By SMS, pengelola acara BNN Channel di TVRI kontak Saya untuk menjadi nara sumber yang akan di wawancara oleh Host dr. Lula Kamal ... dikabarkan, talk show itu biasa ditayangkan Minggu pk. 10.30 WIB ... kelanjutannya akan dikabarkan by email
Friday, June 06, 2008
dikontak TVRI
Label: BNN
Tuesday, June 03, 2008
Penyuluhan yang baik
Anda pernah duduk berjam-jam mendengar nara sumber ceramah atau seorang penyuluh beraksi? ... berapa prosen yang Anda ingat hingga kini? Jika Anda menginginkan banyak kesan dan arti duduk berjam-jam di suatu kegiatan, sebaiknya Anda MENDENGAR, MENGATAKAN DAN MELAKUKAN SESUATU yang berkaitan dengan topik penyuluhan yang berlangsung
Label: penyuluhan yang baik
Friday, May 30, 2008
Penyuluhan Sadar Narkoba di BALIK PAPAN
Saya suka dengan tulisan di spanduk back drop kegiatan Penyuluhan BNN di Hotel Grand Tiga Mustika Balik Papan Kalimantan Timur, Kamis 29 Mei 2008. Selengkapnya begini: “Penyuluhan Sadar Narkoba bagi Pelajar dalam upaya pencegahan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)”. Biasanya digunakan Penyuluhan Anti Narkoba … apakah Saya dan Anda bisa bersikap anti terhadap Narkoba?. Ketika sakit gigi, flu, operasi atau minum the dan kopi … semua ada unsur yang mirip atau sejenis dengan Narkoba. Jika dalam kontrol seseorang yang ahli misalnya, Narkoba itu sangat bermanfaat … masalah timbul ketika seseorang menyalahgunakan Narkoba.
Pada kegiatan tersebut hadir Kapus Cegah Lakhar BNN, Brigjen Drs. Muji , SH., MH, Henry Yosodiningrat Ketua Umum Granat, dan Kalakhar BNP Kaltim, dan masih banyak lagi.
Read More......
Thursday, May 22, 2008
ROKOK jadi TUHAN
Read More......TUHAN SEMBILAN SENTI
Oleh Taufiq Ismail
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara- perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang
yang tak merokok,Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan
nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun
asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor
perusahaan rokok,Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya, pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya, putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan
AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar
perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan
kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia
mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di
negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada
tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.Source: Millis Kompas
Puisi yang diposting dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia 31 Mei 2008
Saturday, May 17, 2008
KETERAMPILAN SOSIAL di Palu Sulawesi Tengah
Pelajar Sulawesi Tengah dari berbagai kabupaten ternyata banyak yang memiliki penguasaan Bahasa Inggris yang baik, mereka Saya pancing untuk menyampaikan kesan dan pesan dengan menggunakan Bahasa Dunia pada akhir sessi Saya di kegiatan Penyuluhan Sadar Narkoba dalam upaya pencegahan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkoba untuk Pelajar, Guru, Kepala Sekolah dan Tokoh Agama di Palu Sulawesi Tengah Kamis. 15 Mei 2008 di Gedung LPMP Jl. Dr. Sutomo Palu, hebat sekali … semoga Anda jadi orang sukses di masa datang.
Pesertanya sekitar 300 orang, di gelar oleh Badan Narkotika Nasional, BNN RI bekerja sama dengan Badan Narkotika Provinsi Sulawesi Tengah mengusung topik UKS atau Usaha Kesehatan Sekolah, dimana diharapkan masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba menjadi muatan UKS, agar tercipta lingkungan sekolah yang sehat dan terhindar dari masalah penyalahgunaan dan predaran gelap narkoba. Materi yang saya sajikan Social / Life Skill atau keterampilan sosial untuk menghindar dari penyalahgunaan Narkoba.
Penyebab remaja menyalahgunakan Narkoba adalah sbb:
– Kecemasan terhadap penampilan
– Perubahan sexual
– Masa puber terlalu dini
– Perubahan tingkah laku
– Kekerasan
– Rasa rendah diri
– Tekanan Kelompok
– Kegagalan di sekolah
– Dll
Mayoritas penyebab diatas masuk dalam lingkup Social Skill atau Keterampilan Sosial, oleh sebab itu ramaja perlu didorong untuk memiliki keterampilan sosial yaitu Keterampilan seseorang dalam mengendalikan diri dan berinteraksi dengan masyarakat, yang indikatornya mereka jadi mampu dan trampil dalam hal, sbb:
– Menjalin hubungan dengan orang lain
– Minimalisasi pengaruh media
– Menyelesaikan masalah
– Menentukan target masa depan
– Pengambilan keputusan
– Bernegoisasi
– Komunikasi efektif, menyampaikan pemikiran dan keinginan
– Kontrol diri
– DllPerhatikan pada foto disamping, selama presentasi Saya beberpa kali peserta lakukan workshop untuk memahami apa itu keterampilan sosial, bagaimana cara malakukannya dan cara meningkatkannya. Mereka juga berbicara tentang apa yang mereka rasakan sepanjang sessi Saya ... bukan cuma Saya yang berkeringat .... peserta juga ... mereka berkeringat, bercengkrama, tertawa dan "peroleh pencerahan" agar hidup bisa labih baik. Demikian yang diucapkan beberapa peserta di akhir sessi Saya.
Terima kasih BNN yang telah memberi kepercayaan, BNP (Badan Narkotika Propinsi) Sulawesi Tengah yang telah jadi tuan rumah yang baik, Pelajar SMP, SMA, SMK se Sulawesi Tengah yang sangat serius simak presentasi Saya, termasuk crew Batavia Air yang dengan selamat antar Saya ke Palu dan kembalikan ke Jakarta, jumpai orang-orang yang Saya cintai.
Buat Anda, terima kasih telah berkunjung ^-^
Label: BNN, Narkoba, pendidikan
Sunday, May 11, 2008
Sup di Pesta Sekolah Ditaburi Ekstasi
Apa jadinya jika ekstasi dan dilarutkan dalam hidangan sebuah pesta anak sekolah. Contohnya ada di Rusia. Setelah menikmati sajian makanan, para siswa itu bertingkah aneh. Para siswa mendadak berulah liar. Sebagian menari-nari, ada yang memanjat tembok, berbaring di lantai dan tertawa-tawa.
Remaja usia 13-15 tahun itu diduga secara tidak sengaja mengkonsumsi ekstasi dari sop dan minuman yang mereka nikmati saat sebuah pesta di sekolah di kota Yuzhno-Sakhalinsk itu dilangsungkan.
Seorang guru mengatakan, para siswa bersikap liar setelah makan siang. Sementara itu dokter yang dipanggil untuk mengendalikan keadaan itu, mengatakan para siswa menunjukan tanda berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang, setelah melakukan penelitian mereka menemukan zat ekstasi di dalam hidangan tersebut.
Kepala kepolisian setempat mengatakan, sampai saat ini penyelidikan terus dilakukan. Pihaknya membenarkan bahwa, peneliti yang diturunkan di lokasi menemukan minuman dan makanan yang mengandung zat opium, amphetamine yang tak lain adalah bahan-bahan ekstasi. (fit)
Source: Okezone
Label: Narkoba
Saturday, May 10, 2008
Selalu
Jejak-jejak kerja yang lalu
menuntun orang lain mencarimu
Oleh karena itu
bekerjalah serius selalu
Label: puisi
Sunday, May 04, 2008
ANAKKU sayang, anakku MALANG
Ayah, Ibu dan Anak-anak berada pada satu ruangan yang sama tanpa interaksi, masing-masing sibuk dengan diri sendiri.
Apakah ada kebersamaan diantara mereka ?
Keluarga harus mampu menciptakan situasi
dimana terdapat kontak perasaan dengan anak-anaknya
Dr. P. Cunningham, University of South Carolina
PENGANTAR
Kehidupan kota besar menjadikan orang tua sibuk sepanjang hari, jika terjadi penyimpangan tingkah laku pada anak seperti penyalahgunaan Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat-zat Adiktif lainnya (NARKOBA) atau MADAT dalam Bahasa Indonesia, apakah itu karena kesibukkan orang tua ?.
Sebagian besar orang tua di Indonesia menjadi Ayah atau Ibu untuk anak-anaknya tanpa persiapan yang cukup, mungkin belum ada pendidikan/kurikulum di jenjang pendidikan manapun yang mempersiapkan seseorang menjadi orang tua. Pengalaman interaksi dengan orang tua sepanjang masa kecil, muda hingga dewasa adalah referensi utama yang digunakan untuk mendidik anak di kemudian hari.
Upaya Keluarga besar BPN menyelenggarakan kegiatan berkaitan dengan masalah NARKOBA adalah sangat tepat agar tidak membuat kita menyesali keadaan di kemudian hari dan berkata, “Anakku sayang, anakku malang” karena kecanduan atau over dosis hingga meninggal dunia.
Tulisan ini mencoba mengajukan suatu alternatif kepada orang tua tentang langkah-langkah atau strategi untuk berinteraksi dengan anak berkaitan dengan masalah penyalahgunaan NARKOBA.
Penyalahgunaan NARKOBA menimbulkan efek yang secara umum terbagi menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu : Depresan (membuat perasaan tenang, tidur, atau tidak sadar); Stimulan (membuat aktif, bergairah, meningkatkan kewaspadaan); Halusinogen (menimbulkan halusinasi, merubah perasaan atau fikiran). Jenis-jenisnya bisa berupa opioda, kokain, ganja, alkohol, amfetamin, sedativa, ecstasy, shabu, kafein, tembakau, LSD, steroid, dan lain-lain. Lebih lengkap mengenai hal ini dapat dibaca pada buku “Panduan Orang Tua, mengenai Penyalahgunaan Narkotika” (Gramedia, 2000) dan “NARKOBA dan Tubuh Kita” (Yayasan Jendela, 2000).
Betapa sering terlihat anak berusia sangat muda, kurang dari 10 tahun menikmati rokok di tempat umum, atau pengakuan dari gadis berusia 16 tahun yang menyatakan menggunakan putaw sejak usia 11 tahun. Kapan dan bagaimana mengkomunikasikan masalah NARKOBA kepada anak-anak.
MENGKOMUNIKASIKAN MASALAH NARKOBA
Mengkomunikasikan masalah NARKOBA bukan suatu yang mudah, minimnya pemahaman orang tua tentang hal itu dan berbagai faktor lain membuat anak kita mencari in formasi kepada fihak lain yang sering malah menyesatkan. Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengatasi masalah diatas.
1. Segera
Anak sebaiknya mengetahui informasi mengenai NARKOBA sesegera mungkin dari orangtua sehingga dia tak akan keliru mempercayai informasi yang menyesat-kan dari orang lain, terutama teman sepergaulannya. Jika dia mengetahui sesuatu berawal dari orang tua maka ketika menghadapi persoalan yang menyangkut NARKOBA dia akan menemui orang tuanya.
2. Manfaatkan Peluang Dialog
Ketika anak datang kepada orang tua untuk menanyakan sesuatu jawablah hingga memuaskan keingintahuannya, bahkan upayakan untuk dikembangkan menjadi dialog yang menarik tentang suatu persoalan. Misalnya ketika menonton televisi bersama dan melihat acara/berita yang menyangkut tentang NARKOBA, tanyakan pada anak anda pendapatnya berhubungan dengan tayangan tersebut, sehingga anda mengetahui pemahamannya dan mengarahkan jika terdapat kekeliruan.
3. Ciptakan Lingkungan yang Terbuka
Anak anda mengharapkan keluarganya dapat membicarakan masalah yang sulit dengan terbuka, tetapi anak kita hanya akan mencari kita jika mereka merasa kita akan terbuka terhadap pertanyaan
Mereka. Adalah menjadi keharusan bahwa orang tua menciptakan lingkungan yang terbuka untuk anaknya, dimana anak dapat menanyakan berbagai berbagai pertanyaan tentang berbagai persoalan tanpa akibat untuk dirinya.
Bagaimana di keluarga anda, ketika berlangsung makan malam dan anak bertanya tentang “Bagaimana rasa rokok?” atau “Bagaimana perasaan seseorang yang menggunakan NARKOBA?”. Usahakan untuk tidak menjawab dengan “Saya tidak tahu, ayo habiskan makanmu.” Bagaimanapun situasi anda coba katakan “Itu pertanyaan yang bagus, tapi Bapak/Ibu kurang tahu tentang itu.” Jangan khawatir bahwa anak anda akan menilai anda tak serba tahu, anda bisa menunda dengan mencari tahu jawaban pertanyaan anak anda. Atau katakan “Saya tidak tahu, ayo kita cari jawabnya setelah makan.” Lebih baik lagi jika dilanjutkan dengan mencari di Internet atau menjadwalkan kunjungan ke toko buku untuk mencari referensi yang sesuai.
4. Komunikasikan Peraturan Anda
Sebagai orang tua anda harus menjadi orang yang pertama mengkomunikasikan masalah NARKOBA kepada anak anda, walaupun dia bingung menemukan fakta yang berbeda di masyarakat. Ungkapkan peraturan di keluarga anda dan alasan mengapa peraturan itu diterapkan secara terbuka.
5. Dengarkan Anak Anda
Mendengar pembicaraan anak anda akan membuat anda mengetahui pemahaman anak anda tentang sesuatu dan apa yang ingin dia ketahui. Ketika dia bertanya tentang apa itu putaw, jangan langsung menjawab, tapi tanyakan dulu padanya, apa yang dia ketahui tentang itu, selanjutnya lengkapi pengetahuan yang dia miliki hingga keingintahuannya terpuaskan untuk saat iitu.
6. Jujur
Berapapun usia anak anda, mereka akan mengetahui jawaban atau ungkapan yang jujur dari orang tuanya sehingga dia akan mempercayai anda. Ketika dia tak mempercayai ucapan anda karena ketidakjujuran anda, maka dia akan merangkai kesan sendiri sesuai fantasi yang dipercayainya atau mencari teman sebaya yang sering menjerumuskan.
7. Sabar
Kadang anda sudah tahu apa yang akan diungkapkan oleh anak anda sebelum dia selesai bicara. Sebagai orang dewasa kita harus bersabar dan membiarkannya melengkapi kalimatnya agar anak memahami pandangan diri sendiri tentang sesuatu dan dia merasa orang tuanya menerima dan tak terganggu waktunya dengan kehadirannya.
8. Setiap Ada Kesempatan
Sulit sekali untuk duduk bersama mendiskusikan suatu persoalan secara formal. Televisi atau mass media bisa menjadi alat untuk memulai pembicaraan setiap hari tentang persoalan masyarakat. Sambil menonton TV atau membaca koran manfaatkan kesempatan untuk berdiskusi lebih jauh dengan anak anda.
9. Lagi, Lagi dan Lagi
Pemahaman anak tentang NARKOBA selalu berubah dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor lainnya, oleh sebab itu jangan jemu untuk mengkomunikasikan disetiap ada kesempatan
PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK
Sembilan tips diatas akan lebih berhasil dengan upaya pembentukan karakter anak, yang dapat dilakukan dengan banyak cara, diantaranya :
Latihan berkata “TIDAK” terhadap NARKOBA. Lakukan sambil bermain di rumah, seperti suatu permainan. “Misalnya, kamu sedang main di rumah teman. Saat itu kedua orang tua temanmu tak ada di rumah, apa yang kamu lakukan jika temanmu menawarkan rokok?”. Jika cara yang dia lakukan sudah bagus, pujilah dia. Jika tidak setelah proses dialog sarankan ini, “Maaf, kita main play station saja yuk, saya tidak mau merokok. Saya ingin jadi atlit terkenal.”
Jadilah contoh yang baik. Anak anda tak peduli tentang berbagai ucapan anda, dia lebih percaya pada contoh yang dilihatnya, tentang apa yang orang tuanya lakukan sehari-hari.
Pembiasaan Mengambil Keputusan. Biasakan anak anda memutuskan sesuatu untuk dirinya sejak kecil, misalnya tentang warna sikat gigi yang dia inginkan, model sepatu atau lainnya, tentu dengan supervisi. Kalimat “Itu pilihan yang baik, tetapi mungkin lebih cocok jika kamu telah dewasa. Anak akan terbisa memutuskan yang terbaik untuk diri dan keluarganya.
Lengkapi Informasi Sesuai Usia. Ketika anak anda yang berusia 6 tahun sedang menyikat gigi, anda bisa mengatakan, “Banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk merawat kesehatan selain menyikat gigi, mandi yang bersih. Tetapi kita jangan melakukan sesuatu yang menyakiti tubuh kita seperti merokok, dan makan obat ketika kita tidak sakit.”
Rangsang Motivasi. Ketika anak anda melakukan kesalahan, katakan “Mungkin kamu keliru, ayo dicoba lagi.”
Kebersamaan. Lakukan kegiatan khusus bersama seminggu sekali atau sekian waktu sekali, misalnya dengan berjalan bersama minggu pagi, atau makan keluar bersama yang memungkinkan anda bicara dan lebih dekat satu sama lain.
Kesempatan Bicara. Lakukan pertemuan rutin keluarga secara reguler dimana setiap orang mendapat kesempatan berbicara tanpa interupsi dimana kemudian saling memberi umpan balik untuk perbaikan semua anggota keluarga.
Makan Bersama. Gunakan sebagai kesempatan untuk diskusi tentang kegiatan terakhir anak anda, minat mereka, sekolah, pelajaran , musik, politik atau apa saja yang menarik minat anggota keluarga.
Berdoalah Sebelum dan Sesudah Melakukan Pekerjaan.
PENUTUP
Karena manusia adalah unik sehingga upaya pencegahan penyalahgunaan merupakan upaya yang tak akan pernah berhenti, oleh sebab itu upaya pencegahan dan pelatihan untuk bersikap atau bertingkah laku yang tepat adalah menjadi suatu keharusan. Model pelatihan kepribadian seperti “John Robert Powers” untuk masalah etika/pergaulan bisa dijadikan model dengan modifikasi yang diperlukan untuk menghadapi masalah penyalahgunaan NARKOBA. Selamat merangkai hari-hari indah bersama keluarga. Semoga Allah SWT beserta kita, amien.
Menurut sejumlah penelitian pemberian label orang dewasa kepada anak
seperti “anak nakal”, “anak malas”, “anak jelek” … menyebabkan anak malah berperilaku dan bereaksi seperti yang diekspresikan orang tua kepadanya.
Monty. P. Satiadarma,
“Presepsi Orang Tua Membentuk Perilaku Anak, Dampak Pygmalion di dalam Keluarga“
Penerbit : Yayasan Obor, 2001
Jakarta, 3 Agustus 2001
Telp : 021 8509054 --- E-mail : dwitagama@hotmail.com
Catatan: Tulisan ini sebagai Pengantar Presentasi Multimedia (Slide, film/animasi, musik) Badan Pertanahan Nasional,di Hotel Millenium Jakarta, 8 Agustus 2001
Label: Komunikasi, Narkoba, pendidikan
Saturday, April 19, 2008
Seminar PLS
Perguruan Tinggi Swasta menurun drastis mahasiswanya hingga banyak yang gulung tikar, lulusan SLTA taberkutang signifikan … asumsinya lembaga kursus akan mendapat banyak peserta yang perlu tambahan keterampilan untuk masuki dunia kerja … ternyata faktanya tak demikian. Peserta lembaga kursus luar sekolah menurus juga … yang masih banyak hanya lembaga bimbingan belajar (bimbel).
Fenomena itu yang diangkat sebagai topik seminar dan lokakarya yang diadakan Dewan Pendidikan Provinsi DKI Jakarta di Lembaga Kursus Santa Lusia Cawang Jakarta Timur, Rabu 16 April 2008, Saya jadi moderator untuk pembicara Ibu Lusia Sutanto (Santa Lusia), DR. Givi STMIK Muhammadiyah), Ibu Stefani (DSA) dan Ibu Yuliati (LIA)
Label: pendidikan
Tuesday, April 15, 2008
“The Power of ICT in Education” di UNJ
Sohib Saya yang hebat, Oom Wijaya (Guru SMP Lab School Jakarta) mengundang Saya untuk sharring pada kegiatan Seminar Nasional “The Power of ICT in Education”, hari ini di Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rawamangun, diikuti lebih dari 300 peserta. Kegiatan dilanjutkan dengan workshop pada dua hari yang berbeda dengan peserta lebih dari 150 orang.
Pembicara lain pada seminar itu adalah: DR. Onno W. Purbo, Agus Sampurno, Guru Sekolah Global Jaya Bintaro, Giri Suryatmana, Sekretaris Ditjen PMPTK
Presentasi Saya fokus pada pemanfaatan ICT di Sekolah dan kendala yang dihadapi. Agus Sampurno mengungkap tentang strategi pengelolaan proses belajar di kelas. Pak Giri ungkapkan bagaimana Ditjen PMPTK melakukan upaya peningkatan kualitas guru di Indonesia melalui ICT, mengingat berbagai kendala wilayah dan sumberdaya, melalui kegiatan MGMP, K3SK, MKS, Asosiasi, dll.
Onno W. Purbo, mendorong peserta untuk jadi produsen yang menghasilkan sesuatu atau produktif, misalnya membuat blog, wiki, ... , atau hanya sekedar membalas email. Seperti biasa, beliau presentasi sambil demo tentang banyak hal seperti tentang Ubuntu Muslim Edition, Wiki, Blog, cara memblok situs porno.
Pembicara lainnya DR. Romi Satria Wahono yang mengungkap petunjuk praktis pembuatan bahan e-learning, ada juga Uwes
Inti dari Seminarnya adalah bahwa; IT, secara teknis tak terlalu sulit dan bukan tujuan akhir, persoalannya adalah bagaimana caranya selalu memunculkan kreatifitas dan kontinuitas memberi isi untuk pencapaian tujuan pendidikan, membuat anak bangsa mampu berfikir kritis, sistematis dan mandiri.
Terima kasih Bang Jay, dan teman-teman dari Jurusan Teknologi Pendidikan Pasca Sarjana UNJ ... sukses banget seminarnya karena mayoritas peserta bertahan hingga akhir seminar.
Label: Education
Thursday, April 03, 2008
Kerja Sama
Training siswa/i Kepulauan Seribu di Cibodas Jawa Barat, 2007
Label: Foto
Sunday, March 23, 2008
Penyuluhan Narkoba di Daarul Muttaqien Cengkareng
Presentasi tentang efek Narkoba terhadap otak dan tubuh manusia, lalu disandingkan dengan pandangan Agama Islam berkaitan dengan Narkoba Saya sajikan di kegiatan Pekan Maulid Nabi Muhammad SAW Masjid Daarul Muttaqien Komplek Depag Cengkareng Jakarta Barat, Jumat 21 Maret 2008 setelah sholat jumat, dihadiri jamaah yang tinggal di sekitar Masjid, berusia balita hingga opa-opa.
Fokus pada bagaimana cara kerja Narkoba yang merusak sistem dan sruktur otak dengan bantuan slide dari NIDA (National Institut on Drug Abuse) Maryland USA dan film dari training Saya di Jepang plus film publikasi BNN. Jamaah Masjid serius menyimak, pertanyaan tajam menghujam.
Ada hal menarik yang Saya tangkap dari kegiatan yang dikomandoi oleh Pak Hasan (Pengurus Masjid Daarul Muttaqien), terlihat sekali jamaah begitu mengandalkan dan mengharapkan aparat atau pemerintah untuk musnahkan peredaran gelap atau penyalahgunaan Narkoba, mereka seperti lemah tak berdaya, padahal sesungguhnya benteng dan kekuatan menolak Narkoba harus datang dari rumahdengan Ayah sebagai kepala keluarga … Saya berharap setelah mereka paham tentang cara kerja otak dan modus kerja Narkoba di otak dan tubuh manusia, tumbuh kekuatan untuk “mendekap” anggota keluarga agar terhindar dari masalah Narkoba, misalnya tak memberi contoh kecanduan rokok didepan anak-anaknya … karena rokok adalah pintu gerbang penyalahgunaan Narkoba.
Padahal banyak contoh dimana massa yang muak terhadap perkelahian antar pelajar disekitar tempat tinggalnya bereaksi sangat keras ketika gerombolan berseragam itu tawuran dan akibatnya kini mereka tak berani tawuran disekitar lokasi itu. Ada juga massa yang menggrebek Bandar Narkoba atau judi di wilayahnya, memberi hadiah “ala kadarnya” yang membuat ada darah mengalir, lalu diserahkan ke polisi. Bahkan kasus terakhir, pengiriman jaringan shabu digagalkan oleh kcurigaan satpam komplek perumahan yang berbatasan dengan laut, …intinya, masyarakat bisa menyusun kekuatan amankan wilayah dan keluarga dari masalah yang akan mengancam kehidupan … bukankah ada jargon “BERSAMA KITA BISA” :D
Terima kasih Pak Hasan yang berkali-kali kontak Saya untuk memastikan kehadiran Saya, Pak Zulkifli atas perkenan pinjamkan LCD Projektor dan screen, juga Pak Ketua RT yang guru di sebuah SD di Cengkareng dan pengurus Masjid Daarul Muttaqien, mari terus berjuang saudaraku.
Cerita dibalik presentasi silahkan klik disini
Label: Narkoba
Wednesday, March 19, 2008
Wartawan Narkoba
Pemberitaan Media Massa pada akhirnya diharapkan mampu memberikan pencerahan kepada penduduk negeri sehingga dapat memberikan sumber energi untuk kehidupan yang lebih sejahtera.
Anda bisa bayangkan apa yang ada pada fikiran pembaca jika membaca betapa besarnya keuntungan menjual atau mengedarkan Narkoba ... harga pergramnya sekian ratus ribu, dalam sehari bisa menjual sekian gram ... dengan keuntungan per gramnya sekian ... berarti dalam sehari penghasilan pengedar itu sekian ...... rupiah.
Untuk orang yang sedang kesulitan hidup, pekerjaan tak kunjung didapat, sementara anak istri menunggu diberi makan dan sandang pangan ... berita di atas mendorong ybs memasuki bisnis yang menghancurkan generasi muda.
Peran jurnalis media TV, Radio, Majalah, Tabloid, harian dan lainnya sangat besar agar pola fikir masyarakat berada pada jalur yang benar dan mendorong terciptanya masyarakat yang bebas penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.
Saya mendapat kesempatan sharing dengan teman-teman jurnalis berbagai media dari seluruh Indonesia bagaimana mengkomunikasikan masalah Narkoba kepada masyarakat agar tercipta suasana yang kondusif untuk mengurangi persoalan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Fasilitas Rehabilitasi Penyalahgunan Narkoba di Lido Sikabumi, Senin 17 Maret 2008. Pesertanya lebih kurang seratus orang. Kegiatannya bertajuk Pemantapan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap NArkoba (P4GN) bagi wartawan media cetak, penyiar radio pemerintah dan swasta, serta reporter TV.
Suasananya sangat bergairah ... pendapat, ide dan model pemberitaan yang baik dan kurang baik bergantian diuangkap ... dengan iringan tepuk tangan apresiasi teman yang tampil dan dialog yang menyegarkan ... selamat berjuang teman-teman, Saya berharap beberapa tahun ke depan Saya jumpa lagi dengan Anda dimana posisi Anda sudah selevel Karni Ilyas yang berkali-kali berpindah media tentu dengan nilai transfer yang tak kecil ... bravo jurnalis-jurnalis muda Indonesia
Label: CURRICULUM VITAE, dwitagama, Komunikasi, Narkoba
Sunday, March 16, 2008
1,1 juta pelajar NARKOBIS

Siapakah yang terbanyak menjadi korban penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya atau narkoba di Indonesia? Dari total 3,2 juta korban penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya atau narkoba di Indonesia, sekitar 1,1 juta di antaranya adalah pelajar. Karena itu, upaya mengatasi perkembangan peredaran narkoba di lingkungan sekolah dan kampus sangatlah mendesak.
Demikian diungkapkan Kepala Pusat Pencegahan Badan Narkotika Nasional
Mudji Waluyo, Kamis (13/3) di Bandung. Menurut Mudji, berdasarkan
penelitian Badan Narkotika Nasional, narkoba telah beredar di sebagian
besar wilayah di Indonesia, termasuk di luar perkotaan.
”Yang paling menggelisahkan, persentase jumlah penyalahgunaan narkoba
pada kelompok pelajar dan mahasiswa sebesar 3,9 persen. Dengan
demikian, sekitar empat dari 100 penyalah guna narkoba adalah pelajar
dan mahasiswa,” tutur Mudji.
Sumber: http://www.kompas.co.id/kompascetak/read.php?cnt=.xml.2008.03.14.00512876&channel=2&mn=156&idx=156
Image: static.twoday.net
Mudji mengatakan, melihat banyaknya korban narkoba, baik kalangan
pelajar maupun mahasiswa, pencegahan peredaran narkoba di lingkungan
sekolah dan kampus harus dilakukan segera dan seefektif mungkin.
”Pihak sekolah, antara lain guru dan dosen, harus turut menerapkan
pola hidup sehat serta melakukan pengawasan efektif,” ujarnya.
Menurut Mudji, pola hidup sehat di lingkungan sekolah dan kampus
antara lain bisa dilakukan dengan melakukan program Usaha Kesehatan
Sekolah dan Unit Kegiatan Mahasiswa antinarkoba, serta parenting
skills atau keterampilan pendampingan kepada para pengajar dan dosen
di lingkungan perguruan tinggi. (A01)
Label: Narkoba
Sunday, March 09, 2008
IT di Konferensi PGRI
Di Konfrensi Kerja PGRI Jakarta Pusat akhir Februari 2008, Saya datang sebagai panitia, tugasnya siapkan sertifikat dan yang berkaitan dengan persidangan plus dokumentasi, Saya ambil posisi di meja paling belakang pojok kanan untuk bekerja sambil dengar perkembangan konferensi ... Notebook, printer, kamera plus modem temani saya, karena ternyata ada beberapa permintaan kiriman file by internet. Ternyata Ketua Panitia Konferensi,Bapak Drs.H.Sjafruddin, MM, Kepala SMP Negeri 10 Jakarta meminta Saya paparkan tentang pentingya IT bagi Kepala Sekolah
Rupanya mayoritas peserta saat itu adalah Kepala SD Negeri di Jakarta Pusat, Saya ungkapkan betapa pentingnya penguasaan IT buat mereka, Saya beri contoh tentang hal sederhana yang sedang mereka butuhkan, mencari data NISN siswa mereka,dalam waktu singkat hitungn menit data itu berhasil diperoleh tanpa harus bepergian kemana-mana ... bahkan data SD di pelosok negeri bisa kita lihat tanpa harus bertanya pada Kepala SD itu ... penggunaan IT untuk penyajian materi pelajaran jadi lebih menarik juga saya beri contohnya ... hingga tren Dinas Dikdas menuju penerapan berbagai standar yang sulit berkelit dari IT.
Responnya, manis sekali ... pertanyaan menghujam tak henti ... berlanjut hingga sessi selesai bahkan saat sebagai peserta tertelap Saya masih melayani permintaan akses informasi dari negeri yang jauh ... selamat terbuka wawasan para Kepala Sekolah Dasar ... semoga jumpa kita bermanfaat
Label: Education
Sunday, February 24, 2008
Seminar Pendidikan SDIT Al Fatih 1 Tangerang
Kompleks Pendidikan Al Fatih 1 di Graha Gardena Citra Raya Tangerang Banten tempat yang melengkapi silaturahmi dengan adik tercinta yang mengajar disana, Dudi Maryadji, Sabtu 23 Februari 2007 ... Topiknya "Mengatasi Kesulitan Belajar Anak" dihadiri oleh orang tua murid, guru dan pengurus komite sekolah ... presentasi Saya ditemani oleh pengelola Blog Guru Kreatif yang mengajar di SD Global Jaya Bintaro, Agus Sampurno
Pada awal prsentasi Saya ... peserta mengungkap berbagai masalah berkaitan tentang kesulitan belajar anak yang mereka amati ... macam-macam persoalannya, bahkan Ibu Agustina, Ketua Komite Sekolah SDIT Al Fatih 1 langsung bertanya di sessi awal presentasi Saya ... padahal belum ada lima kalimat yang Saya kemukakan ... saat itu Saya lebih banyak bertanya ... aha, terlihat antusiasme peserta bagus sekali.
Saya mendorong peserta untuk memahami arti sukses orang tua, bahwa orang tua yang sukses adalah orang tua yang mampu menjadikan anaknya hidup mandiri dengan kekuatan sendiri, sukses dalam karis, berani mengemukakan pendapatnya dan bermanfaat serta disenangi untuk dan oleh orang-orang disekitarnya.Agus Sampurno memberi pemahaman tentang pengelompokkan kemampuan seseorang dengan memberikan kuis yang dapat menunjukkan tipe kecerdasannya, ada yang ceras visual, gerak dan lain-lai ... lalu mereka meragakan lagu balonku dengan masing-masing kelompok tipe kecerdasannya ... seru sekali deh, ibu dan bapak didampingi anaknya bernyanyi dengan gaya-gaya yang unik.
Pada intinya Saya ingin ungkapkan bahwa kesulitan belajar anak disebabkan oleb berbagai faktor internal maupun eksternal, dengan memahami tipe-tipe kecerdasan semoga para orang tua tak terlalu terpukuk jika anaknya gagala dipelajaran matematika, karena adan contoh seorang Gita Gutawa yang sukses bukan karena matematika, tapi akibat alunan suaranya yang bagus ... juga ada seorang David Becham atau Rahmad Darmawan yang sukses sebagai pemain dan pelatih sepak bola.
Tentang kebijakkan pemerintah ada Ujian Nasional ... lakukan DRILL, kerja sama yang baik dengan guru atau fihak lainnya ... insya Allah anak kita lulus ... selamat berjuang ...
Label: Education
Tuesday, February 19, 2008
Tim Inti Puskur Balitbang Depdiknas RI
Pengarahan untuk Tim Inti Pendamping kegiatan Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas RI dilangsungkan di lt 3 gedung Puskur ... tim terdiri dari Guru SMK, SMA, Kepala SMA, SMK, dari berbagai Profinsi dan Dosen UNJ
Saya mendapat tugas untuk menyusun Model KTSP Sekolah dengan keunggulan lokal dan global, bermitra dengan Prof. Dr. Wasino, M.Hum, Ketua Jurusan Pasca Sarjana IPS, UNNES, Universitas Negeri Semarang
Label: Education
Saturday, February 09, 2008
Coretan Narkoba
Di dinding pembatas rel Kereta Api Stasiun Tugu dengan perumahan penduduk dekat pergudangan lama Saya jumpai coretan ini
Label: lingkungan, Narkoba
Tuesday, February 05, 2008
Puaskan COSTUMER
Mengamati semua slide presentasi Saya tahun 2007, Saya terfikir untuk membuat beberap perubahan dari sisi isi maupun lay out ... dalam upaya tingkatkan pelayanan terhadap costumer
Isi lebih mendapat perhatian, agar topik Saya lebih touch ... beruntung sekali Saya jika pengundang memberikan batasan ruang lingkup topik atau Term Of Refference (TOR) ... sehingga Saya terdorong untuk mencari sesuatu yang baru memenuhi permintaan EO (Even Organizer) ... untuk yang order by phone only ... Saya bargaining untuk dapat titik temu materi yang OK buat peserta ... sehingga EO maupun Audience terpuaskan ... amiiin
