Showing posts with label Narkoba. Show all posts
Showing posts with label Narkoba. Show all posts

Sunday, November 15, 2009

BNP Banten, bertemu Guru-guru BK




Sangat bahagia dan mengesankan ketika ada peserta training yag menyapa setelah kegiatan training berlangsung, seperti pesan yang ditulis Ibu Dian Wulansari difesbuk saya, begini:


salam kenal Mr.Dedi aku peserta training wkt di mambruk anyer kemarin aku terkesan sekali dgn presentasinya..


Kami jumpa di kegiatan Badan Narkotika Provinsi Banten di Hotel Mambruk 11 Nopember 2009 ... audiencenya guru-guru BK - Bimbingan Konseling. Saya menemani Bapak Safari dari BNN RI. Terimakasih untuk teman-teman di BNP Banten, selamat betugas untuk teman-teman Guru BK se Provinsi Banten, semoga bermanfaat.

Read More......

Monday, November 03, 2008

Paparan Narkoba dengan cara beda

Topik Narkoba, sudah sangat biasa pada setiap pelatihan ... ini membuat Saya didorong kreatif dalam menyampaikan materi agar peserta merasa ada yang beda dan bermanfaat serta mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari


Memancing pertanyaan audience


Icebreaker, melempar bola


Berdialog, dengan peserta pelatihan Dinas Bintal Kesos DKI Jakarta, di Villa Putragus Cisarua 17 Oktober 2008

Read More......

Friday, September 26, 2008

Introspeksi Lebaran; Narkoba, Rokok dan Sepeda Motor

Seperti biasa, Saya menerima banyak kartu lebaran … semua berbentuk kartu, Saya merasa sayang berkirim hanya beberapa kalimat yang sangat umum bertebaran … beberapa hari terakhir ini, Sekretaris Saya Mba Dwi Aryanti membantu Saya mengirim selambar tulisan seperti di bawah ini:

Selamat Hari Raya, selamat berbahagia. Mudah-mudahan Bapak/Ibu setiap tahun selalu dalam kebaikan. Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua dan memberikan restunya kepada kita semua untuk cerahkan masa depan anak bangsa.

Taqobbalallaahu minnaa wa minkum, Ja’alanaallaahu wa iyyaakum
Minal ‘aaidina wal faaiziina, Kullu ‘aamin wa antum bi khoirin

Hopefully Allah will receive good deeds all of us. Hopefully Allah give His blessing to all of us Happy Great Day, Happy Happiness. Hopefully you will always be good every year

Saatnya Peduli

”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 183).

Salah satu ciri orang bertakwa adalah tidak melakukan perzinaan dan tidak mengonsumsi Madat, Narkoba/Naza (narkotika, alkohol, dan zat adiktif – termasuk Rokok).

Allah berfirman, ”Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji (fahisyah) dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Isra’ [17]: 32).

”Setiap zat, bahan atau minuman yang dapat memabukkan dan melemahkan akal sehat adalah khamar (alkohol), dan setiap khamar adalah haram.” (HR Abdullah bin Umar RA).

Karena kedua hal ini termasuk perbuatan keji dan mungkar.

Dengan berpuasa kedua hal tersebut dapat dicegah sebagaimana Rasulullah SAW dalam sebuah hadisnya menyatakan, ”Puasa bukanlah sekadar menahan diri dari makan dan minum. Namun, sesungguhnya puasa itu mencegah diri dari segala perbuatan yang sia-sia serta menjauhi perbuatan-perbuatan kotor dan keji (mungkar).” (HR Al Hakim).

Juga, ”Sesungguhnya peperangan terbesar (di muka bumi ini) adalah peperangan melawan hawa nafsu dirinya sendiri.” (HR Thabrani dan Baihaqi).

Puasa menunjukkan keimanan seseorang untuk melawan hawa nafsu dirinya sendiri. Perzinaan dan mengonsumsi narkoba/naza/rokok adalah salah satu bujukan nafsu. Andai kata pun sudah telanjur segeralah berobat, shalat, berdoa dan berzikir, serta puasa untuk memperoleh ampunan Allah SWT. Sabda Rasulullah SAW, ”Barang siapa yang telah menjalankan ibadah puasa dengan sempurna serta ikhlas karena Allah semata, maka Allah mengampuni dosa-dosa tahun sebelumnya.” (HR Bukhari Muslim).

Hikmah Republika Rabu, 19 September 2007

Ada masalah lain yang perlu mendapat perhatian kita, yaitu tentang penggunaan Sepeda Motor dikalangan Remaja. Mereka belum memiliki SIM, pengendalian emosi dan kewaspadaan diri belum matang, sehingga kecelakaan hanya tinggal menunggu waktu, kematian jadi hal yang biasa untuk pengendara sepeda motor dan sangat tinggi jumlahnya.

Sebagai Kepala Sekolah atau Pimpinan Institusi, pernahkan Bapak/Ibu mengamati atau melalui Satpam memeriksa pelajar atau remaja yang membawa sepeda motor, apakah mereka memiliki SIM. Hal itu akan melindungi anak bangsa dari kecelakaan dan mendidik generasi penerus mematuhi Peraturan dan Perundang-undangan

Saatnya kita peduli terhadap Narkoba, Rokok dan Sepeda Motor

Read More......

Tuesday, September 02, 2008

Papan Perasaan


Ian Smyth, rekan trainer Saya dari Australia menyebutnya dengan "Parking Lot" yang ditujukan untuk melihat kesan peserta terhadap pelatihan yang kita lakukan selama satu hari. sengan cara memberikan pernyataan Senang sekali, senang, biasa, kecewa, bisa disertai dengan komentar.
Saat pelatihan berakhir, ketika pulang peserta menyatakan dengan memberikan garis atau turus pada bagian bawah yang sesuai dengan perasaan. Dari sini pengelola pelatihan bisa mendapat umpan balik untuk peningkatan kualitas training hari berikutnya.

Read More......

Monday, September 01, 2008

Tembakau, sirih, ...


Apakah beliau kecanduan?
Perkampungan Suku Sasak, Sade, Rembitan, Lombok, 29 Agustus 2008

Read More......

Monday, August 18, 2008

Participant School Based Drug Prevention Program

Berbagai alat, cara, strategi diujicoba untuk membekali paserta agar siap melakukan berbagai Program Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba berbasis Sekolah. Many tools, instrument and strategy durring School Based Drug Abuse Prevention Program, prepare participant doing Action Plan




Dokumentasi Peserta, Guru-guru, Polisi, tenaga kesahatan Mataram NTB

Read More......

Friday, August 08, 2008

School Based Drug Prevention IASTP - Surabaya


Menyenangkan sekali kembali dipercaya untuk membantu Tarainer IASTP bekerja sama dengan BNN dan BNP Jawa Timur, Awal Agustus 2008. Kegiatannya berupa training of trainer untuk kegitan pencegahan penyalahguaan dan peredaran gelap narkoba berbasis sekolah. Bertujuan memberi pengetahuan, strategi dan "alat" agar peserta mampu melakukan aktifitas pencegahan di lingkungan sekolah.

Peserta berjumlah 40 orang dari berbagai kabupaten di Jawa Timur dan dua orang dari Jakarta, terima kasih kepada BNN, IASTP, Austraining, BNP Jawa Timur ... semoga bermanfaat.


Full Tim


Ibu Dona, Master Trainer


Pak Ian Smith


Dr. Diah, Sp.KJ dari RSKO Jakarta


Mba Early


Ibu Madeline dan Mba Mia


Ibu Riza, Psikolog dari RSKO Jakarta yang calon Doktor, saat ini sedang tuntaskan Disertasi


Giliran Saya

Read More......

BNP Jawa Timur


Ayam Saja menggeleng ketika lihat Narkoba.
Poster bagus yang dipotret saat Training di BNP Jawa Timur, Ags 2008

Read More......

Saturday, July 26, 2008

TOT NU & COLOMBO PLAN




Di lantai 7 kantor PB NU Jl. Kramat raya Jakarta Pusat, Training of Trainer dilangsungkan atas kerja sanma LPK NU dengan Colombo Plan ... diikuti oleh anak-anak muda yang berpotensi besar untuk bantu negeri hindari masalah ketergantungan Narkoba.

Awalnya peserta Saya usahakan untuk "in" dengan perkenalan diri dan ungkapkan harapan ikut kegiatan TOT, setelah sampaikan pendahuluan, saya bagi dalam empat kelompok untuk identifikasi ciri-ciri pelatihan yang efektif dan sebalikya, hasil kerja kelompok dipresentasikan.

Sessi ke dua Saya paparkan empat tahapan merancang pelatihan yang baik lewat slide yang sudah saya persiapkan. Setelah itu, diberi tugas kelompok untuk merancang tehnik membuka dan menutup presntasi. Hasil diskusi diperagakan dan direspon secara bergairah oleh peserta.

Terima kasih LPK NU yang kembali memberi kepercayaan kepada Saya setelah setahun yang lalu berinteraksi di Balai Kasih Sayang BNN Cawang Jakarta Timur, semoga bermanfaat dan selamat sehatkan penduduk negeri.

Foto-foto: Omen

Read More......

Thursday, July 17, 2008

Merapat di SMK 34, NARKOBA topiknya

Pertanyaan "Bagaimana cara berhenti menyalahgunakan Narkoba" hampir selalu muncul disetiap presentasi Saya ... demikian pula saat sajikan topik Narkoba di SMK Negeri 34 Jakarta (dh STM 6 Jakarta).

Dalam rangkan MOS (Masa Orientasi Siswa), Kepala SMK Negeri 34 Jakarta Drs. Togar Sidabutar mengundang Saya untuk sajikan topik Narkoba untuk siswa baru di sekolah yang dulu sering menyebut dirinya STM 6 KR, letaknya di Jl. Kramat Raya.

Saya senang melihat mereka yang masih berwarna putih biru, seperti siswa SMP tapi mulai bergaya seperti anak STM :D. Suasananya asyik ... ramai, responsif, pertanyaannya cukup banyak ... semoga bermanfaat.




Foto-foto: Omen

Read More......

Tuesday, July 15, 2008

Gairah Peserta MOS SMK Negeri 44 Jakarta

Atas undangan Ibu Kepala SMK Negeri 44 Jakarta Pusat, Ibu Hafidotul Faizah, MM, Saya menyajikan materi Narkoba dari sudut Science dan Agama pada kegiatan MOS atau Masa Orientasi Siswa SMK Negeri 44 Jakarta.

Suasananya seru ... pertanyaan bertubu-tubi ... gairahnya sangat terasa ... terima kasih kepada Bapak Ibu Guru SMK Negeri 44 Jakarta yang support kegiatan tsb, sayang sekali Saya tak sempat jumpa Pak Mulyono, Sahabat Saya sejak di bangku kuliah ... semoga keluarga besar SMK Negeri 44 Jakarta sehat senantiasa




Foto-foto: Omen

Read More......

Narkoba di MOS SMK Negeri 3 Jakarta


Senin 14 Juli 2008 memberi perbekalan kepada Siswa BAru di SMK Negeri 3 Jakarta agar tak menyalahgunakan Narkoba ... dalam suasana yang meriah dengan suasana green dan warna warni asesoris siswa baru ... selemat jalani hari-hari baru yang beda menuju dunia kerja.
Foto: Omen

Read More......

Friday, July 04, 2008

Sunday, June 22, 2008

Prepare


For IASTP (Indonesia Australia Specialized Training Project) School Based Drug Prevention in Indonesia, thx for BNN that believe in me

Read More......

Thursday, June 19, 2008

Mencegah TAWURAN


Kegiatan Sudin Dikmenti Jakarta Utara, Musium Listrik TMII Jakarta, Rabu 18 Juni 2008, topiknya tentang Narkoba.
Image: Omen

Type rest of the post here

Read More......

Wednesday, June 18, 2008

BNN CORNER with LULA KAMAL


Diwawancara oleh Lula Kamal, untuk di TVRI Minggu pagi pk. 10 (?)

Read More......

Thursday, June 12, 2008

Permen Coklat NARKOBIS

Polisi masih mengejar Rudi (42), ayah Rida Wahyu, siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Sekar Bangsa, Pondok Labu, Jaksel. Ayah Rida melarikan diri setelah mengetahui empat teman anaknya mabuk setelah mengonsumsi permen seperti cokelat yang diberikan Rida.

Dari hasil penyelidikan kepolisian, ternyata permen seperti cokelat itu mengandung narkoba jenis happy five. Narkoba jenis ini merupakan zat psikotropika aktif minor tranquilizer yang bersifat menenangkan atau menidurkan.


Kapolsek Metro Cilandak Kompol Makmur Simbolon, kepada wartawan, Selasa (10/6), mengatakan, pihaknya masih mengejar Rudi.

Pengejaran dilakukan di beberapa lokasi yang diperkirakan sebagai tempat persembunyiannya, termasuk beberapa tempat yang menjadi pangkalan truk kontainer, sesuai profesi Rudi. Dari penyelidikan polisi, Rudi merupakan karyawan swasta bagian ekspedisi di kawasan Tanjung Priok, Jakut.

Ketika ditanya wartawan apakah Rudi merupakan bagian dari sindikat narkoba, Simbolon belum bisa memastikannya. "Nanti akan kita telusuri, yang pasti ia harus tertangkap dulu. Seharusnya dia tidak melarikan diri," katanya.

Kapolres Metro Jaksel Kombes Pol Chairul Anwar menambahkan, Ny Sri yang juga ibu Rida Wahyu mendapatkan pil itu setelah mengorek-ngorek tas suaminya yang baru pulang dari luar kota.

Dari tas suaminya, Ny Sri mendapati 30 butir pil dalam tiga strip, yang dibungkus dalam kemasan cokelat Alpine. Karena ia mengira pil-pil itu adalah cokelat oleh-oleh, Ny Sri langsung menyimpan pil-pil itu di lemari es.

Saat Rida akan berangkat sekolah, ia membuka lemari es dan mendapati cokelat itu. Rida sempat bertanya kepada ibunya tentang cokelat itu dan dijawab oleh ibunya bahwa cokelat itu oleh-oleh ayahnya. Selanjutnya Rida membawa cokelat itu ke sekolah sebagai bekal.

Bersama empat temannya, Rida memakan 11 butir coklat itu di sekolahnya. Setelah mengonsumsi permen itu, kelima anak-anak tersebut teler dan berjalan sempoyongan. Bahkan ada yang menabrak pintu. Melihat kejadian itu, sekolah langsung geger.

Wakabid Pelayanan IGD RS Fatmawati, dr Ugi Sugiri, menjelaskan, dari hasil tes urine, kelima anak itu positif mengandung zat psikotropika jenis benzodiaspin.

Happy five akan menyebabkan efek lemah dan tertidur seperti obat tidur. Jika dikonsumsi dalam dosis tinggi, akan terjadi depresi pernapasan atau sulit bernapas.

Saat ini, lanjutnya, Rida Wahyu dan Adrian masih dirawat secara intensif, sedangkan tiga teman lainnya sudah diperbolehkan pulang.

"Kami obati dengan sistem hidrasi atau mengalirkan air ke dalam tubuh, dengan harapan zat psikotropika dapat keluar melalui air seni," katanya. (Joko Sriyono)

Source: Suara Karya

Read More......

Tuesday, June 03, 2008

Anda MAU?



Read More......

Friday, May 30, 2008

Penyuluhan Sadar Narkoba di BALIK PAPAN

Saya suka dengan tulisan di spanduk back drop kegiatan Penyuluhan BNN di Hotel Grand Tiga Mustika Balik Papan Kalimantan Timur, Kamis 29 Mei 2008. Selengkapnya begini: “Penyuluhan Sadar Narkoba bagi Pelajar dalam upaya pencegahan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)”. Biasanya digunakan Penyuluhan Anti Narkoba … apakah Saya dan Anda bisa bersikap anti terhadap Narkoba?. Ketika sakit gigi, flu, operasi atau minum the dan kopi … semua ada unsur yang mirip atau sejenis dengan Narkoba. Jika dalam kontrol seseorang yang ahli misalnya, Narkoba itu sangat bermanfaat … masalah timbul ketika seseorang menyalahgunakan Narkoba.

Pada kegiatan tersebut hadir Kapus Cegah Lakhar BNN, Brigjen Drs. Muji , SH., MH, Henry Yosodiningrat Ketua Umum Granat, dan Kalakhar BNP Kaltim, dan masih banyak lagi.

Read More......

Thursday, May 22, 2008

ROKOK jadi TUHAN

TUHAN SEMBILAN SENTI

Oleh Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara- perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang
yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan
nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun
asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor
perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya, pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya, putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan
AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar
perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan
kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia
mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di
negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada
tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Source: Millis Kompas

Puisi yang diposting dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia 31 Mei 2008



Read More......