belajar di kelas. Pak Giri ungkapkan bagaimana Ditjen PMPTK melakukan upaya peningkatan kualitas guru di Indonesia melalui ICT, mengingat berbagai kendala wilayah dan sumberdaya, melalui kegiatan MGMP, K3SK, MKS, Asosiasi, dll.

Onno W. Purbo, mendorong peserta untuk jadi produsen yang menghasilkan sesuatu atau produktif, misalnya membuat blog, wiki, ... , atau hanya sekedar membalas email. Seperti biasa, beliau presentasi sambil demo tentang banyak hal seperti tentang Ubuntu Muslim Edition, Wiki, Blog, cara memblok situs porno.

Pembicara lainnya DR. Romi Satria Wahono yang mengungkap petunjuk praktis pembuatan bahan e-learning, ada juga Uwes

Inti dari Seminarnya adalah bahwa; IT, secara teknis tak terlalu sulit dan bukan tujuan akhir, persoalannya adalah bagaimana caranya selalu memunculkan kreatifitas dan kontinuitas memberi isi untuk pencapaian tujuan pendidikan, membuat anak bangsa mampu berfikir kritis, sistematis dan mandiri.

Terima kasih Bang Jay, dan teman-teman dari Jurusan Teknologi Pendidikan Pasca Sarjana UNJ ... sukses banget seminarnya karena mayoritas peserta bertahan hingga akhir seminar.

Read More......

Sunday, March 09, 2008

IT di Konferensi PGRI


Di Konfrensi Kerja PGRI Jakarta Pusat akhir Februari 2008, Saya datang sebagai panitia, tugasnya siapkan sertifikat dan yang berkaitan dengan persidangan plus dokumentasi, Saya ambil posisi di meja paling belakang pojok kanan untuk bekerja sambil dengar perkembangan konferensi ... Notebook, printer, kamera plus modem temani saya, karena ternyata ada beberapa permintaan kiriman file by internet. Ternyata Ketua Panitia Konferensi,Bapak Drs.H.Sjafruddin, MM, Kepala SMP Negeri 10 Jakarta meminta Saya paparkan tentang pentingya IT bagi Kepala Sekolah


Rupanya mayoritas peserta saat itu adalah Kepala SD Negeri di Jakarta Pusat, Saya ungkapkan betapa pentingnya penguasaan IT buat mereka, Saya beri contoh tentang hal sederhana yang sedang mereka butuhkan, mencari data NISN siswa mereka,dalam waktu singkat hitungn menit data itu berhasil diperoleh tanpa harus bepergian kemana-mana ... bahkan data SD di pelosok negeri bisa kita lihat tanpa harus bertanya pada Kepala SD itu ... penggunaan IT untuk penyajian materi pelajaran jadi lebih menarik juga saya beri contohnya ... hingga tren Dinas Dikdas menuju penerapan berbagai standar yang sulit berkelit dari IT.

Responnya, manis sekali ... pertanyaan menghujam tak henti ... berlanjut hingga sessi selesai bahkan saat sebagai peserta tertelap Saya masih melayani permintaan akses informasi dari negeri yang jauh ... selamat terbuka wawasan para Kepala Sekolah Dasar ... semoga jumpa kita bermanfaat

Read More......

Sunday, February 24, 2008

Seminar Pendidikan SDIT Al Fatih 1 Tangerang

Kompleks Pendidikan Al Fatih 1 di Graha Gardena Citra Raya Tangerang Banten tempat yang melengkapi silaturahmi dengan adik tercinta yang mengajar disana, Dudi Maryadji, Sabtu 23 Februari 2007 ... Topiknya "Mengatasi Kesulitan Belajar Anak" dihadiri oleh orang tua murid, guru dan pengurus komite sekolah ... presentasi Saya ditemani oleh pengelola Blog Guru Kreatif yang mengajar di SD Global Jaya Bintaro, Agus Sampurno

Pada awal prsentasi Saya ... peserta mengungkap berbagai masalah berkaitan tentang kesulitan belajar anak yang mereka amati ... macam-macam persoalannya, bahkan Ibu Agustina, Ketua Komite Sekolah SDIT Al Fatih 1 langsung bertanya di sessi awal presentasi Saya ... padahal belum ada lima kalimat yang Saya kemukakan ... saat itu Saya lebih banyak bertanya ... aha, terlihat antusiasme peserta bagus sekali.

Saya mendorong peserta untuk memahami arti sukses orang tua, bahwa orang tua yang sukses adalah orang tua yang mampu menjadikan anaknya hidup mandiri dengan kekuatan sendiri, sukses dalam karis, berani mengemukakan pendapatnya dan bermanfaat serta disenangi untuk dan oleh orang-orang disekitarnya.

Agus Sampurno memberi pemahaman tentang pengelompokkan kemampuan seseorang dengan memberikan kuis yang dapat menunjukkan tipe kecerdasannya, ada yang ceras visual, gerak dan lain-lai ... lalu mereka meragakan lagu balonku dengan masing-masing kelompok tipe kecerdasannya ... seru sekali deh, ibu dan bapak didampingi anaknya bernyanyi dengan gaya-gaya yang unik.

Pada intinya Saya ingin ungkapkan bahwa kesulitan belajar anak disebabkan oleb berbagai faktor internal maupun eksternal, dengan memahami tipe-tipe kecerdasan semoga para orang tua tak terlalu terpukuk jika anaknya gagala dipelajaran matematika, karena adan contoh seorang Gita Gutawa yang sukses bukan karena matematika, tapi akibat alunan suaranya yang bagus ... juga ada seorang David Becham atau Rahmad Darmawan yang sukses sebagai pemain dan pelatih sepak bola.

Tentang kebijakkan pemerintah ada Ujian Nasional ... lakukan DRILL, kerja sama yang baik dengan guru atau fihak lainnya ... insya Allah anak kita lulus ... selamat berjuang ...

Read More......

Tuesday, February 19, 2008

Tim Inti Puskur Balitbang Depdiknas RI


Pengarahan untuk Tim Inti Pendamping kegiatan Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas RI dilangsungkan di lt 3 gedung Puskur ... tim terdiri dari Guru SMK, SMA, Kepala SMA, SMK, dari berbagai Profinsi dan Dosen UNJ


Saya mendapat tugas untuk menyusun Model KTSP Sekolah dengan keunggulan lokal dan global, bermitra dengan Prof. Dr. Wasino, M.Hum, Ketua Jurusan Pasca Sarjana IPS, UNNES, Universitas Negeri Semarang

Read More......

Monday, January 28, 2008

Kepala SMP se Jakarta Pusat Training TIK


Kepala Sekolah "Gatek" ... mungkin tidak ... untuk Kepala SMP Negeri di Jakarta Pusat, pelatihan dilakukan di SMK Negeri 3 Jakarta sebagai ICT Center Jakarta Pusat, didahului dengan paparan di depan Kepala Sudin Dikdasa Jakarta Pusat, selengkapnya silahkan baca ...

MKS SMP Jakarta Pusat mengundang Saya untuk Presentasi mengawali Pelatihan TIK untuk Kepala SMP se Jakarta Pusat yang dilangsungkan di SMP 8 Jakarta ... hampir semua Kepala SMP di Jakarta Pusat hadir ... Saya paparkan bagaimana keadaan disekitar kita yang tak henti berubah ... kebijakan Dinas Dikdas Prov DKI Jakarta yang berlakukan ISO di semua lembaga pendidikan naungannya ... ketergantungan terhadap IT jadi tak bisa dihindari, oleh sebab itu bagus sekali gagasan MKS SMP untuk koordinir semua Kepala Sekolah Negeri agar makin canggih dan bisa berkata dengan bangga bahwa dirinya menjadi Kepala Sekolah di Ibukota Negeri ... canggih dalam IT ... keep fight

Read More......