Senin 14 Juli 2008 memberi perbekalan kepada Siswa BAru di SMK Negeri 3 Jakarta agar tak menyalahgunakan Narkoba ... dalam suasana yang meriah dengan suasana green dan warna warni asesoris siswa baru ... selemat jalani hari-hari baru yang beda menuju dunia kerja.
Foto: Omen
Tuesday, July 15, 2008
Narkoba di MOS SMK Negeri 3 Jakarta
Label: Narkoba
Friday, July 04, 2008
Saturday, June 28, 2008
hukuman mati di HANI (Hari Anti Narkoba Internasional) 2008
Selamat untuk Indonesia, dua narapidana kasus Narkoba akhirnya dieksekusi dengan ditembak ... selamat untuk BNN, Kejaksaaan, Kepolisian, dan semua fihak yang dukung proses ini ... sayang sekali, kenapa harus menunggu tgl 26 Juni untuk eksekusi ... apakah hanya bagian dari seremonial Hari Anti Narkoba Internasional? ... Saya, mungkin Anda juga berharap ini merupakan suatu pertanda pemerintah makin serius ... tapi jangan setahun sekali, coba ditingkatkan jadi sebulan sekali, sehingga 62 narapidana yang sudah bervonis bisa segera habis, agar para pelaku dan calon pelaku kapok edarkan barang haram di negeri tercinta ...
Gemuruh suara ombak laut Selatan Pulau Nusakambangan Cilacap menjadi saksi bisu kepergian Samuel Iwuchukwu Okeye dan Hansen Anthony Nwaolisa ke tempat peristirahatan terakhir. Tepat pukul 23.30, Kamis (26/6), dua terpidana mati kasus narkoba menghadapi eksekusi mati di hadapan regu tembak.
Sebanyak 28 orang polisi dari Kesatuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Jateng, dilaporkan mengeksekusi dua warga negara Nigeria itu di kawasan Nirbaya, Pulau Nusakambangan --sekiar 10 km selatan LP Batu. Lokasi eksekusi merupakan reruntuhan bekas penjara pada zaman penjajahan Belanda.
Di tempat tersebut dulu pernah dilakukan eksekusi mati terhadap tahanan politik eks PKI pada tahun 1985 dan narapidana kasus subversi pada tahun 1987. Kepala Satuan Brimob Polda Jateng, Kombes Pol Dicky Atotoy yang dihubungi Jumat (27/6) dinihari menyatakan kedua terpidana mati tersebut dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 24.00 oleh dokter yang melakukan otopsi. Keduanya meninggal setelah sebutir peluru menembus jantungnya. ''Setelah dieksekusi, kedua terpidana langsung menjalani otopsi oleh tim dokter,'' kata Dicky.
Menurutnya, kedua terpidana mati menjalani eksekusi di depan dua regu tembak dari Brimob Polda Jateng yang terdiri 14 orang setiap regunya. Sebelum menjalani eksekusi, salah seorang pejabat Kejaksaan menceritakan detik-detik terakhir kedua terpidana mati. Sekitar pukul 22.30, kedua terpidana tersebut dibimbing doa oleh Romo Carolus dari Paroki Stefanus Cilacap sesuai agama mereka.
Setelah itu kedua terpidana dibawa ke tempat eksekusi yang berada di kawasan Nirbaya. Dengan kepala tertutup dan tangan terbogol di tiang eksekusi, kedua terpidana mati kemudian ditembak oleh dua regu tembak secar bersamaan. Sehari sebelumnya, Samuel dan Hansen mendapat kunjungan istri dan anaknya. ''Jenasah kedua terpidana langsung dimakamkan di Pulau Nusakambangan,'' kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap, M Yamin RS, Jumat (27/6).
Sementara itu, pengacara dari dua terpidana mati tersebut, Bambang Sri Wahono mengatakan, para istri dua kliennya menghendaki jasad suami mereka tidak dikebumikan di Nusakambangan. Dia juga mengatakan, pihaknya belum mendapat pemberitahuan resmi dari kejaksaan terkait pelaksanaan eksekusi tersebut. ''Para istri klien kami menghendaki jasad suaminya bisa dibawa pulang keluarganya, apalagi salah satu istri klien kami sedang mengandung dan yang lainnya memiliki seorang anak kecil,'' katanya.
Bambang mengatakan, Sri Lestari (istri Samuel) menginginkan jenazah suaminya dimakamkan di pemakaman Katolik Cilacap, sedangkan Tri Yatmi (istri Hansen) akan membawa jasad suaminya untuk dimakamkan di Jakarta.
Menurut dia, pihaknya akan mengajukan permohonan pemindahan pemakaman tersebut kepada kejaksaaan. ''Disetujui atau tidak, permohonan ini akan kami ajukan. Namun jika tidak disetujui, berarti mereka melanggar Penetapan Presiden Nomor 2 Tahun 1964 pasal 15,'' katanya.
Menurut dia, pasal tersebut menyatakan penguburan terpidana diserahkan kepada keluarganya atau sahabat terpidana. Jika tidak disetujui, kata dia, pihaknya akan mengajukan gugatan karena penguburan jenazah dua terpidana mati tersebut tidak sah.
Kepala Divisi Lembaga Pemasyarakatan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM Provinsi Jawa Tengah, Bambang Winahyo mengaku heran jika kedua terpidana mempunyai istri. Pasalnya dalam surat keterangan yang ada, dikatakan keduanya lajang. ''Sebenarnya ini bukan kewenangan saya, silakan tanyakan kepada Kejati Banten. Saya tidak dapat laporan dari kejaksaan jika mereka telah beristri,'' tegasnya.
Menurut dia, kemungkinan perempuan yang disebut sebagai istri Samuel hanya mengaku hamil tiga bulan sedangkan terpidana mati tersebut telah menjalani hukuman yang cukup lama yakni sejak 2001 di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang hingga dipindahkan ke LP Pasir Putih Pulau Nusakambangan pada tahun 2007. ''Jadi sangat kecil perempuan itu hamil karena dia tidak bisa meninggalkan LP Pasir Putih yang penjagaannya super ketat,'' jelasnya.
Hansen dan Samuel merupakan dua terpidana kasus narkoba dari 62 orang napi narkoba yang saat ini sedang menunggu proses eksekusi. Jaksa Agung Hendarman Supandji usai peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Jakarta, Rabu (26/6) menyatakan dari 62 orang sebanyak 57 orang lagi akan segera menyusul untuk dieksekusi.
(ant/wab )
Sunday, June 22, 2008
Prepare
For IASTP (Indonesia Australia Specialized Training Project) School Based Drug Prevention in Indonesia, thx for BNN that believe in me
Label: BNN, CURRICULUM VITAE, dwitagama, Narkoba
Outbon tim LKS DKI Jakarta
Outbond team LKS DKI Jakarta untuk LKS tingkat Nasional ke-18 di Makasar
Label: CURRICULUM VITAE, Dikmenti, dwitagama, Education, SMK
Saturday, June 21, 2008
Pembinaan Keagamaan SUDIN DIKMENTI JAK UTARA
Cibodas, Jumat 20 Juli 2008
Type rest of the post here
Label: Dikmenti, dwitagama, Education, pendidikan
Thursday, June 19, 2008
Mencegah TAWURAN
Kegiatan Sudin Dikmenti Jakarta Utara, Musium Listrik TMII Jakarta, Rabu 18 Juni 2008, topiknya tentang Narkoba.
Image: Omen
Type rest of the post here
Label: Dikmenti, Education, Narkoba, pendidikan
Wednesday, June 18, 2008
BNN CORNER with LULA KAMAL

Diwawancara oleh Lula Kamal, untuk di TVRI Minggu pagi pk. 10 (?)
Label: CURRICULUM VITAE, Foto, Narkoba
Thursday, June 12, 2008
Permen Coklat NARKOBIS
Polisi masih mengejar Rudi (42), ayah Rida Wahyu, siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Sekar Bangsa, Pondok Labu, Jaksel. Ayah Rida melarikan diri setelah mengetahui empat teman anaknya mabuk setelah mengonsumsi permen seperti cokelat yang diberikan Rida.
Dari hasil penyelidikan kepolisian, ternyata permen seperti cokelat itu mengandung narkoba jenis happy five. Narkoba jenis ini merupakan zat psikotropika aktif minor tranquilizer yang bersifat menenangkan atau menidurkan.
Kapolsek Metro Cilandak Kompol Makmur Simbolon, kepada wartawan, Selasa (10/6), mengatakan, pihaknya masih mengejar Rudi.
Pengejaran dilakukan di beberapa lokasi yang diperkirakan sebagai tempat persembunyiannya, termasuk beberapa tempat yang menjadi pangkalan truk kontainer, sesuai profesi Rudi. Dari penyelidikan polisi, Rudi merupakan karyawan swasta bagian ekspedisi di kawasan Tanjung Priok, Jakut.
Ketika ditanya wartawan apakah Rudi merupakan bagian dari sindikat narkoba, Simbolon belum bisa memastikannya. "Nanti akan kita telusuri, yang pasti ia harus tertangkap dulu. Seharusnya dia tidak melarikan diri," katanya.
Kapolres Metro Jaksel Kombes Pol Chairul Anwar menambahkan, Ny Sri yang juga ibu Rida Wahyu mendapatkan pil itu setelah mengorek-ngorek tas suaminya yang baru pulang dari luar kota.
Dari tas suaminya, Ny Sri mendapati 30 butir pil dalam tiga strip, yang dibungkus dalam kemasan cokelat Alpine. Karena ia mengira pil-pil itu adalah cokelat oleh-oleh, Ny Sri langsung menyimpan pil-pil itu di lemari es.
Saat Rida akan berangkat sekolah, ia membuka lemari es dan mendapati cokelat itu. Rida sempat bertanya kepada ibunya tentang cokelat itu dan dijawab oleh ibunya bahwa cokelat itu oleh-oleh ayahnya. Selanjutnya Rida membawa cokelat itu ke sekolah sebagai bekal.
Bersama empat temannya, Rida memakan 11 butir coklat itu di sekolahnya. Setelah mengonsumsi permen itu, kelima anak-anak tersebut teler dan berjalan sempoyongan. Bahkan ada yang menabrak pintu. Melihat kejadian itu, sekolah langsung geger.
Wakabid Pelayanan IGD RS Fatmawati, dr Ugi Sugiri, menjelaskan, dari hasil tes urine, kelima anak itu positif mengandung zat psikotropika jenis benzodiaspin.
Happy five akan menyebabkan efek lemah dan tertidur seperti obat tidur. Jika dikonsumsi dalam dosis tinggi, akan terjadi depresi pernapasan atau sulit bernapas.
Saat ini, lanjutnya, Rida Wahyu dan Adrian masih dirawat secara intensif, sedangkan tiga teman lainnya sudah diperbolehkan pulang.
"Kami obati dengan sistem hidrasi atau mengalirkan air ke dalam tubuh, dengan harapan zat psikotropika dapat keluar melalui air seni," katanya. (Joko Sriyono)
Source: Suara Karya
Label: Narkoba, pendidikan
Monday, June 09, 2008
Rendra; Doa seorang serdadu sbelum berperang
Tuhan ku
wajah Mu membayang di kota terbakar
dan firman Mu terguris di atas ribuan
kuburan yang dangkal
anak menangis kehilangan bapak
tanah sepi kehilangan lelakinya
bukannya benih yang disebar di bumi subur ini
tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia
apabila malam turun nanti
sempurnalah sudah warna dosa
dan mesiu kembali lagi bicara
waktu itu, Tuhan ku
perkenankan aku membunuh
perkenankan aku memasukkan sangkurku
malam dan wajahku adalah satu warna
dosa dan nafasku adalah satu udara
tak ada lagi pilihan
kecuali menyadari biarpun bersama penyesalan
apa yang bisa diucapkan oleh bibirku yang terjajah ?
sementara kulihat kedua tangan Mu yang capai
mendekap bumi yang mengkhianati Mu
Tuhan ku
erat-erat kugenggam senapanku
perkenankan aku membunuh
perkenankan aku menusukkan sangkurku
Label: puisi
Friday, June 06, 2008
bakat besar dan pikiran besar; HUDAN HIDAYAT
Seorang penyair yang baik bukan seorang yang besar niatnya untuk membuat puisi yang baik, tapi besar bakatnya untuk menyerap hidup dan membentuknya kembali ke dalam kata-kata.
Kata-katanya bukanlah sekedar keterampilan yang datang dari otak yang keras untuk merebut makna hidup ke dalam seni kata-katanya, tapi dari kedalaman sumur jiwanya. Sebab sekitarnya hanyalah sampiran belaka dari jiwanya yang ingin menemukan sesuatu yang belum hadir dalam kata-katanya, hidup yang ditemukan.
Hidup itu sendiri mungkin mengguncangkan. Tapi begitu sampai ke dalam kata-katanya, guncangan-guncangan itu bisa saja menjadi lemas tak berdaya - ibarat penis yang mati setelah bersetubuh pagi tadi. Atau wajah pucat karena kekurangan darah.
Sebab begitulah puisi: bukan terutama datang dari kerja otak tapi dari kerja hati - passion. Otak kita bisa sangat terampil membuat esai, atau menyatakan diri ke dalam pemikiran yang terbentang. Tapi puisi? Tunggu dulu.
Bacaan tak banyak menolong kalau bakat kita memang kecil. Bacaan tinggallah sesuatu yang berselang-seling dalam tempurung. sebagai mercusuar yang menjadi angan-angan - angan untuk membuat puisi.
Niat untuk membuat puisi yang berbeda dalam dan terutama dari tradisi kepenyairan kita. Atau tradisi kepenyairan dunia. Dirinya diangankannya telah menjelma menjadi sesuatu yang berbeda, tapi kerja puisinya tak menampakkan ciri-ciri yang berbeda itu. Bahkan tak sampai pada kedalaman apa pun kecuali sekedar sentuhan kata-kata apa adanya, yang hampa makna. Hampa pula dari misteri kata-kata. Misteri kata-kata yang mewujudkan teka-teki hidup.
Teka-teki hidup adalah makna benda dan makna kata - makna itu sendiri, yang bergesekan. Benda dan makna memang sesuatu yang berselang-seling, ibarat malam dan siang tetapi dalam perputaran dan pergerakan seperti bola pingpong: cepat, bukan sesuatu yang merambat.
Kecepatannya sering membingungkan, dan sang penyair menyusunnya kembali ke dalam kata-kata dalam puisi.
Bolehlah penyair menyusunnya dengan otaknya, tapi otak saja tidak cukup. Otak hanya sekedar pengikat - pembentuk susunan. Yang menentukan akhirnya adalah teka-teki jiwanya sendiri.
Jiwanya yang seolah gua gelap dalam alam purba. Kegelapan yang ingin menghendaki terang, bukan malah nyemplung kembali ke dalam kegelapan.
Ah, kita harus berhadapan dengan regu tembak dulu, para lelaki yang urung menembak dan melepaskan kita dari lubang maut, sebelum bisa membuat puisi yang sebenarnya puisi.
Puisi yang berdarah. Puisi yang terentang antara hidup dan mati. Ada dan tiada. Puisi dari keringat hidup penuh warna. Memancarkan kekosongan. Tempat di mana jiwa dan raga kita menemukan oasenya. Dari hidup yang kadang bermakna kadang terasa sia-sia: untuk apakah semua makna itu, kalau bayang-bayang kematian mengintip sejak kita mencelat dari rahim ibu.
Baik kukutip puisi Tagore saja, puisi yang berupa cerpen pen yang menyerakkan dirinya ke dalam bait-bait puisi, terjemahan Abdul Hadi:
Jika gong berdengung sepuluh kali di pagi hari dan aku berjalan menuju sekolah, bertemulah aku setiap hari dengan penjual kelontong yang berteriak, "Manik! Manik batu!"
Tak ada yang memburu dia, tak ada jalan yang harus ditempuh, tak ada tempat ke mana ia harus pergi.
Aku ingin jadi penjual kelontong yang menghabiskan hari-harinya di jalanan sambil berteriak, "Manik! Manik batu!"
Jika sore hari pukul empat aku pulang dari sekolah, kulihat dari gerbang masuk tukang kebun sedang menyabit rumput di halaman.
Ia bekerja sesuka hatinya, mengotori bajunya dengan debu, berjemur di bawah panas matahari, kehujanan tanpa seorang pun melarangnya.
Aku ingin jadi tukang kebun yang bekerja sesuka hati, dan tak seorang pun melarangku.
Jika malam tiba dan ibu menyuruhku tidur, kulihat lewat jendela, peronda malam bolak-balik di gang.
Jalanan gelap, dan sepi, dan lampu pasar tegak bagai raksasa bermata merah di tengah kepalanya.
Peronda itu berjalan membawa lampunya bersama bayang-bayangnya, dan ia tak pernah tidur selama hidupnya.
Aku ingin menjadi peronda dan berjalan di jalanan sepanjang malam sambil menghalau bayang-bayang dengan lampuku.
Sumber: Millis Kompas
Label: Education
dikontak TVRI
By SMS, pengelola acara BNN Channel di TVRI kontak Saya untuk menjadi nara sumber yang akan di wawancara oleh Host dr. Lula Kamal ... dikabarkan, talk show itu biasa ditayangkan Minggu pk. 10.30 WIB ... kelanjutannya akan dikabarkan by email
Label: BNN
Tuesday, June 03, 2008
Penyuluhan yang baik
Anda pernah duduk berjam-jam mendengar nara sumber ceramah atau seorang penyuluh beraksi? ... berapa prosen yang Anda ingat hingga kini? Jika Anda menginginkan banyak kesan dan arti duduk berjam-jam di suatu kegiatan, sebaiknya Anda MENDENGAR, MENGATAKAN DAN MELAKUKAN SESUATU yang berkaitan dengan topik penyuluhan yang berlangsung
Label: penyuluhan yang baik
Friday, May 30, 2008
Penyuluhan Sadar Narkoba di BALIK PAPAN
Saya suka dengan tulisan di spanduk back drop kegiatan Penyuluhan BNN di Hotel Grand Tiga Mustika Balik Papan Kalimantan Timur, Kamis 29 Mei 2008. Selengkapnya begini: “Penyuluhan Sadar Narkoba bagi Pelajar dalam upaya pencegahan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)”. Biasanya digunakan Penyuluhan Anti Narkoba … apakah Saya dan Anda bisa bersikap anti terhadap Narkoba?. Ketika sakit gigi, flu, operasi atau minum the dan kopi … semua ada unsur yang mirip atau sejenis dengan Narkoba. Jika dalam kontrol seseorang yang ahli misalnya, Narkoba itu sangat bermanfaat … masalah timbul ketika seseorang menyalahgunakan Narkoba.
Pada kegiatan tersebut hadir Kapus Cegah Lakhar BNN, Brigjen Drs. Muji , SH., MH, Henry Yosodiningrat Ketua Umum Granat, dan Kalakhar BNP Kaltim, dan masih banyak lagi.
Read More......
Thursday, May 22, 2008
ROKOK jadi TUHAN
Read More......TUHAN SEMBILAN SENTI
Oleh Taufiq Ismail
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara- perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang
yang tak merokok,Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan
nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun
asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor
perusahaan rokok,Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya, pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya, putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan
AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar
perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan
kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia
mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di
negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada
tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.Source: Millis Kompas
Puisi yang diposting dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia 31 Mei 2008
Saturday, May 17, 2008
KETERAMPILAN SOSIAL di Palu Sulawesi Tengah
Pelajar Sulawesi Tengah dari berbagai kabupaten ternyata banyak yang memiliki penguasaan Bahasa Inggris yang baik, mereka Saya pancing untuk menyampaikan kesan dan pesan dengan menggunakan Bahasa Dunia pada akhir sessi Saya di kegiatan Penyuluhan Sadar Narkoba dalam upaya pencegahan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkoba untuk Pelajar, Guru, Kepala Sekolah dan Tokoh Agama di Palu Sulawesi Tengah Kamis. 15 Mei 2008 di Gedung LPMP Jl. Dr. Sutomo Palu, hebat sekali … semoga Anda jadi orang sukses di masa datang.
Pesertanya sekitar 300 orang, di gelar oleh Badan Narkotika Nasional, BNN RI bekerja sama dengan Badan Narkotika Provinsi Sulawesi Tengah mengusung topik UKS atau Usaha Kesehatan Sekolah, dimana diharapkan masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba menjadi muatan UKS, agar tercipta lingkungan sekolah yang sehat dan terhindar dari masalah penyalahgunaan dan predaran gelap narkoba. Materi yang saya sajikan Social / Life Skill atau keterampilan sosial untuk menghindar dari penyalahgunaan Narkoba.
Penyebab remaja menyalahgunakan Narkoba adalah sbb:
– Kecemasan terhadap penampilan
– Perubahan sexual
– Masa puber terlalu dini
– Perubahan tingkah laku
– Kekerasan
– Rasa rendah diri
– Tekanan Kelompok
– Kegagalan di sekolah
– Dll
Mayoritas penyebab diatas masuk dalam lingkup Social Skill atau Keterampilan Sosial, oleh sebab itu ramaja perlu didorong untuk memiliki keterampilan sosial yaitu Keterampilan seseorang dalam mengendalikan diri dan berinteraksi dengan masyarakat, yang indikatornya mereka jadi mampu dan trampil dalam hal, sbb:
– Menjalin hubungan dengan orang lain
– Minimalisasi pengaruh media
– Menyelesaikan masalah
– Menentukan target masa depan
– Pengambilan keputusan
– Bernegoisasi
– Komunikasi efektif, menyampaikan pemikiran dan keinginan
– Kontrol diri
– DllPerhatikan pada foto disamping, selama presentasi Saya beberpa kali peserta lakukan workshop untuk memahami apa itu keterampilan sosial, bagaimana cara malakukannya dan cara meningkatkannya. Mereka juga berbicara tentang apa yang mereka rasakan sepanjang sessi Saya ... bukan cuma Saya yang berkeringat .... peserta juga ... mereka berkeringat, bercengkrama, tertawa dan "peroleh pencerahan" agar hidup bisa labih baik. Demikian yang diucapkan beberapa peserta di akhir sessi Saya.
Terima kasih BNN yang telah memberi kepercayaan, BNP (Badan Narkotika Propinsi) Sulawesi Tengah yang telah jadi tuan rumah yang baik, Pelajar SMP, SMA, SMK se Sulawesi Tengah yang sangat serius simak presentasi Saya, termasuk crew Batavia Air yang dengan selamat antar Saya ke Palu dan kembalikan ke Jakarta, jumpai orang-orang yang Saya cintai.
Buat Anda, terima kasih telah berkunjung ^-^
Label: BNN, Narkoba, pendidikan
Sunday, May 11, 2008
Sup di Pesta Sekolah Ditaburi Ekstasi
Apa jadinya jika ekstasi dan dilarutkan dalam hidangan sebuah pesta anak sekolah. Contohnya ada di Rusia. Setelah menikmati sajian makanan, para siswa itu bertingkah aneh. Para siswa mendadak berulah liar. Sebagian menari-nari, ada yang memanjat tembok, berbaring di lantai dan tertawa-tawa.
Remaja usia 13-15 tahun itu diduga secara tidak sengaja mengkonsumsi ekstasi dari sop dan minuman yang mereka nikmati saat sebuah pesta di sekolah di kota Yuzhno-Sakhalinsk itu dilangsungkan.
Seorang guru mengatakan, para siswa bersikap liar setelah makan siang. Sementara itu dokter yang dipanggil untuk mengendalikan keadaan itu, mengatakan para siswa menunjukan tanda berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang, setelah melakukan penelitian mereka menemukan zat ekstasi di dalam hidangan tersebut.
Kepala kepolisian setempat mengatakan, sampai saat ini penyelidikan terus dilakukan. Pihaknya membenarkan bahwa, peneliti yang diturunkan di lokasi menemukan minuman dan makanan yang mengandung zat opium, amphetamine yang tak lain adalah bahan-bahan ekstasi. (fit)
Source: Okezone
Label: Narkoba
Saturday, May 10, 2008
Selalu
Jejak-jejak kerja yang lalu
menuntun orang lain mencarimu
Oleh karena itu
bekerjalah serius selalu
Label: puisi
Sunday, May 04, 2008
ANAKKU sayang, anakku MALANG
Ayah, Ibu dan Anak-anak berada pada satu ruangan yang sama tanpa interaksi, masing-masing sibuk dengan diri sendiri.
Apakah ada kebersamaan diantara mereka ?
Keluarga harus mampu menciptakan situasi
dimana terdapat kontak perasaan dengan anak-anaknya
Dr. P. Cunningham, University of South Carolina
PENGANTAR
Kehidupan kota besar menjadikan orang tua sibuk sepanjang hari, jika terjadi penyimpangan tingkah laku pada anak seperti penyalahgunaan Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat-zat Adiktif lainnya (NARKOBA) atau MADAT dalam Bahasa Indonesia, apakah itu karena kesibukkan orang tua ?.
Sebagian besar orang tua di Indonesia menjadi Ayah atau Ibu untuk anak-anaknya tanpa persiapan yang cukup, mungkin belum ada pendidikan/kurikulum di jenjang pendidikan manapun yang mempersiapkan seseorang menjadi orang tua. Pengalaman interaksi dengan orang tua sepanjang masa kecil, muda hingga dewasa adalah referensi utama yang digunakan untuk mendidik anak di kemudian hari.
Upaya Keluarga besar BPN menyelenggarakan kegiatan berkaitan dengan masalah NARKOBA adalah sangat tepat agar tidak membuat kita menyesali keadaan di kemudian hari dan berkata, “Anakku sayang, anakku malang” karena kecanduan atau over dosis hingga meninggal dunia.
Tulisan ini mencoba mengajukan suatu alternatif kepada orang tua tentang langkah-langkah atau strategi untuk berinteraksi dengan anak berkaitan dengan masalah penyalahgunaan NARKOBA.
Penyalahgunaan NARKOBA menimbulkan efek yang secara umum terbagi menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu : Depresan (membuat perasaan tenang, tidur, atau tidak sadar); Stimulan (membuat aktif, bergairah, meningkatkan kewaspadaan); Halusinogen (menimbulkan halusinasi, merubah perasaan atau fikiran). Jenis-jenisnya bisa berupa opioda, kokain, ganja, alkohol, amfetamin, sedativa, ecstasy, shabu, kafein, tembakau, LSD, steroid, dan lain-lain. Lebih lengkap mengenai hal ini dapat dibaca pada buku “Panduan Orang Tua, mengenai Penyalahgunaan Narkotika” (Gramedia, 2000) dan “NARKOBA dan Tubuh Kita” (Yayasan Jendela, 2000).
Betapa sering terlihat anak berusia sangat muda, kurang dari 10 tahun menikmati rokok di tempat umum, atau pengakuan dari gadis berusia 16 tahun yang menyatakan menggunakan putaw sejak usia 11 tahun. Kapan dan bagaimana mengkomunikasikan masalah NARKOBA kepada anak-anak.
MENGKOMUNIKASIKAN MASALAH NARKOBA
Mengkomunikasikan masalah NARKOBA bukan suatu yang mudah, minimnya pemahaman orang tua tentang hal itu dan berbagai faktor lain membuat anak kita mencari in formasi kepada fihak lain yang sering malah menyesatkan. Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengatasi masalah diatas.
1. Segera
Anak sebaiknya mengetahui informasi mengenai NARKOBA sesegera mungkin dari orangtua sehingga dia tak akan keliru mempercayai informasi yang menyesat-kan dari orang lain, terutama teman sepergaulannya. Jika dia mengetahui sesuatu berawal dari orang tua maka ketika menghadapi persoalan yang menyangkut NARKOBA dia akan menemui orang tuanya.
2. Manfaatkan Peluang Dialog
Ketika anak datang kepada orang tua untuk menanyakan sesuatu jawablah hingga memuaskan keingintahuannya, bahkan upayakan untuk dikembangkan menjadi dialog yang menarik tentang suatu persoalan. Misalnya ketika menonton televisi bersama dan melihat acara/berita yang menyangkut tentang NARKOBA, tanyakan pada anak anda pendapatnya berhubungan dengan tayangan tersebut, sehingga anda mengetahui pemahamannya dan mengarahkan jika terdapat kekeliruan.
3. Ciptakan Lingkungan yang Terbuka
Anak anda mengharapkan keluarganya dapat membicarakan masalah yang sulit dengan terbuka, tetapi anak kita hanya akan mencari kita jika mereka merasa kita akan terbuka terhadap pertanyaan
Mereka. Adalah menjadi keharusan bahwa orang tua menciptakan lingkungan yang terbuka untuk anaknya, dimana anak dapat menanyakan berbagai berbagai pertanyaan tentang berbagai persoalan tanpa akibat untuk dirinya.
Bagaimana di keluarga anda, ketika berlangsung makan malam dan anak bertanya tentang “Bagaimana rasa rokok?” atau “Bagaimana perasaan seseorang yang menggunakan NARKOBA?”. Usahakan untuk tidak menjawab dengan “Saya tidak tahu, ayo habiskan makanmu.” Bagaimanapun situasi anda coba katakan “Itu pertanyaan yang bagus, tapi Bapak/Ibu kurang tahu tentang itu.” Jangan khawatir bahwa anak anda akan menilai anda tak serba tahu, anda bisa menunda dengan mencari tahu jawaban pertanyaan anak anda. Atau katakan “Saya tidak tahu, ayo kita cari jawabnya setelah makan.” Lebih baik lagi jika dilanjutkan dengan mencari di Internet atau menjadwalkan kunjungan ke toko buku untuk mencari referensi yang sesuai.
4. Komunikasikan Peraturan Anda
Sebagai orang tua anda harus menjadi orang yang pertama mengkomunikasikan masalah NARKOBA kepada anak anda, walaupun dia bingung menemukan fakta yang berbeda di masyarakat. Ungkapkan peraturan di keluarga anda dan alasan mengapa peraturan itu diterapkan secara terbuka.
5. Dengarkan Anak Anda
Mendengar pembicaraan anak anda akan membuat anda mengetahui pemahaman anak anda tentang sesuatu dan apa yang ingin dia ketahui. Ketika dia bertanya tentang apa itu putaw, jangan langsung menjawab, tapi tanyakan dulu padanya, apa yang dia ketahui tentang itu, selanjutnya lengkapi pengetahuan yang dia miliki hingga keingintahuannya terpuaskan untuk saat iitu.
6. Jujur
Berapapun usia anak anda, mereka akan mengetahui jawaban atau ungkapan yang jujur dari orang tuanya sehingga dia akan mempercayai anda. Ketika dia tak mempercayai ucapan anda karena ketidakjujuran anda, maka dia akan merangkai kesan sendiri sesuai fantasi yang dipercayainya atau mencari teman sebaya yang sering menjerumuskan.
7. Sabar
Kadang anda sudah tahu apa yang akan diungkapkan oleh anak anda sebelum dia selesai bicara. Sebagai orang dewasa kita harus bersabar dan membiarkannya melengkapi kalimatnya agar anak memahami pandangan diri sendiri tentang sesuatu dan dia merasa orang tuanya menerima dan tak terganggu waktunya dengan kehadirannya.
8. Setiap Ada Kesempatan
Sulit sekali untuk duduk bersama mendiskusikan suatu persoalan secara formal. Televisi atau mass media bisa menjadi alat untuk memulai pembicaraan setiap hari tentang persoalan masyarakat. Sambil menonton TV atau membaca koran manfaatkan kesempatan untuk berdiskusi lebih jauh dengan anak anda.
9. Lagi, Lagi dan Lagi
Pemahaman anak tentang NARKOBA selalu berubah dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor lainnya, oleh sebab itu jangan jemu untuk mengkomunikasikan disetiap ada kesempatan
PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK
Sembilan tips diatas akan lebih berhasil dengan upaya pembentukan karakter anak, yang dapat dilakukan dengan banyak cara, diantaranya :
Latihan berkata “TIDAK” terhadap NARKOBA. Lakukan sambil bermain di rumah, seperti suatu permainan. “Misalnya, kamu sedang main di rumah teman. Saat itu kedua orang tua temanmu tak ada di rumah, apa yang kamu lakukan jika temanmu menawarkan rokok?”. Jika cara yang dia lakukan sudah bagus, pujilah dia. Jika tidak setelah proses dialog sarankan ini, “Maaf, kita main play station saja yuk, saya tidak mau merokok. Saya ingin jadi atlit terkenal.”
Jadilah contoh yang baik. Anak anda tak peduli tentang berbagai ucapan anda, dia lebih percaya pada contoh yang dilihatnya, tentang apa yang orang tuanya lakukan sehari-hari.
Pembiasaan Mengambil Keputusan. Biasakan anak anda memutuskan sesuatu untuk dirinya sejak kecil, misalnya tentang warna sikat gigi yang dia inginkan, model sepatu atau lainnya, tentu dengan supervisi. Kalimat “Itu pilihan yang baik, tetapi mungkin lebih cocok jika kamu telah dewasa. Anak akan terbisa memutuskan yang terbaik untuk diri dan keluarganya.
Lengkapi Informasi Sesuai Usia. Ketika anak anda yang berusia 6 tahun sedang menyikat gigi, anda bisa mengatakan, “Banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk merawat kesehatan selain menyikat gigi, mandi yang bersih. Tetapi kita jangan melakukan sesuatu yang menyakiti tubuh kita seperti merokok, dan makan obat ketika kita tidak sakit.”
Rangsang Motivasi. Ketika anak anda melakukan kesalahan, katakan “Mungkin kamu keliru, ayo dicoba lagi.”
Kebersamaan. Lakukan kegiatan khusus bersama seminggu sekali atau sekian waktu sekali, misalnya dengan berjalan bersama minggu pagi, atau makan keluar bersama yang memungkinkan anda bicara dan lebih dekat satu sama lain.
Kesempatan Bicara. Lakukan pertemuan rutin keluarga secara reguler dimana setiap orang mendapat kesempatan berbicara tanpa interupsi dimana kemudian saling memberi umpan balik untuk perbaikan semua anggota keluarga.
Makan Bersama. Gunakan sebagai kesempatan untuk diskusi tentang kegiatan terakhir anak anda, minat mereka, sekolah, pelajaran , musik, politik atau apa saja yang menarik minat anggota keluarga.
Berdoalah Sebelum dan Sesudah Melakukan Pekerjaan.
PENUTUP
Karena manusia adalah unik sehingga upaya pencegahan penyalahgunaan merupakan upaya yang tak akan pernah berhenti, oleh sebab itu upaya pencegahan dan pelatihan untuk bersikap atau bertingkah laku yang tepat adalah menjadi suatu keharusan. Model pelatihan kepribadian seperti “John Robert Powers” untuk masalah etika/pergaulan bisa dijadikan model dengan modifikasi yang diperlukan untuk menghadapi masalah penyalahgunaan NARKOBA. Selamat merangkai hari-hari indah bersama keluarga. Semoga Allah SWT beserta kita, amien.
Menurut sejumlah penelitian pemberian label orang dewasa kepada anak
seperti “anak nakal”, “anak malas”, “anak jelek” … menyebabkan anak malah berperilaku dan bereaksi seperti yang diekspresikan orang tua kepadanya.
Monty. P. Satiadarma,
“Presepsi Orang Tua Membentuk Perilaku Anak, Dampak Pygmalion di dalam Keluarga“
Penerbit : Yayasan Obor, 2001
Jakarta, 3 Agustus 2001
Telp : 021 8509054 --- E-mail : dwitagama@hotmail.com
Catatan: Tulisan ini sebagai Pengantar Presentasi Multimedia (Slide, film/animasi, musik) Badan Pertanahan Nasional,di Hotel Millenium Jakarta, 8 Agustus 2001
Label: Komunikasi, Narkoba, pendidikan
