Tak makan minum tapi terus bekerja
karena banyak kegiatan terjadwal setelah hari Raya ... ada LDK Siswa SMK se DKI Jakarta dari Dinas Dikmenti, Training BNN, Sampoerna Foundation Teacher Institut, Indonesia and australia Spesialized Program, Dewan Pendidikan Jakarta Pusat bersama Indonesia Power dan lainnya ... wah puasa, libur jadi tak terasa ... alhamdulillah.
Ada kegiatan lain yang juga sedang dilakukan, yaitu setup meeting room yang lumayan luas dalam aspek sound system dan interiornya yang juga akan digunakan untuk sholat Jumat ... wah seru deh
Wednesday, October 10, 2007
Puasa terus kerja
Label: info, lingkungan
Sunday, October 07, 2007
DOKTOR atau Dokter?
OSIS SMA Negeri 100 bekerja sama dengan sebuah LSM yang pengurusnya Mahasiswa dan Dosen UNJ "Komunitas Mahasiswa Peduli Bangsa - KMPB" mengundang saya untuk menyajikan materi mengenai Narkoba pada kegiatan Seminar yang pesertanya guru dan pembina OSIS se Jatinegara, di Balai Rakyat Jatinegara Cipinang Muara ... kegiatan rencananya dilanjutkan dengan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan Narkoba Cipinang
Back drop kegiatan itu tertulis nama DR. Dedi Dwigatama, MM ... wah aneh, saya bukan Dokter ... sementara jadi Doktor juga belum, mungkin ini doa barangkali agar disertasi saya cepat selesai ... he, terima kasih panitia, sayang saya tak bisa ikut ke LP karena ada kegiatan lain yang menunggu Saya ... semoga bermanfaat
Label: info
Saturday, October 06, 2007
TEACHER TRAINING AL IZZAH Taman Adiyasa
Sabtu, 28 Agustus Saya berkesempatan memenuhi undangan Pak Dudi Maryadji salah satu pendiri Yayasan Al Izzam yang menaungi Sekolah Islam Al Izzah Taman Adiyasa Tigaraksa Tangerang , untuk menjadi trainer pada Pelatihan Peningkatan Profesionalisme, yang diikuti oleh Guru-guru di wilayah Tigaraksa Tangerang.
Materi yang Saya sajikan tentang Guru yang Profesional, ditemani oleh adik tercinta Agus Sampurno yang mengelola blog "Guru Kreatif"… melakukan workshop, berharap dapat memberi inspirasi kepada semua peserta agar terdorong untuk melakukan berbagai upaya menuju kiprah guru yang professional.Di dalam ruang kelas yang masih dibenahi … suasananya hangat dan penuh gairah … pertanyaan silih berganti … tugas-tugas direspon bergairah … hingga waktu menunjukkan pk. 16 lebih tak terasa … pelatihan pun diakhiri dengan pembagian sertifikat dan pinta untuk kembali kesana … Bangga, bahagia, haru dan berbagai rasa berkecamuk … merasakan denyut perjuangan SDI Al Izzah yang tahun ini mulai ikut Ujian peserta didiknya … semoga sukses!
Label: info, lingkungan, Metode, Topik, up grade
LDK SLTA se Jakarta Utara
Tanggal 23 Agustus pukul 20.00, kali ini Bapak Dedi Dwitagama memberikan materi tentang Menejemen Organisasi di acara WORKSHOP KESISWAAN/LDK OSIS SMA/SAMK NEGERI DAN SWASTA Kotamadya Jakarta Utara di Pondok Wisata Nisita Cibodas Jawa Barat.
Ternyata diantara peserta banyak yang pernah mengikuti acara Bapak Dedi lohhhh … ada yang jumpa di Islamic Center Jakarta Utara, Ciloto, Ragunan Jakarta Selatan dan Malang. Itu pertanda bahwa Bapak Dedi, selain menjadi kepala sekolah SMKN 3 beliau juga aktif dibeberapa kegiatan diluar sekolah.
Karena peserta acara ini dari banyak sekolah se Jakarta Utara, seperti biasa pantang bagi Bapak bila para peserta belum saling mengenal. Aba-aba pun telah dikeluarkan, mereka diperintahkan untuk mengatur ketinggian dari yang pendek hingga yang tinggi. Setelah itu mereka boleh berkenalan dengan syarat : berkenalan tiga teman dikanan, tiga dikiri, tiga dibelakang,dan tiga depan.Masuk materi, seiring waktu berjalan ada beberapa peserta yang ngantuk dan bahkan sudah tertidur, yahhhh makulm karena mereka habis berkegiatan sejak pagi diakhiri dengan makan malam pada kondisi udara yang dingin. Tapi itu bukan suatu masalah ( kata Bapak Dedi Dwitagama ), untuk menanggulanginya quis pun dimainkan. Quis yang dimainkan kali ini adalah yang berhubungan dengan berorganisasi, yaitu dengan membuat suatu pertunjukan dengan diiringi musik atau lagu. Yang juara dapat hadiah loooh.
Tak diragukan lagi, Bapak Dedi berhasil membuat mereka bangkit lagi ( tidak ngantuk ), kesimpulan dari quis pun telah di jelaskan. Akhirnya dan akhirnya......., Bapak Dedi menutup dengan tidak lupa memberikan kesempatan untuk bertanya dan tidak lupa juga Bapak mengiatkan kepada para peserta untuk mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah memberikan kesempatan unutk mengikuti acara ini.
Tulisan dan Foto oleh : Omen
AKRAB dg Mahasiswi ATMAJAYA
Akrab dan asyik itulah materi yang kali ini dibawakan oleh Bapak Dedi Dwitagama pada acara “Penyuluhan Pencegahan Tawuran Pelajar Jakarta Pusat”, Rabu tanggal 28 Agustus 2007, bertempat di aula SMKN 27.
Tanpa Sepengetahuan saya Bapak Dedi memberikan kesempatan kepada Mahasiswi Jurusan Bimbingan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unika Atma jaya untuk ikut serta mengisi sesi beliau.
Pantang rasanya bila dalam suatu penyuluhan bila peserta belum saling mengenal. Untuk itu, strategi pun dimainkan agar mereka saling mengenal terlebih dahulu.
Materi pun mulai di jabarkan setelah meraka saling mengenal satu sama lain. Inti dari materi yang telah diberikan adalah kurangnya hubungan antara sekolah dalam kegiatan siswa ataupun guru secara intern maupun extern. Untuk itu Bapak Dedi memberikan materi yang berjudul “Akrab dan Asyik” yang diharapkan agar peserta dapat menerapkan disekolahnya masing-masing, bahwa akrab itu mengasyikan dalam banyak bidang.
Akhirnya giliran Mahasiswa Atma jaya tampil. Yang mereka tampilkan adalah games, games yang pertama adalah ruang tembus pandang dan yang kedua 1000 Km. Ternyata games yang mereka tampilkan maknanya amatlah penting bagi peserta dari segi kerjasama, kesabaran, kepemimpinan, dan berorganisasi.
Tanya jawab pun diberikan peserta. Sebelum menutup, tak lupa Bapak mengevaluasi dan mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan acara ini.
Nara sumber lain pada kegiatan ini adalah Bapak H. Widodo Kepala SMA Negeri 10 Jakarta, dan Bapak Hendi Setiawan Kepala Seksi Dinas Dikmenti Kec. Kemayoran
Naskah dan foto: OMEN
Penataan Blog
Setelah sekian lama mencoba untuk menampilkan blog saya agar bisa lebih simpel, alhamdulillah pagi ini berhasil atas tutorial dari blognya Kang Agus, nuhun kang ... cespleng banget ...
Banyak tip-tip yang bisa Anda manfaatkan, silahkan ke "Mengedit itu Mengenyangkan", mohon maaf jika ada beberapa tulisan yang doubel ... karena sayang untuk dihapus
Adult Participant
Anda mungkin pernah menyaksikan suasana pelatihan yang "Garing" dimana mayoritas peserta yang terdiri dari orang dewasa tak bergairah ... sibuk sendiri, mengobrol, ngantuk atau lainnya, silahkan simak tulisan yang berjudul "Karakteristik Belajar Orang Dewasa" dari Trainer Anto yang dimuat di http://www.antosph.blogspot.com/
Dalam sebuah pelatihan sering kita lihat dan kita alami bahwa ada satu atau dua peserta yang ogah-ogahan mengikuti jalannya sesi demi sesi. Biasanya terjadi pada sebuah kelas pelatihan in house yang memang pesertanya dari satu company, dan kehadiran mereka adalah akibat program yang dibuat HRD ataupun mereka mendapatkan perintah dari atasanya untuk mengikuti training. Fenomena yang seperti ini tidak bisa kita lepaskan dari proses pendidikan formal kita yang kita terima sejak awal kita di “sekolah-kan” oleh orang tua kita.
Kalau peserta training adalah karyawan dengan tingkat pendidikan SLTA, maka dia sudah pernah mengalami sekolah minimal 15 tahun (6 tahun SD, 3 tahun SMP dan 3 tahun SMA). Berarti dia selama ini sudah duduk dan mendengarkan ajaran dari gurunya minimal 25.200 jam (dengan asumsi 1 hari 7 jam dan 1 minggu 5 hari sekolah) dengan kondisi bahwa dia duduk di bangku dan guru ngomong di depan kelas dengan sesekali ada kegiatan gantian murid yang ngomong.
Bisa kita rasakan betapa monotonnya dan membosankannya yang harus dia alami dengan keterpaksaanya menjabat diposisi sebagai “murid di sekolahan”. Ada suatu permakluman ketika tidak jarang saya mendapatkan peserta di kelas training saya yang terlihat sangat malas atas keterpaksaannya mengikuti training. Meskipun segala metode sudah kita sesuaikan dan berbagai “jurus dan ajian” trainer kita terapkan. Saya kemudian berefleksi dengan sedikit berasumsi “Apakah persoalannya ada di saya sebagai trainer?”. Upaya pencarian pun saya lakukan. Minta feed back dari observer hasilnya positif sekali, membaca evaluasi training level 1 hasilnya selalu diatas 4,1 dari skala 5, dan membaca satu-satu evaluasi peserta positif semua.
Sampailah pencerahan untuk saya pada pemahaman karakteristik orang dewasa dalam belajar. Ada minimal 10 karakteristik yang dirumuskan Mary Johnston yang bisa kita fahami disini:
1. Orang dewasa mempunyai pengalaman-pengalaman yang berbeda.
2. Orang dewasa yang hidupnya “miskin” tujuan, merasa bahwa dia tidak dapat menentukan kehidupannya sendiri.
3. Orang dewasa lebih suka menerima saran-saran dari pada digurui.
4. Orang dewasa lebih memberi perhatian pada hal-hal yang menarik bagi dia dan menjadi kebutuhannya.
5. Orang dewasa lebih suka dihargai daripada diberi hukuman atau disalahkan.
6. Orang dewasa yang pendidikan formalnya lebih rendah atau bahkan pernah putus sekolah, mempunyai kecenderungan untuk menilai lebih rendah terhadap kemampuan belajarnya.
7. Apa yang biasa dilakukan orang dewasa, menunjukkan tahap pemahamannya.
8. Orang dewasa secara sengaja mengulang hal yang sama.
9. Orang dewasa suka diperlakukan degan kesungguhan itikad yang baik, adil dan masuk akal.
10. Orang dewasa menyenai hal-hal yang praktis.
Memahami karakteristik tersebut mungkin bisa sebagai dasar kita memahami tipe-tipe peserta training. Untuk itu trainer untuk orang dewasa perlu memperhatikan beberapa hal yaitu:
1. Menjadi “bagian” dari kelompok yang diajar
2. Mampu menciptakan iklim untuk belajar dan mengajar
3. Mempunyai rasa tanggng jawab yang tinggi.
4. Menyadari kelemahannya, tingkat keterbukaannya, kekuatannya dan tahu bahwa diantara kekuatan yang dimiliki dapat menjadi kelemahan pada situasi tertentu.
5. Dapat melihat permasalahan dan menentukan pemecahannya.
6. Peka dan mengerti perasaan orang lain.
7. Mengetahui bagaimana meyakinkan dan emmperkalukan orang.
8. Selalu optimis dan mempunyai itikad baik terhadap orang.
9. Menyadari bahwa perannya bukan mengajar, tapi menciptakan iklim untuk belajar.
10. Menyadari bahwa segala sesuatu mempunyai segi negatif dan positif.
sumber: http://www.antosph.blogspot.com/
Training Kesabaran
Beberapa minggu yang lalu,
eksternal harddisk saya
yang berisi sekitar 70 GB
tak bisa dibuka
Note book saya bermasalah
dan harus diinstal ulang windowsnya
ach ...
Sementara
persiapan beberapa training
harus dikerjakan segera
tugas-tugas kuliah menanti
Tapi saya ga boleh susah
apalagi sedih
karena ALHAMDULILLAH
saya masih punya eksternal harddisk,
note book, windows yang ori,
istri yang cantik dan baik, anak-anak yang sehat,
orang tua yang support, keluarga besar yg guyub,
dan masih banyak kenikmatan lain-lain
Saya sedang ikut training kesabaran
Label: up grade
Sampoerna Foundation Teacher Institut
Kurikulum Indonesia berubah berkali-kali sejak tahun 1947, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004 dan terakhir 2006 dengan KTSP. Apa yang terjadi dengan cara mengajar dan suasana belajar di kebanyakan sekolah di Indonesia?. Cenderung tak berubah, kenapa?
Guru enggan berubah, mungkin karena mereka fikir jasanya tak diperhitungkan, cukup dengan diberi lagu wajib ”Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”, sehingga tuk apa berubah, toh masyarakat dan pemerintah tak menghargainya. Kini suasananya berubah sudah, banyak Pemerintah Daerah di Indonesia yang makin peduli terhadap kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan, sementara Pemerintah Pusat makin gencar lakukan proses sertifikasi yang akan makin meningkatkan penghasilan guru, mungkin lagu wajib guru HARUS DIRUBAH kini ... karena jasanya makin diperhitungkan.
Sampoerna Foundation (SF) Teacher Institut melalui Pak Jalu Noor Cahyanto menghubungi Saya untuk menjadi trainer di Pelatihan yang diperuntukan untuk 27 guru SMA dan pengawas dari Bekasi, Depok dan Tangerang, materinya Curriculum Development. Kegiatan dilangsungkan di Gedung Sampoerna Jl. Sudirman Jakarta hari ini Sabtu 29 September 2007 pk. 08.00 – 15.00 WIB. Topiknya Curriculum Development.
Pengembangan kurikulum akan berlangsung dengan baik jika guru-guru memiliki kemauan sehingga akan muncul kreatifitas yang bermuara pada inovasi-inovasi yang tiada henti. Unsur inilah yang Saya coba gali melalui workshop dan analisis yang dilakukan bersama ... mungkin karena pesertanya guru-guru pilihan suasananya jadi terasa berkecepatan sangat tinggi, terima kasih semua ... semoga andajadi ”guru yang tak biasa” ...Perhatikan, betapa seriusnya mereka hingga menyatu dengan bumi, duduk di lantai tak bersepatu, Saya mengamati sambil bersender di tiang (paling kanan pada foto), ha ha ha ... Saya mengenang beberapa nama seperti Pak Ucup, Pak Yusuf dan Bu Is ... keep fight everybody, am so proud of U.
Terima kasih Tante Nunu, Mamanya Aini dan Alya yang merekomendasikan Saya … termasuk kepada Pak Jalu yang berkenan menengok blog Saya dan menjadwalkan sessi Saya, terima kasih juga kepada Sampoerna Foundation (SF) Teacher Institut atas kepercayaannya kepada Saya, semoga Saya bisa memenuhi harapan penyelenggara, keep fight.
“Curriculum Development” di SF Teacher Institut
Sabtu, 29 September 2007 pukul 08.00 - 15.00 WIB. Pertama kalinya Bapak Dedi Dwitagama menjadi nara sumber di Sampoerna Foundation Teacher Institut, materi yang dibawakan adalah “Curriculum Development”.
Pesertanya kali ini adalah bapak/Ibu guru dari Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Seperti masakan kurang garam rasanya bila para peserta belum saling mengenal.
Untuk itu Bapak Dedi mengeluarkan strategi agar para peserta dengan mudah saling mengenal satu sama lain. Caranya adalah menugaskan peserta untuk manggambarkan diri mereka masing-masing, dengan catatan tidak boleh menuliskan nama mereka. Setelah selesai hasil gambar diacak dan dibagikan kepada peserta. Tugasnya adalah mencari tau gambar siapa ini, dan tanyakan identitas/biodata selengkap-lengkapnya. Dengan begitu peserta akan saling mengenal satu sama lain.
Materi pun telah dijabarkan, intinya adalah supaya para guru mempunyai strategi agar siswa/siswi menyukai apa yang telah diajarkan dikelas. Tidak berhenti disitu saja….. Bapak menugaskan agar para peserta mempraktekkan ide-ide yang telah dibuat oleh kelompok masing-masing, kelompoknya terbagi atas keolmpok Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Sejarah, Geografi, dan Kewarganegaraan.
Salah satunya adalah dari kelompok Bahasa Inggris, metode yang dipakai adalah mengajar dengan games. Caranya adalah dengan menyebutkan barang-barang yang diruangan waktu itu dengan menggunakan Bahasa Inggris pastinya…. dengan menggunakan alat Bantu bola, bola ini digunakan untuk menujukan pertanyaannya dengan melemparkan bolanya. Eng....ing....eng.... Respon baik t’lah didapat oleh Bapak Yusuf perwakilan dari kelompok Bahasa Inggris yang membawakan strategi itu.
Pukul sudah menunujukan Jam 14.45 waktunya Bapak Dedi menutup, tapi sebelum menutup tidak lupa Bapak memberikan kesempatan untuk menyampaikan kesimpulan, kesan dan komentarnya selama mengikuti pelatihan.
Foto dan tulisan: Omen
Saturday, September 29, 2007
Sampoerna Foundation Teacher Institut
Kurikulum Indonesia berubah berkali-kali sejak tahun 1947, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004 dan terakhir 2006 dengan KTSP. Apa yang terjadi dengan cara mengajar dan suasana belajar di kebanyakan sekolah di Indonesia?. Cenderung tak berubah, kenapa?
Guru enggan berubah, mungkin karena mereka fikir jasanya tak diperhitungkan, cukup dengan diberi lagu wajib ”Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”, sehingga tuk apa berubah, toh masyarakat dan pemerintah tak menghargainya. Kini suasananya berubah sudah, banyak Pemerintah Daerah di Indonesia yang makin peduli terhadap kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan, sementara Pemerintah Pusat makin gencar lakukan proses sertifikasi yang akan makin meningkatkan penghasilan guru, mungkin lagu wajib guru HARUS DIRUBAH kini ... karena jasanya makin diperhitungkan.
Sampoerna Foundation (SF) Teacher Institut melalui Pak Jalu Noor Cahyanto menghubungi Saya untuk menjadi trainer di Pelatihan yang diperuntukan untuk 27 guru SMA dan pengawas dari Bekasi, Depok dan Tangerang, materinya Curriculum Development. Kegiatan dilangsungkan di Gedung Sampoerna Jl. Sudirman Jakarta hari ini Sabtu 29 September 2007 pk. 08.00 – 15.00 WIB. Topiknya Curriculum Development.Pengembangan kurikulum akan berlangsung dengan baik jika guru-guru memiliki kemauan sehingga akan muncul kreatifitas yang bermuara pada inovasi-inovasi yang tiada henti. Unsur inilah yang Saya coba gali melalui workshop dan analisis yang dilakukan bersama ... mungkin karena pesertanya guru-guru pilihan suasananya jadi terasa berkecepatan sangat tinggi, terima kasih semua ... semoga andajadi ”guru yang tak biasa” ...
Perhatikan, betapa seriusnya mereka hingga menyatu dengan bumi, duduk di lantai tak bersepatu, Saya mengamati sambil bersender di tiang (paling kanan pada foto), ha ha ha ... Saya mengenang beberapa nama seperti Pak Ucup, Pak Yusuf dan Bu Is ... keep fight everybody, am so proud of U.
Terima kasih Tante Nunu, Mamanya Aini dan Alya yang merekomendasikan Saya … termasuk kepada Pak Jalu yang berkenan menengok blog Saya dan menjadwalkan sessi Saya, terima kasih juga kepada Sampoerna Foundation (SF) Teacher Institut atas kepercayaannya kepada Saya, semoga Saya bisa memenuhi harapan penyelenggara, keep fight.
Saturday, September 15, 2007
Training KESABARAN

Beberapa hari ini,
eksternal harddisk saya
yang berisi sekitar 70 GB
tak bisa dibuka
Note book saya bermasalah
dan harus diinstal ulang windowsnya
ach ...
Sementara
persiapan beberapa training
harus dikerjakan segera
tugas-tugas kuliah menanti
Tapi saya ga boleh susah
apalagi sedih
karena ALHAMDULILLAH
saya masih punya eksternal harddisk,
note book, windows yang ori,
istri yang cantik dan baik, anak-anak yang sehat,
orang tua yang support, keluarga besar yg guyub,
dan masih banyak kenikmatan lain-lain
Saya sedang ikut training kesabaran
Label: up grade
Sunday, September 02, 2007
Adult Participant
Anda mungkin pernah menyaksikan suasana pelatihan yang "Garing" dimana mayoritas peserta tak bergairah ... sibuk sendiri, mengobrol, ngantuk atau lainnya, silahkan simak tulisan yang berjudul "Karakteristik Belajar Orang Dewasa" dari Trainer Anto yang dimuat di http://www.antosph.blogspot.com/
Dalam sebuah pelatihan sering kita lihat dan kita alami bahwa ada satu atau dua peserta yang ogah-ogahan mengikuti jalannya sesi demi sesi. Biasanya terjadi pada sebuah kelas pelatihan in house yang memang pesertanya dari satu company, dan kehadiran mereka adalah akibat program yang dibuat HRD ataupun mereka mendapatkan perintah dari atasanya untuk mengikuti training. Fenomena yang seperti ini tidak bisa kita lepaskan dari proses pendidikan formal kita yang kita terima sejak awal kita di “sekolah-kan” oleh orang tua kita.
Kalau peserta training adalah karyawan dengan tingkat pendidikan SLTA, maka dia sudah pernah mengalami sekolah minimal 15 tahun (6 tahun SD, 3 tahun SMP dan 3 tahun SMA). Berarti dia selama ini sudah duduk dan mendengarkan ajaran dari gurunya minimal 25.200 jam (dengan asumsi 1 hari 7 jam dan 1 minggu 5 hari sekolah) dengan kondisi bahwa dia duduk di bangku dan guru ngomong di depan kelas dengan sesekali ada kegiatan gantian murid yang ngomong.
Bisa kita rasakan betapa monotonnya dan membosankannya yang harus dia alami dengan keterpaksaanya menjabat diposisi sebagai “murid di sekolahan”. Ada suatu permakluman ketika tidak jarang saya mendapatkan peserta di kelas training saya yang terlihat sangat malas atas keterpaksaannya mengikuti training. Meskipun segala metode sudah kita sesuaikan dan berbagai “jurus dan ajian” trainer kita terapkan. Saya kemudian berefleksi dengan sedikit berasumsi “Apakah persoalannya ada di saya sebagai trainer?”. Upaya pencarian pun saya lakukan. Minta feed back dari observer hasilnya positif sekali, membaca evaluasi training level 1 hasilnya selalu diatas 4,1 dari skala 5, dan membaca satu-satu evaluasi peserta positif semua.
Sampailah pencerahan untuk saya pada pemahaman karakteristik orang dewasa dalam belajar. Ada minimal 10 karakteristik yang dirumuskan Mary Johnston yang bisa kita fahami disini:
1. Orang dewasa mempunyai pengalaman-pengalaman yang berbeda.
2. Orang dewasa yang hidupnya “miskin” tujuan, merasa bahwa dia tidak dapat menentukan kehidupannya sendiri.
3. Orang dewasa lebih suka menerima saran-saran dari pada digurui.
4. Orang dewasa lebih memberi perhatian pada hal-hal yang menarik bagi dia dan menjadi kebutuhannya.
5. Orang dewasa lebih suka dihargai daripada diberi hukuman atau disalahkan.
6. Orang dewasa yang pendidikan formalnya lebih rendah atau bahkan pernah putus sekolah, mempunyai kecenderungan untuk menilai lebih rendah terhadap kemampuan belajarnya.
7. Apa yang biasa dilakukan orang dewasa, menunjukkan tahap pemahamannya.
8. Orang dewasa secara sengaja mengulang hal yang sama.
9. Orang dewasa suka diperlakukan degan kesungguhan itikad yang baik, adil dan masuk akal.
10. Orang dewasa menyenai hal-hal yang praktis.
Memahami karakteristik tersebut mungkin bisa sebagai dasar kita memahami tipe-tipe peserta training. Untuk itu trainer untuk orang dewasa perlu memperhatikan beberapa hal yaitu:
1. Menjadi “bagian” dari kelompok yang diajar
2. Mampu menciptakan iklim untuk belajar dan mengajar
3. Mempunyai rasa tanggng jawab yang tinggi.
4. Menyadari kelemahannya, tingkat keterbukaannya, kekuatannya dan tahu bahwa diantara kekuatan yang dimiliki dapat menjadi kelemahan pada situasi tertentu.
5. Dapat melihat permasalahan dan menentukan pemecahannya.
6. Peka dan mengerti perasaan orang lain.
7. Mengetahui bagaimana meyakinkan dan emmperkalukan orang.
8. Selalu optimis dan mempunyai itikad baik terhadap orang.
9. Menyadari bahwa perannya bukan mengajar, tapi menciptakan iklim untuk belajar.
10. Menyadari bahwa segala sesuatu mempunyai segi negatif dan positif.
sumber: http://www.antosph.blogspot.com/
Label: info
Thursday, August 30, 2007
Akrab dg Mahasiswi ATMAJAYA
Akrab dan asyik itulah materi yang kali ini dibawakan oleh Bapak Dedi Dwitagama pada acara “Penyuluhan Pencegahan Tawuran Pelajar Jakarta Pusat”, Rabu tanggal 28 Agustus 2007, bertempat di aula SMKN 27. Tanpa Sepengetahuan saya Bapak Dedi memberikan kesempatan kepada Mahasiswi Jurusan Bimbingan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unika Atma jaya untuk ikut serta mengisi sesi beliau.
Pantang rasanya bila dalam suatu penyuluhan bila peserta belum saling mengenal. Untuk itu, strategi pun dimainkan agar mereka saling mengenal terlebih dahulu.
Materi pun mulai di jabarkan setelah meraka saling mengenal satu sama lain. Inti dari materi yang telah diberikan adalah kurangnya hubungan antara sekolah dalam kegiatan siswa ataupun guru secara intern maupun extern. Untuk itu Bapak Dedi memberikan materi yang berjudul “Akrab dan Asyik” yang diharapkan agar peserta dapat menerapkan disekolahnya masing-masing, bahwa akrab itu mengasyikan dalam banyak bidang.
Akhirnya giliran Mahasiswa Atma jaya tampil. Yang mereka tampilkan adalah games, games yang pertama adalah ruang tembus pandang dan yang kedua 1000 Km. Ternyata games yang mereka tampilkan maknanya amatlah penting bagi peserta dari segi kerjasama, kesabaran, kepemimpinan, dan berorganisasi.
Tanya jawab pun diberikan peserta. Sebelum menutup, tak lupa Bapak mengevaluasi dan mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan acara ini.
Nara sumber lain pada kegiatan ini adalah Bapak H. Widodo Kepala SMA Negeri 10 Jakarta, dan Bapak Hendi Setiawan Kepala Seksi Dinas Dikmenti Kec. Kemayoran
Naskah dan foto: OMEN
Label: info
Sunday, August 26, 2007
TEACHER TRAINING AL IZZAH Taman Adiyasa
Sabtu, 28 Agustus Saya berkesempatan memenuhi undangan Pak Dudi Maryadji salah satu pendiri Yayasan Al Izzam yang menaungi Sekolah Islam Al Izzah Taman Adiyasa Tigaraksa Tangerang , untuk menjadi trainer pada Pelatihan Peningkatan Profesionalisme, yang diikuti oleh Guru-guru di wilayah Tigaraksa
Materi yang Saya sajikan tentang Guru yang Profesional, ditemani oleh adik tercinta Agus Sampurno yang mengelola blog "Guru Kreatif"… melakukan workshop, berharap dapat memberi inspirasi kepada semua peserta agar terdorong untuk melakukan berbagai upaya menuju kiprah guru yang professional.
Di dalam ruang kelas yang masih dibenahi … suasananya hangat dan penuh gairah … pertanyaan silih berganti … tugas-tugas direspon bergairah … hingga waktu menunjukkan pk. 16 lebih tak terasa … pelatihan pun diakhiri dengan pembagian sertifikat dan pinta untuk kembali kesana … Bangga, bahagia, haru dan berbagai rasa berkecamuk … merasakan denyut perjuangan SDI Al Izzah yang tahun ini mulai ikut Ujian peserta didiknya … semoga sukses!
Friday, August 17, 2007
MERDEKA dari Keterpurukan
Speaking about “EDUCATON FOR INDONESIAN”, Who afraid…….! (Saya lihat dari semangat panitia). Sehubungan dengan ulang tahun Republik Indonesia ke-62, FORKMAP mengadakan Talk Show diBumi Perkemahan Ragunan Kamis, 16 Agustus 2007, berlangsung hingga lebih pk. 00.00WIB.
Merenovasi suatu bangunan tanpa memikirkan , itulah kondisi penanggulangan masalah pendidikan di Indonesia ... Akankah pemerintah menyingkapi terpuruknya pendidikan di Indonesia, kesimpulan pertanyaan dari para peserta. Menurut Prof. Dr. Ir. Marsudi W. Kisworo, Bapak Dedi Dwitagama dan para nara sumber lainnya, pendidkan diIndonesia BELUM bisa dibanggakan, karena kurangnya rasa kepedulian dan tidak adanya inovasi dalam memajukan pendidkan di Indonesia.
Berani berinovasi dan kuatkan kepedulian terhadap pendidikan di Indonesia, terlontarkan dari mulut para nara sumber untuk para peserta. Malam semakin larut .... menjelang pagi, akhirnya sampai dipenghujung acara. Sebagai tanda terima kasih dan rasa bangga kepada nara sumber, FORKMAP memberikan Piagam Penghargaan. Mudah-mudahan dengan diadakannya acara ini banyak terlahirnya orang-orang yang peduli akan kemajuan pendidikan di Indonesia
Ditulis oleh: OMEN
Monday, August 13, 2007
ALMAMATER (SMA 35) memanggil
Sabtu, 12 Agustus 2007, pk. 11.00 WIB. Ini kedua kalinya Bapak Dedi Dwitagama menjadi fasilitator di SMAN 35, belum tau ya........ Bapak alumni SMAN 35 loh. So gue kakak kelas lho.....(ujarnya kepada peserta). Mula-mula, apa sih organisasi itu? Kata Bapak Dedi Dwitagama kepada peserta LDKMS. Banyak jawaban t’lah di dapat dari peserta, organisasi adalah sekelompok manusia yang bekerja sama, dengan suatu perencanaan kerja dan peraturan, untuk mencapai tujuan tertentu. 
Untuk mengurangi kejenuhan, Quis pun di mainkan. Respon baik t’lah didapat, mereka menikmatinya walau mereka tidak duduk dibangku, alias deprok dilantai, tetapi mereka tetap semangat.
Salah satu quisnya adalah menampilkan suatu pertunjukan dengan diiringi musik secara berkelompok. Hasilnya wahhhhhhh lihat sendiri deh, biz dengan waktu sesingkat itu mereka dapat menampilkan dengan bagus. Maksud dari quis ini adalah Bagaimana Cara Memanagement Organisasi.
Kesimpulan pun akhirnya diberikan. Tak lupa diberikannya sedikit pengalaman kepada para peserta, raihlah cita-citamu setinggi mungkin
Ditulis oleh: OMEN.
Thursday, August 09, 2007
di TABLOID "Sekolah" DEPDIKNAS RI
Kepada
Yth Pemimpin Umum Tabloid Sekolah
Prof. Dr. Dodi Nandika, MS.
di Jakarta
Dengan hormat
Melalui email ini perkenankan Saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga atas pengiriman Tabloid Sekolah edisi 1 dan 2 serta Kumpulan Kabar Diknas, yang kami terima awal Agustus 2007, semoga dapat memberi wawasan baru kepada warga sekolah untuk lebih tingkatkan kinerja.
Pada Tabloid Sekolah edisi 2 hal. 20 terdapat reportase Pelatihan OSIS tingkat Nasional, dimana terdapat foto-foto pelatihan yang Saya lakukan ... untuk itu Saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga atas dimuatnya tiga foto yang mungkin diambil dari blog saya http://trainerkita.blogspot.com/, atau sumber lain.
Sesuai dengan kaidah jurnalistik, sebaiknya fotografer dan sumber foto dicantumkan sehingga informasinya lebih jelas, karena foto-foto itu bukan rekaman kegiatan yang ditulis, sebaiknya juga dituliskan bahwa foto-foto tersebut merupakan ilustrasi ... semoga edisi berikutnya lebih baik dan mampu wujudkan misi sebagai media komunikasi pendidikan Nasional.
Selain alamat email dan millis, sebaiknya mungkin perlu website tabloid ... agar bisa lebih menjangkau komunitas pendidikan di dalam dan luar negeri.
Atas perhatian dan kerja kerasnya semua anggota tim hingga tabloid sekolah bisa beredar saya ucapkan salut dan terima kasih
Keep Fight
Dedi Dwitagama
Find me more at:
http://dedidwitagama.wordpress.com/
http://trainerkita.blogspot.com/
http://dwitagama.blogspot.com/
http://dedidwitagama.4t.com/
SMK Negeri 3 Jakarta - Siapkan Tenaga Kerja Bermutu
Vocational Educational School on Business Manajemen
Program Keahlian: Adm Perkantoran, Akuntansi, Penjualan
Jl. Garuda 63 Kemayoran Jakarta Pusat
(T) 62 21 4209629 - 62 21 42889104
(F) 62 21 4209629
(E) smkn3@centrin.net.id
(S) http://smk3jakarta.net
Label: info, lingkungan
Friday, August 03, 2007
UdarA diNgIn.....! ”GaK nGaruH”
Kali Bapak Dedi Dwitagama memberikan materi tentang ”IMPLEMENTASI KTSP Untuk Siswa SLTA” tepatnya mereka yang bersekolah di kepulauan seribu - lokasi kegiatan berlangsung di kaki Gunung Gede Cibodas Jawa Barat, dingiiiiiin sekali. Ini adalah yang Ke-2 Bapak Dedi memberikan materi kepada Siswa/siswi SLTA di kepulauan seribu, yang pertama berlangsung tahun lalu.
Pukul 19.15 wib persentasi dimulai dengan memberikan sedikit lelucon yang tak berlangsung lama. Sebelum masuk ke materi, di bacakannya terlebih dahulu tujuan materi yang akan dipersentasikan. Dari yang sebelum, suasana kali ini lebih hidup. Contohnya ada Siswi yang konyol sekali bernama Dewi, teman-temannya lebih suka menyebutnya ”BOY”, tapi jangan salah walau begitu dia cerdas juga. Jujur saya saluuuuut sama Dewi dengan kecuekannya itu loh.
Waktunya mendiskusikan permasalahan dalam belajar dan mengajar beserta solusi pemecahan masalah, sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan. Lima belas menit berlalu, akhirnya sampai juga di waktu persentasi.Tuuuuuuuuuh apa saya bilang, Dewi (BOY) buaaaaagus sekali penyampaian persentasinya, teman-teman dewi pun begitu mereka tetap semangat walau udara di Cibodas semakin menusuk kulit, semangat truzzzz ya pantang mundur. Sudah 2 jam berlalu, sebelum menutup persentasi pak Dedi tidak lupa memberikan sesi tanya-jawab. Selesai sudah persentasi kali ini, seiring menutup persentasi Pak Dedi memberikan Biodata diri, guna memberikan kemudahan kepada para peserta jika ingin konsultasi lebih lanjut.
Di susun oleh: Omen
Label: Metode
Wednesday, August 01, 2007
Jadi PRESIDEN, SiApa tAkuT.............!
Dalam mempersiapkan calon pemimpin yang berpotensi dan berprestasi, SUDIN DIKMENTI kotamadya Jakarta Pusatmengadakan pelatihan dengan tema ”Mempersiapakan Pemimpin Masa Depan”, bertempat di Hotel Puri Percetakan Negara Jakarta.
Pada pukul 13.30 giliran Bapak Dedi Dwitagama tampil memberikan materi dengan judul 8 TIPS MENJADI PEMIMPIN. Seiring waktu berjalan beberapa kuis dimainkan oleh Bapak Dedi guna mengurangi kejenuhan. Seperti biasa respon baik telah didapat dari para peserta, efeknya peserta menjadi aktif dan fokus. Salah satu kuisnya adalah Bapak Dedi menawarkan kepada para peserta siapa yang ingin menjadi pemimpin, ternyata banyak juga yang menunjuk inginmenjadi pemimpin. Tetapi Bapak Dedi hanya menunjuk salah satu dari mereka yaitu bernama Yopita, Pak Dedi melontarkan pertanyaan kepada Yopita, kamu ingin menjadi pemimpin apa? Dengan lantang Yopita menjawab, saya ingin jadi Presiden. Wah..... saya terkejut mendengarnya, pokoknya seluuuuut deh buat Yopita mudah-mudahan tercapai cita-citanya.
Tiba sudah sesi tanya jawab, dari salah satu peserta ada yang memberi saran agar Bapak Dedi lebih long time dalam memberikan materi. Pukul 15.40 Bapak Dedi menutup dengan pesan terakhir ”Untuk Menjadi Pemimpin Yang Baik, Pimpin Dirimu Sebelum Memimpin Orang Lain.
Label: Topik
