Speaking about “EDUCATON FOR INDONESIAN”, Who afraid…….! (Saya lihat dari semangat panitia). Sehubungan dengan ulang tahun Republik Indonesia ke-62, FORKMAP mengadakan Talk Show diBumi Perkemahan Ragunan Kamis, 16 Agustus 2007, berlangsung hingga lebih pk. 00.00WIB.
Merenovasi suatu bangunan tanpa memikirkan , itulah kondisi penanggulangan masalah pendidikan di Indonesia ... Akankah pemerintah menyingkapi terpuruknya pendidikan di Indonesia, kesimpulan pertanyaan dari para peserta. Menurut Prof. Dr. Ir. Marsudi W. Kisworo, Bapak Dedi Dwitagama dan para nara sumber lainnya, pendidkan diIndonesia BELUM bisa dibanggakan, karena kurangnya rasa kepedulian dan tidak adanya inovasi dalam memajukan pendidkan di Indonesia.
Berani berinovasi dan kuatkan kepedulian terhadap pendidikan di Indonesia, terlontarkan dari mulut para nara sumber untuk para peserta. Malam semakin larut .... menjelang pagi, akhirnya sampai dipenghujung acara. Sebagai tanda terima kasih dan rasa bangga kepada nara sumber, FORKMAP memberikan Piagam Penghargaan. Mudah-mudahan dengan diadakannya acara ini banyak terlahirnya orang-orang yang peduli akan kemajuan pendidikan di Indonesia
Ditulis oleh: OMEN
Friday, August 17, 2007
MERDEKA dari Keterpurukan
Monday, August 13, 2007
ALMAMATER (SMA 35) memanggil
Sabtu, 12 Agustus 2007, pk. 11.00 WIB. Ini kedua kalinya Bapak Dedi Dwitagama menjadi fasilitator di SMAN 35, belum tau ya........ Bapak alumni SMAN 35 loh. So gue kakak kelas lho.....(ujarnya kepada peserta). Mula-mula, apa sih organisasi itu? Kata Bapak Dedi Dwitagama kepada peserta LDKMS. Banyak jawaban t’lah di dapat dari peserta, organisasi adalah sekelompok manusia yang bekerja sama, dengan suatu perencanaan kerja dan peraturan, untuk mencapai tujuan tertentu. 
Untuk mengurangi kejenuhan, Quis pun di mainkan. Respon baik t’lah didapat, mereka menikmatinya walau mereka tidak duduk dibangku, alias deprok dilantai, tetapi mereka tetap semangat.
Salah satu quisnya adalah menampilkan suatu pertunjukan dengan diiringi musik secara berkelompok. Hasilnya wahhhhhhh lihat sendiri deh, biz dengan waktu sesingkat itu mereka dapat menampilkan dengan bagus. Maksud dari quis ini adalah Bagaimana Cara Memanagement Organisasi.
Kesimpulan pun akhirnya diberikan. Tak lupa diberikannya sedikit pengalaman kepada para peserta, raihlah cita-citamu setinggi mungkin
Ditulis oleh: OMEN.
Thursday, August 09, 2007
di TABLOID "Sekolah" DEPDIKNAS RI
Kepada
Yth Pemimpin Umum Tabloid Sekolah
Prof. Dr. Dodi Nandika, MS.
di Jakarta
Dengan hormat
Melalui email ini perkenankan Saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga atas pengiriman Tabloid Sekolah edisi 1 dan 2 serta Kumpulan Kabar Diknas, yang kami terima awal Agustus 2007, semoga dapat memberi wawasan baru kepada warga sekolah untuk lebih tingkatkan kinerja.
Pada Tabloid Sekolah edisi 2 hal. 20 terdapat reportase Pelatihan OSIS tingkat Nasional, dimana terdapat foto-foto pelatihan yang Saya lakukan ... untuk itu Saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga atas dimuatnya tiga foto yang mungkin diambil dari blog saya http://trainerkita.blogspot.com/, atau sumber lain.
Sesuai dengan kaidah jurnalistik, sebaiknya fotografer dan sumber foto dicantumkan sehingga informasinya lebih jelas, karena foto-foto itu bukan rekaman kegiatan yang ditulis, sebaiknya juga dituliskan bahwa foto-foto tersebut merupakan ilustrasi ... semoga edisi berikutnya lebih baik dan mampu wujudkan misi sebagai media komunikasi pendidikan Nasional.
Selain alamat email dan millis, sebaiknya mungkin perlu website tabloid ... agar bisa lebih menjangkau komunitas pendidikan di dalam dan luar negeri.
Atas perhatian dan kerja kerasnya semua anggota tim hingga tabloid sekolah bisa beredar saya ucapkan salut dan terima kasih
Keep Fight
Dedi Dwitagama
Find me more at:
http://dedidwitagama.wordpress.com/
http://trainerkita.blogspot.com/
http://dwitagama.blogspot.com/
http://dedidwitagama.4t.com/
SMK Negeri 3 Jakarta - Siapkan Tenaga Kerja Bermutu
Vocational Educational School on Business Manajemen
Program Keahlian: Adm Perkantoran, Akuntansi, Penjualan
Jl. Garuda 63 Kemayoran Jakarta Pusat
(T) 62 21 4209629 - 62 21 42889104
(F) 62 21 4209629
(E) smkn3@centrin.net.id
(S) http://smk3jakarta.net
Label: info, lingkungan
Friday, August 03, 2007
UdarA diNgIn.....! ”GaK nGaruH”
Kali Bapak Dedi Dwitagama memberikan materi tentang ”IMPLEMENTASI KTSP Untuk Siswa SLTA” tepatnya mereka yang bersekolah di kepulauan seribu - lokasi kegiatan berlangsung di kaki Gunung Gede Cibodas Jawa Barat, dingiiiiiin sekali. Ini adalah yang Ke-2 Bapak Dedi memberikan materi kepada Siswa/siswi SLTA di kepulauan seribu, yang pertama berlangsung tahun lalu.
Pukul 19.15 wib persentasi dimulai dengan memberikan sedikit lelucon yang tak berlangsung lama. Sebelum masuk ke materi, di bacakannya terlebih dahulu tujuan materi yang akan dipersentasikan. Dari yang sebelum, suasana kali ini lebih hidup. Contohnya ada Siswi yang konyol sekali bernama Dewi, teman-temannya lebih suka menyebutnya ”BOY”, tapi jangan salah walau begitu dia cerdas juga. Jujur saya saluuuuut sama Dewi dengan kecuekannya itu loh.
Waktunya mendiskusikan permasalahan dalam belajar dan mengajar beserta solusi pemecahan masalah, sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan. Lima belas menit berlalu, akhirnya sampai juga di waktu persentasi.Tuuuuuuuuuh apa saya bilang, Dewi (BOY) buaaaaagus sekali penyampaian persentasinya, teman-teman dewi pun begitu mereka tetap semangat walau udara di Cibodas semakin menusuk kulit, semangat truzzzz ya pantang mundur. Sudah 2 jam berlalu, sebelum menutup persentasi pak Dedi tidak lupa memberikan sesi tanya-jawab. Selesai sudah persentasi kali ini, seiring menutup persentasi Pak Dedi memberikan Biodata diri, guna memberikan kemudahan kepada para peserta jika ingin konsultasi lebih lanjut.
Di susun oleh: Omen
Label: Metode
Wednesday, August 01, 2007
Jadi PRESIDEN, SiApa tAkuT.............!
Dalam mempersiapkan calon pemimpin yang berpotensi dan berprestasi, SUDIN DIKMENTI kotamadya Jakarta Pusatmengadakan pelatihan dengan tema ”Mempersiapakan Pemimpin Masa Depan”, bertempat di Hotel Puri Percetakan Negara Jakarta.
Pada pukul 13.30 giliran Bapak Dedi Dwitagama tampil memberikan materi dengan judul 8 TIPS MENJADI PEMIMPIN. Seiring waktu berjalan beberapa kuis dimainkan oleh Bapak Dedi guna mengurangi kejenuhan. Seperti biasa respon baik telah didapat dari para peserta, efeknya peserta menjadi aktif dan fokus. Salah satu kuisnya adalah Bapak Dedi menawarkan kepada para peserta siapa yang ingin menjadi pemimpin, ternyata banyak juga yang menunjuk inginmenjadi pemimpin. Tetapi Bapak Dedi hanya menunjuk salah satu dari mereka yaitu bernama Yopita, Pak Dedi melontarkan pertanyaan kepada Yopita, kamu ingin menjadi pemimpin apa? Dengan lantang Yopita menjawab, saya ingin jadi Presiden. Wah..... saya terkejut mendengarnya, pokoknya seluuuuut deh buat Yopita mudah-mudahan tercapai cita-citanya.
Tiba sudah sesi tanya jawab, dari salah satu peserta ada yang memberi saran agar Bapak Dedi lebih long time dalam memberikan materi. Pukul 15.40 Bapak Dedi menutup dengan pesan terakhir ”Untuk Menjadi Pemimpin Yang Baik, Pimpin Dirimu Sebelum Memimpin Orang Lain.
Label: Topik
Friday, July 27, 2007
Jumpa tokoh-tokoh MATARAM
Menjumpai tokoh-tokoh muda potensial yang akan menjadi pimpinan masa depan di Pemerintah Daerah dan IAIN Mataram, Nusa Tenggara Barat plus satu orang dari Nangroe Aceh Darussalam (NAD) pada kegiatan WORK BASED DRUG PREVENTION STRATEGIES, kerja sama Pemerintah Indonesia dan Australia. Kegiatan berlangsung di Mataram Nusa Tenggara Barat, pada tgl 20 dan 21 Juli 2007 .... mebuat kerja Saya sebagai trainer jadi tak terlalu berat, karena mereka sudah kaya pengetahuan ... sehingga Saya hanya memfasilitasi peserta untuk menginventarisir masalah-masalah yang dihadapi di lingkungan kerja mereka, selanjutnya Saya sampaikan hal-hal yang perlu mereka ketahui berdasarkan hasil pre tes, selanjjutnya kami melakukan workshop menyusun strategi pencegahan penyalahgunaan di leingkungan kerja.
Program ini bertujuan untuk mempersiapkan tenaga-tenaga profesional yang mempu merancang dan mengomplementasikan program pencegahan penyalahgunaan Narkoba di lingkungan kerja, peserta merupakan utusan dari berbagai dinas di instansi pemerintah atau dinas-dinas di Propinsi Nusa Tenggara Barat.
Saya menyajikan materi Penyusunan program penyalahgunaan di lingkungan kerja, tes narkoba dan konseling. Pada training tsb Saya bekerja dengan trainer dari Indonesia dan Australia; dr. Ratna (Psikiater - Direktur Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta), Miss. Anne Louise Nalder dan Miss. Julia Fassina. Bertindak sebagai Master Trainer adalah Ibu Diah Setia Utami, seorang Psikiater Wakil Direktur RSKO, Teteh Selly dari Fak Kedokteran UNPAD Bandung yang pakar Biologi Molekuler, Mentor Lokal dari Mataram, Ibu Suci dari BNP Mataram dan Pak Toto dari IASTP yang dampingi kami ...
Di akhir training Saya menemani peserta untuk menyusun Plan Of Action atau Rencana Kegiatan Tindak Lanjut yang akan dilaksanakan setelah pelatihan ini selama paling lama enam bulan.
Terima kasih untuk Sprint Konsultan yang tak salah menugaskan Pak Wijanarka dan Pak Dian yang kembali menunjukkan performa hebat dalam memback up peserta, trainer dan berbagai hal yang berkaitan dengan pelatihan, terima kasih dan salut juga untuk peserta yang hebat ... selamat berjuang sahabat, mari kita ciptakan lingkungan kerja yang sehat ... Keep Fight
Setelah Pelatihan Saya berkunjung ke Narmade dan Jumpai seorang Pedande ... "Terima kasih Pak telah mau difoto untuk blog Saya"
Label: info, lingkungan, Topik
PESANTREN liburan BINTAL KESOS
Pak Haji Ahmad seorang pejabat di dinas bintal kesos Pemda DKI jakarta kembali mengundang saya untuk memberikan materi tenteng narkoba di kegiatan pesantern kilat untuk putra-putri karyawan di Villa Ratu Suka bumi jawa barat pada tanggal 17 juli 2007
Label: Topik
PRAMUKA Jakarta Utara
Atas Rekomendasi dari WSM (Wira Satya Mandiri) yang dikomandoi Pak Imron Saya diundang untuk memberikan materi dikegiatan Pramuka Sudin Dikmenti Jakarta Utara pada 27 Juni 2007 di Ciloto ...
Diawal presentasi Saya mengungap tentang tujuan awal Pramuka didirikan, jika sekarang jadi kurang peminat kenapa? ... Saya tugaskan mereka untuk mendiskusikan dan mempresentasikan penyebabnya, setelah itu secara berkelompok mereka juga mendiskusikan bagaimana strategi agar pramuka kembali diminati oleh generasi muda
Seperti biasa ada energizer dan ice breaking yang membuat mereka ON hingga hampir pk. 22.00 WIB, selamat berjuang generasi penerus!
Label: Topik
Monday, July 23, 2007
TRAINER Indonesia & Australia
Atas berkat Allah dan kepercayaan yang diberikan Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Indonesia Australia Specialized Training Project (IASTP), Saya dipercaya menjadi trainer pada kegiatan WORK BASED DRUG PREVENTION STRATEGIES, kerja sama Pemerintah Indonesia dan Australia. Kegiatan berlangsung di Termate Maluku Utara, pada tgl 13 dan 14 Juli 2007.
Program ini bertujuan untuk mempersiapkan tenaga-tenaga profesional yang mempu merancang dan mengomplementasikan program pencegahan penyalahgunaan Narkoba di lingkungan kerja, peserta merupakan utusan dari instansi pemerintah dan swasta; ada dari pelabuhan, bandara, universitas, polisi, dinas kesehatan, dll.
Saya menyajikan materi Penyusunan program penyalahgunaan di lingkungan kerja, tes narkoba dan konseling. Pada Pada training tsb Saya bekerja dengan trainer dari Indonesia dan Australia; Ibu Riza Sarasvita (Psikiater - Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta), Miss. Anne Louise Nalder dan Miss. Julia Fassina. Bertindak sebagai Master Trainer adalah Ibu Diah Setia Utami, seorang Psikiater dari RSKO, Mentor Lokal dari Ternate, Pak Suharto dari BNP Ternate...
Materi sudah disiapkan dalam folder Training Kit yang berisi ratusan halaman, sehingga kami lebih banyak melakukan work shop mengkaji situasi di Ternate dan merancang berbagai hal untuk perbaikan dan pengembangan strategi di lingkungan kerja ... Senin hingga Sabtu, pk 08 hingga 16.30 kami sepakat untuk memusatkan seluruh energi ... diselingi energizer dan nyanyian yang mengesankan membuat lelah jadi tak terasa.
Ada lagu yang sangat berkesan buat kebanyakan peserta training, begini syairnya:
”Water melon, water melon (sambil peragakan perut hamil)
papaya, papaya (sambil peragakan pepaya digantung di dada kanan - kiri)
Banana, banana (sambil peragakan bentuk pisang dengan lengan kanan - kiri)
jus campur, jus campur” (sambil peragakan membuat jus dengan tubuh)
Iramanya menggunakan lagu Barat yang potongan syairnya sbb: ”are you sleeping, are you sleeping ... ”
Saat penutupan hari Sabtu, Anne menangis sesenggukan saat sampaikan kesannya ... rasa kekeluargaan yang hangat, kerja sama yang baik, respon yang menggairahkan dan kenyataan yang sangat berbeda dari informasi awal yang beliau terima saat di Australia, bahwa di Maluku itu rusuh dan mereka harus waspada .... tapi ternyata yang dijumpai adalah orang-orang yang sangat ramah dan bersahaja ... peserta pun banyak yang bertangisan, termasuk Ibu Riza saat terjemahkan interaksi peserta untuk Anne. Thx all ... I learn so much ... trm ksh juga untuk Pak Wijanarka, Pak Dian dari Sprint Consultan yang bekerja sangat baik dan care untuk semua peserta dan trainer, God Bless U all.
Wednesday, June 13, 2007
Penyuluhan yang TAK BIASA
Suasana sangat meriah dan bergairah jika Ibu-ibu PKK seluruh Indonesia berkumpul membahas Teknik Penyuluhan pada Pelatihan Fasilitator Penyuluh Pencegahan Penyalahgunaan bagi Pengurus PKK seluruh Indonesia yang diselenggarakan Badan Narkotina Nasional (BNN) di Wisma Tanah Air Cawang Jakarta Timur, Selasa 12 Juni 2007.
Lesehan dilantai tak peduli pakaian jadi kotor, sepatu dilepas ... terdorong oleh semangat yang menyala, karena senang mendapat sahabat baru dan metode anyar membuat waktu berjalan cepat ... dua jam berlalu tanpa terasa.
Secara garis besar sessi Saya terbagi jadi dua, pertama peserta melakukan workshop secara berkelompok untuk menginfentarisir ciri-ciri penyuluhan yang efektif dan tidak efektif, hasilnya di presentasikan. Pada bagian kedua peserta melakukan workshop dan peragaan teknik penyuluhan menggunakan metode-metode yang tak biasa.
Foto-foto dibawah ini bercerita tentang suasana pelatihan, terima kasih atas kepercayaan dan kerja sama BNN, Pak Saut, Bu Siti, Bu Retno, Mas Krisna (yang berkenan berikan foto hasil bidikannya), dan semua staf BNN. Selamat bekerja untuk Pengurus PKK di daerah masing-masing, semoga sukses.
Label: Metode
Bisikan BAIK & BURUK
Kamis 31 Mei 2007, SMK Aisyiah 1 Jakarta (SMK Muhammadiyah 5) memberi kesempatan kepada Saya untuk bicara masalah Narkoba dan teknik penyuluhan bagi Satgas Pelajar Anti Narkoba Jakarta Pusat. Bertempat di Aula Sekolah yang beralamat di Jl. Taman Bendungan Jatiluhur Jakarta Pusat, Saya kembali mengenang suasana 23 tahun yang lalu ketika melalui tempat-tempat disekitar itu untuk belajar bersama, latihan vocal group, dll. Ibu Hj. Siti Fatonah (Kepala SMK Aisyiah 1) menjadikan Sy seperti masuk ke mesin waktu ... nuhun Bu.
Awal presentasi sy menguraikan tentang efek Narkoba terhadap otak dan tubuh manusia, diselingi pemutaran beberapa film ... di bagian akhir peserta melakukan workshop teknik penyuluhan yang tidak mengandalkan ceramah .... hasilnya dipresentasikan secara berkelompok.
Ada kelompok yang meragakan seorang remaja dalam keadaan bingung, mendengar bisikan ”makhluk halus” baik di sebalah kanan dan ”makhluk halus” jahat di sebelah kiri ... tampaknya mereka menyerap sinetron-sinetron mistik di TV ...jadilah suasananya ramai dengan gerrr
Terima Kasih Bu Fat, SMK Muhammadiyah 5, dan semua peserta ... semoga sukses kampanye Narkoba dan makin banyak orang yang sehat dan terhindar dari kecanduan Narkoba ... Keep Fight
Label: Metode
Wednesday, May 23, 2007
Tokoh sMUA Agama
Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali memberi kehormatan kepada Saya untuk menyampaikan materi "Teknik dan Simulasi Penyuluhan" kepada Pelatihan Penyuluh Tokoh Agama seluruh Indonesia di Wisma BPKP Ciawi Bogor, kemarin - Selasa 22 Mei 2007 Pk. 15.00 - 17.00, Sessi Saya sebelum Pak Arif Rahman yang pagi itu dilantik jadi Profesor, Selamat Pak!, semoga Bapak sehat selalu agar makin banyak warga negeri yang tercerahkan.Seperti training Saya lainnya, Saya berusaha aktifkan peserta ... mereka melakukan work shop, presentasi dan diskusi, perhatikan di foto itu, hampir semua peserta duduk bersila di lantai tanpa karpet karena exiting kerjakan tugas yang saya berikan, sambil berlomba tunjukkan hasil kerja kelompok ... selesaai sessi, Saya menikmati Pak Profesor beraksi ... terima kasih Pak Arif, terima kasih BNN, juga semua peserta yang bersemangat merespon training Saya ... selamat berkarya di daerah masing-masing
Label: Metode
Saturday, May 12, 2007
8 tIPS di SMA 6
Atas rekomendasi dari dua Guru BP yang cantik, yaitu Ibu Tuti (SMA Negeri 10 Jakarta) dan Ibu Nani (SMA Negeri 6 Jakarta), Saya diundang menyajikan materi “How to be a good leader” di SMA Negeri 6 Bulungan Jakarta Selatan, Senin 7 Mei 2007 pada acara “OK” – Orientasi Kepemimpinan.
Rencana untuk membuat kegiatan seperti di pelatihan-pelatihan yang Saya lakukan agak sulit karena situasi ruangan yang sempit dengan format seperti bioskop, dimana terdapat space yang sedikit di depan … untuk duduk saja ngepas sekali … mereka menyebutnya ruang multi media.
Saya paparan aja … topiknya tentang bagaimana strategi menjadi pemimpin yang baik … ternyata kebekuan yang diakibatkan oleh kondisi ruang jadi cair pada saat Tanya jawab berlangsung … banyak sekali yang bertanya, bahkan ada yang beberapa kali ajukan pertanyaan.
Topiknya meluas ke kondisi negeri terkini, sehingga jawaban yang saya berikan disesuaikan dengan situasi terkini, … inilah para aktivis SMA Negeri 6 Jakarta yang bertanya: Sanggar, Laraza, Devina, Bayu, Dela, Aya, Refi, Tasya, Dila, Zizi, Intan, Tito, Nurul, dan Nadia. Thx guys and girls … semoga anda jadi pemimpin yang sukses, GBU
Label: Metode
Monday, May 07, 2007
Mau jadi pemimpin? LATIHAN deh!

Kiat Menjadi Pemimpin yang Baik dan Efektif
Saya sisipkan foto Barack Obama, Calon Presiden Kulit hitam yang sedang berjuang menuju US 1, pernah ikut belajar di sekolah dasar di Jakarta.
Setiap orang yang memimpin haruslah menjadi pemimpin yang baik dan efektif, bukan asal tampil sebagai pemimpin. Pemimpin baik dan efektif akan bisa memberdayakan orang lain.
Menjadi pemimpin yang baik dan efektif bukanlah takdir, tetapi hasil dari belajar, berlatih, dan introspeksi tanpa henti. Pemimpin yang mengejar posisi dan kekuasaan semata, tidak mengindahkan opini orang lain, akan "berakhir".
Apakah seseorang sudah terlahir sebagai pemimpin atau pemimpin bisa diciptakan?
Seperti kata John Maxwell (salah satu pakar kepemimpinan global), semua orang punya potensi menjadi pemimpin, yang berbeda adalah derajat bakat. Namun, potensi itu harus dikembangkan. Maka lembaga seperti Trisewu Leadership Institute (pengundang–Red) diperlukan. Di negara berkembang banyak yang punya potensi, namun tidak punya
kesempatan untuk pengembangan. Karena itu saya dengan senang hati datang ke sini untuk mendorong pelatihan kepemimpinan.
Pemimpin yang berkiprah di dunia adalah mereka yang ingin menjadi pemimpin. Mereka berlatih dan mempraktikkan kepemimpinan. Mereka maju, berkampanye, dan mengatakan ingin melayani dan kemudian memengaruhi orang untuk memilih mereka.
Persoalannya, begitu terpilih semua janji dilupakan. Mereka kemudian sibuk sendiri dan melayani kepentingan sendiri. Mereka terbenam dalam kelemahan manusia, di mana seorang yang makin kuat, makin makmur, cenderung menginginkan kekuatan dan kemakmuran yang lebih. Mereka tidak pernah puas.
Maka dari itu, kepemimpinan yang efektif harus dipelajari dan diraih. Belajarlah dan raihlah! Anda bisa meraih kepemimpinan jika rakyat melihat Anda sebagai pemimpin yang bekerja demi kebaikan banyak orang. Jadilah juga sebagai seorang pemimpin yang terus bertanya pada diri sendiri, apa hal terbaik yang bisa dilakukan.
Kepemimpinan yang efektif menuntut seseorang untuk tidak menggunakan kekuasaan demi kehormatan dan keagungan pribadi. Mereka seharusnya mengutamakan kekuatan pribadi (personal power), bukan kekuasaan sebagai posisi (positional power).
Personal power merujuk pada kemampuan berhubungan, berurusan, dan memengaruhi rakyat untuk tujuan dan arah yang baik. Jika Anda hanya memanfaatkan dan memanipulasi rakyat, nasib Anda akan berakhir. Pemimpin yang baik harus jujur, tulus, dan berjiwa mulia. Pemimpin yang baik tidak memanfaatkan atau memanipulasi rakyat untuk kepentingan sendiri. Inilah dua faktor yang kontras soal kekuasaan, antara positional power dan personal power.
Apa ciri-ciri utama pemimpin yang baik?
Saya sering bertanya pada banyak orang, apa karakter yang ingin mereka lihat dari pemimpin? Secara spontan mereka berkata ingin melihat kejujuran, kredibilitas, dan integritas. Jika Anda dipercaya mereka akan rela mengikuti pengarahan. Inilah kepemimpinan yang punya karakter. Saya ingin menambahkan bahwa mereka tidak hanya ingin pemimpin yang jujur, tetapi juga pemimpin yang peduli, memiliki ciri
sebagai pelayan. Ini dianut oleh banyak pemimpin sekarang ini. Pemimpin seperti itu punya kekuatan.
Ciri lain yang harus dimiliki pemimpin adalah dia harus punya visi dan misi yang kemudian dicocokkan dengan kultur yang berlaku di lingkungannya. Pemimpin harus punya kompetensi dan pengetahuan memberi arah dan petunjuk jelas soal hal visi dan misi. Pemimpin yang tidak punya pikiran jelas akan membuat rakyat bingung, bahkan membuat
situasi kacau-balau. Rakyat akan bertanya-tanya harus berbuat apa.
Kejelasan pengarahan sangat diperlukan, bahkan termasuk dalam situasi tidak jelas sekalipun. Kini kita hidup di dunia yang berubah cepat,juga sebagai dampak dari kemajuan teknologi. Dalam perubahan yang cepat itu, pemimpin harus tetap mampu memberi arahan.
Pemimpin juga harus punya komitmen pada pelaksanaan visi dan misi, memiliki semangat untuk bersikap, dan bertindak. Banyak pemimpin yang tidak memiliki semangat dan keberanian karena tidak punya komitmen pada visi dan misi karena takut.
Kembali ke soal kepemimpinan yang baik dan efektif, seorang pemimpin tidak saja harus intelek dan punya integritas moral. Dengan kemampuan intelektual dan integritas, kita bisa saja menyusun rencana yang terbaik. Namun pemimpin juga harus memiliki spiritualisme. Dengan spiritualisme itu setiap semangat, pikiran, dan tindakan kita menjadi terkait dengan Tuhan.
Lalu selanjutnya kita juga harus bertanya apa yang akan dilakukan Tuhan pada rencana kita. Dalam situasi ini, jawaban akan didapat. Tuhan datang untuk menolong, menyelamatkan, bukan menghancurkan. Dengan bimbingan Tuhan, Anda akan tetap menjadi pemimpin yang bersahaja. Di dalam diri pemimpin yang religius, juga ada sikap menghormati orang yang juga tidak setuju dengan kita. Ini adalah tipe pemimpin yang tak mengandalkan kekuasaan.
Pemimpin yang tidak punya keimanan yang hakiki, tidak peduli apa kata orang. Ada banyak pemimpin yang arogan. Ini terjadi di banyak tempat. Inilah yang terjadi pada Robert Mugabe (Presiden Zimbabwe). Pada kepemimpinan diktator, oposisi akan ditekan.
Pemimpin yang religius dan berpikir demokratis akan mendapatkan respons positif. Namun kepemimpinan seperti itu tidak mudah didapat. Dalam diri pemimpin ada kecenderungan untuk arogan. Faktor kepentingan untuk mempertahankan kekuasaan menjadi unsur yang lebih banyak bermain. Pemimpin seperti ini tidak siap menerima penolakan.
Menjadi pemimpin religius itu bukan khayalan. Ada banyak pemimpin korporasi yang memilih Ibu Theresa sebagai model kepemimpinan. Mereka melihat kesederhanaan dan pengorbanan pada Ibu Theresa, yang menginspirasikan semangat dan kesediaan menderita. Tidak mudah. Jika bisa, orang akan respek dan mendengar Anda.
Sulitkah menjadi orang seperti Ibu Theresa?
Tidak. Yang benar adalah sulit berkorban. Namun yang harus diambil adalah kesiapan berkorban. Inilah biaya kepemimpinan. Bagaimana caranya untuk mendapatkan pemimpin yang peduli pada rakyat dan tidak cenderung menyalahkan pihak lain?
Pers turut berperan untuk menolong pemimpin. Persoalannya, banyak pers menjadi tunduk, mengambil posisi aman, takut konflik setelah pemerintah mengambil tindakan. Jika itu terjadi, maka Anda akan kehilangan pengaruh, semangat, dan niat. Menjadi pers yang sesungguhnya tidak mudah. Kekuatan politik sekarang cenderung
mendiamkan media. Anda harus punya semangat dan kekuatan. Dalam keadaan yang tidak demokrasi, kita membutuhkan pers yang genuine. Pemimpin bisa ditolong. Jika tidak ditolong, mereka bisa mentok dan menjadi diktator.
Media bukan untuk menyerang, tetapi memberi pertolongan dengan analisa yang baik dan benar sehingga bisa melakukan yang terbaik untuk pemimpin. Mengapa ada pemimpin yang takut mengambil keputusan? Mereka khawatir dengan perlawanan. Pemimpin puncak harus memutuskan dan bertindak. Jika Anda harus melakukan sesuatu, otomatis ada risiko.
Melakukan tindakan berisiko adalah bagian dari manusia. Yang terpenting, lakukan yang terbaik, maka Anda menjadi orang yang dihargai. Inilah semangat yang harus diambil.
Siapa pemimpin yang baik di Asia atau di Indonesia?
Di berbagai seminar di Asia, Afrika, dan Amerika Latin, saya sering bertanya siapa pemimpin yang baik. Di Asia, mereka langsung mengatakan Soeharto dan Soekarno. Keduanya dianggap sebagai pemimpin yang baik dan efektif.
Kemudian sebagian orang mengkritik mereka...
He-he-he…! Keduanya mempunyai visi dan mampu memberikan pengarahan. Ada niat bahwa mereka ingin melayani kepentingan umum. Kemudian banyak muncul persoalan dan kesulitan. Saya tidak punya hak menghakimi mereka, Anda-andalah yang berhak.
Seseorang bisa dikatakan sebagai pemimpin yang baik jika mewariskan kesinambungan. Banyak pemimpin yang meninggalkan kemandekan setelah tak berkuasa?
Ya. Inilah umumnya yang terjadi di negara berkembang. Awalnya, mereka berniat kuat menjadi pemimpin, namun setelah terpilih keinginan untuk melayani surut. Mereka juga tidak senang dengan pengarahan orang lain. Mereka ingin menjalankan pengarahan dari diri sendiri. Mereka melupakan janji, menjadi egois, arogansi. Ketamakan pada kekuasaan menjadi faktor mendikte perilaku mereka. Ini tragedi. Memang tidak
mudah. Ada kelemahan mereka sebagai seorang manusia. Saya tidak mengabaikan faktor kelemahan manusia itu.
Siapa pemimpin favorit Anda?
Nelson Melson. Dia punya daya tahan dan tak dendam. Setelah bebas dari penjara dia tidak bicara soal memaafkan. Saya juga kagum pada Mahatma Gandhi dan Jawaharlal Nehru. Mereka adalah orang yang punya integritas, bekerja untuk kepentingan banyak orang. Anda tidak punya banyak pemimpin seperti ini, yang tidak candu pada kekuasaan dan mereka itu punya daya tahan dan kekuatan luar biasa.
Apakah Anda pikir Gandhi tak ditekan Inggris? Apakah dia berhenti? Jika Anda berhenti, maka berakhirlah semuanya. Winners never quit, and quitters never win. Mereka yang memilih mundur, eranya berakhir. Maka itu perlu memiliki ketahanan.
Artikel Kompas Minggu 6 Mei 2007
Label: Topik
Tuesday, May 01, 2007
Berdebat

Hari buruh sedunia 1 Mei, membuat saya tertegun dan mengevaluasi training-training yang pernah saya lakukan ... saat sessi tanya jawab, hampir tak pernah lebih dari 10 orang yang bertanya walau audiencenya ratusan orang, untuk bertanya saja sulitnya bukan kepalang ... apalagi untuk berargumentasi atau berdebat.
Sayangnya berdebat belum menjadi budaya di Indonesia ... di sekolah siswa tidak dilatih untuk berdebat ...bahkan jarang sekali siswa dirangsang untuk bicara ... yang ada menghafal dan DRILL untuk menjawab soal UN dan SPMB, mungkin karena itu kita jadi terbiasa berdebat dengan cara yang primitif, hajar-hajaran, gontok-gontokan atau menelikung dari belakang.
Perdebatan akan makin mematangkan emosi dan kedewasaan seseorang, sebagai orang tua mungkin kita harus lebih banyak berlatih berdebat agar tak menembak istri, atau memukul anak karena ada perbedaan paham atau persepsi.
Label: lingkungan
Thursday, April 19, 2007
Berinteraksi dengan PTIK
Menyajikan materi dihadapan polisi muda, calon Jenderal masa depan sangat menyenangkan ... mereka sangat antusias dan konstruktif dalam merespon tugas yang diberikan.
Berawal dari workshop melakukan opening penyuluhan narkoba yang dirancang dapat menarik audience ... muncul berbagai ide, dari mulai bernyanyi, hingga model polisi banget, ha ha ha
Workshop berikut merancang teknik penyuluhan yang tak hanya menggunakan metode ceramah ... mantaaaap sekali lucu ... rame dan nuansanya sangat laki-laki ... ada sosio drama yang peragakan pemakai dan pengedar yang dihukum 15 tahun, Saat saya tanya; "bagaimana perasaan anda menghayati peran calon narapidana 15 tahun?". Jawabnya; "pedih pak ... 15 tahun tak jumpa wanita ..." disambut gerrrr peserta lainnya ...
Mereka adalah mahasiswa PTIK angkatan 48 yang akan Praktek di Medan dua hari setelah pelatihan yang saya sajikan, Sabtu 14 April 2007.
Terima kasih BNN dan PTIK yang telah memberi kepercayaan kepada saya, selamat berkarya calon pimpinan polisi masa depan
Label: Metode
Sunday, April 15, 2007
Lembang - dingin tapi ramai
Rupanya presentasi Saya di Bandung bukan di SMK Negeri 12 Bandung, tetapi Pak Aman Suparman ternyata berkarya juga di SMK Pakuan Lembang, adakan acara untuk penduduk di Kecamatan Lembang.
Bertempat di Balai Pemulihan Sosial Pamardi Putra Lembang Bandung Saya menyajikan Materi tentang Kecanduan Narkoba dan bagaimana mencegah, termasuk mengatasinya, dengan audience pelajar, guru SLTP dan SLTA se Kecamatan Lembang Bandung.
Pesertanya lebih kurang 200 orang, tempatnya dingin ... suasananya jadi dingin, pada awalnya ... tapi saat tanya jawab banyak yang bertanya, siswa/i maupun Guru ... wah ternyata ada yang menceritakan seorang kenalannya yang kecanduan berbagai zat narkoba dan kini sehari-hari sering berada disekitar kandang Sapi, kecanduan "Tai Sapi" ... Saya bilang dia tak makan tai sapi, tapi jamur tai sapi ... wah, sudah agak berat itu kasusnya ...
Label: info
Sunday, April 08, 2007
Bandung ... Sabtu 14 April 2007

Pak Aman Suparman, sahabat yang sudah jadi seperti kakak Saya (kami sama-sama mukim di ITS Surabaya 2 tahun) kabarkan tentang kegiatan penyuluhan Narkoba di SMK Penerbangan (SMK Negeri 12)Bandung , disepakati Sabtu 14 April 2007 ... rencananya siang hari ... tapi hari ini Badan Narkotika Nasional (BNN) meminta Saya untuk memberikan materi Teknik Penyuluhan di Jakarta ... akhirnya presentasi di Bandung mulai pk 7.30 ... dan langsung kembali ke Jakarta ... on lagi siang hari di PTIK Jakarta Selatan ... bismillah ...
Label: info
Tuesday, April 03, 2007
SATGAS PELAJAR ANTI NARKOBA JAKARTA PUSAT
Kepala SMA Negeri 27 Jakarta sebgai tuan rumah yang ditunjuk Dirjen Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Depdiknas RI, mengundang Saya untuk menyajikan materi tentang Narkoba pada pembekalan Satgas Pelajar SMA, SMK dan MA tingkat Jakarta Pusat, pesertanya siswa/i dari sekolah-sekolah disekitar SMA Negeri 27 Jakarta.
Acaranya dilangsungkan secara lesehan di Mesjid Nurul Iman SMA Negeri 27 Jakarta ... mungkin kaerna pesertanya adalah perwakilan beberapa sekolah ... suasananya jadi asik banget ... cerdas ...
Setelah Saya memberi pengantar tentang tujuan presentasi Saya ... Saya meminta peserta untuk ajukan pertanyaan ... wah ... ternyata pertanyaannya dalaaam sekali, ada Putri dari SMK Negeri 31 Jakarta yang bertanya tentang HIV, Bonita dari SMA Negeri 68 Jakarta, Anhar dan Ahmad Riyansah SMA Negeri 27 Jakarta Viny SMA Negeri 30 Jakarta, bertanya tentang efek Narkoba terhadap manusia, cara mengatasai kecanduan, menghadapi teman yang dan pake narkoba ... Saya merespon dengan membuka file di komputer Saya ... tayangkin file dan film ... untuk menjawab pertanyaan
Sessi berikutnya peserta Saya bagi dalam beberapa kelompok untuk bicarakan strategi penyuluhan saat mereka melakukan kerja sebagai Satgasa Anti Narkoba ... dari presentasi meeka ada beberapa cara yang menarik, yaitu:
Peserta diminta membuat lingkaran ... beberapa peserta diminta untuk keluar ruangan ... untuk yang didalam diarahkan bertepuk tangan ketika mendengar kata HEROIN, menepuk karpet Ketika mendengar kata EKSTASI dan menepuk punggung teman saat disebut kata MORFIN ... setelah diuji coba beberapa kali dan dipandang berhasil ... peserta yang diluar diminta masuk berbaur dengan yang lain dalam posisi yang berjauhan ... salah seorang bertindak sebagai penyaji dan pada paparannya ada kata-kata heroin ... ekstasi ... morfin ... dan peserta yang lain melakukan gerakan sesuai instruksi .... peserta yang tadi keluar ruangan kebingungan ... bahkan ikut-ikutan tepuk tangan, karpen dan sentuh pundak teman ....
Diakhir presentasi dijelaskan maksud kegiatan itu .... bahwa JANGAN IKUT-IKUTAN LAKUKAN KEGIATAN YANG TAK DIMENGERTI, walau lebih banyak orang yang melkukan di kelompok kita ... stay away from drug
Bahkan ada rumus bagus yang disajikan, yaitu: A x B x C x D= 1 Alat, Bekerja keras, Cita-cita didukung dengan Doa akan memudahkan kita mencapai satu tujuan ... thx fiends ... I like it ... selamat bekerja para satgas
Label: Metode
Sunday, April 01, 2007
Dharma Pertiwi Bergairah ... MERIAH
Pesertanya sekitar 60 orang, terdiri dari Ibu-ibu Dharma Pertiwi, bertempat di Wisma Handayani Jakarta Selatan, BNN mengundang Saya memberi materi “Teknik dan Simulasi penyuluhan” ... dengan cara permainan, diskusi kelompok dan action.
Saya minta peserta barbaris sesuai dengan kriteria yang Saya beri ... setelah itu mereka saling berkenalan dengan dua orang di kiri dan kanan mereka ... setelah Saya membuka pelatihan dengan memaparkan target dan strategi yang akan dilakukan, Saya tugaskan mereka untuk mendiskusikan teknik membuka penyuluhan dan memaparkannya ... wahhhhhh dasar ibu-ibu .... rame dan meriah sekali suasananya ... idenya banyak, mulutnya rame ... menggairahkan, sampai-sampai ada peserta yang sakit jadi sembuh dan bertahan hingga akhir. Karena ada selingan lagu Bang Toyib sambil joget bersama ...
Berikutnya Saya tugaskan peserta untuk mendiskusikan teknik penyuluhan yang efektif dan tak efektif dengan cara mengambar bentuk hati di flowchart, dan menuliskan hal-hal efektif di dalam hati dan sebaliknya. Mereka serius main banyal-banyakan ... menguber hadiah yang telah Saya siapkan ... he he he ... rame terusss ...
Saya cuma punya sisa waktu 20 menit untuk memaparkan empat strategi dasar menjadi penyuluh ... hingga waktu berakhir ... ger-geran terus berulang, karena saat paparan Saya hubungkan dengan kejadian lucu yang baru saja terjadi saat mereka diskusi dan paparan ... hingga waktu harus memisahkan kita ... dalam kegembiraan dan gairah ... kita berpisah dalam gerah ha ha ha... selamat kembali ke daera masig-masing, jangan menghitung hari yaaaa ... karena kita sayang pada keluarga kita ... terima kasih atas kegembiraan yang tercipta, semoga sukses
Label: Metode
